Gabriella da Silva, Sukses Mengukir Prestasi di Dunia PR dan Choir

Mengawali karir di industri televisi, tepatnya TV One untuk program "Apa Kabar Indonesia" dan Trans TV di program "Extra Vaganza", Gabriella da Silva kini menjelma menjadi Profesional Public Relations (PR) yang handal. Bahkan, ia pun dikenal sebagai profesional choir (paduan suara) yang telah mengikuti kompetisi paduan suara tingkat internasional di berbagai negara di Eropa. IMG-20160815-WA0000 Istimewanya, di kedua profesinya itu, Ella--demikian ia biasa disapa--senantiasa mencetak prestasi. Di industri PR, ia sukses menjalankan rejuvinasi Citilink dan membangun divisi baru di Wings Group, yakni Divisi Marketing Public Relations. Sementara itu, di "The Archipelago Singers"--kelompok paduan suara yang terdiri dari para profesional--Ella dan tim selalu memetik juara pertama di kompetisi paduan suara internasional di Jerman, Spanyol, Bulgaria, dan Filipina. Dikisahkan alumnus Ilmu Komunikasi Universitas Petra Surabaya dan Magister Manajemen Komunikasi Universitas Indonesia itu, perjalanan karirnya di dunia PR berawal dari agensi PR Fortune. "Di sana, saya dipercaya untuk menjadi bagian dalam tim yang menangani rejuvinasi Citilink. Dua tahun menjadi dedicated team di Citilink, akhirnya saya memutuskan untuk menjadikan Citilink sebagai topik tesis saya," ceritanya. Sukses menangani proyek rejuvinasi Citilink, Ella kemudian di percaya menangani klien penerbangan lainnya, yakni Air France & KLM. Ia juga dipercaya menangani proyek reklamasi Pluit City milik Agung Podomoro Land (APL). "Pada waktu itu, kami melakukan berbagai upaya berupa memberikan pemahaman kepada media serta edukasi ke masyarakat Kampung Nelayan," lanjut Ella yang pernah bergabung di Leo Burnett selama empat bulan dan menangani klien Samsung Mobile. Tepat pada Desember 2014, perempuan kelahiran Surabaya 15 Maret 1987 itu memutuskan untuk bergabung dengan perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) lokal terbesar di Indonesia, Wings. Dipercaya sebagai Head of Marketing Public Relations Wings Group, Ella bersama Group Head of Marketing Beverages Wings Food Aristo Kristandyo membangun divisi baru di Wings, Marketing Public Relations. Sejak saat itulah, Wings mulai terbuka kepada media. Diakui Ella, tantangan terbesar adalah meyakinkan internal, dalam hal ini jajaran direksi Wings Group bahwa membangun reputasi perusahaan atau brand lewat Marketing PR sangat dibutuhkan saat ini. Artinya, sales dan distribusi saja tidaklah cukup. "Reputasi perusahaan dan brand yang bagus akan berdampak pada kinerja brand," tutur Ella. Hasilnya, didukung oleh tim yang solid, Ella dan tim pun berhasil meyakinkan internal Wings. Bahkan, proyek perdananya, Teh Javana mampu membuktikan bahwa Marketing PR dapat mendongkrak kinerja brand baru milik Wings--baik dari sisi brand awareness maupun penjualan. "Pasca pendekatan Marketing PR, dari sisi SEO produk-produk Wings misalnya, meningkat. Selain itu, juga berdampak pada pertumbuhan penjualan produk-produk Wings, termasuk membuka pasar baru. Bahkan, pemahaman publik akan history brand juga lebih mendalam. Termasuk, community engagement juga meningkat," papar Ella, yang mengikuti paduan suara sejak ia duduk di bangku SMP. Brand lainnya yang juga mendapat sentuhan Marketing PR adalah So Klin dengan kampanye "House of So Klin". Dalam waktu dekat, lanjut Ella, pendekatan Marketing PR akan digunakan juga untuk launching produk baru isotonik dari Wings, ISOPLUS. Lantas, bagaimana cara Ella membagi waktu antara karir dan hobby menyanyinya? Dikisahkan Ella, "Saya memilih waktu latihan paduan suara pada hari Sabtu dan Minggu. Sementara itu, jika ingin berkompetisi di luar negeri, saya memilih cuti. Beruntung, atasan dan perusahaan mendukung hobby saya ini."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Daihatsu Finance Dorong Sigra Menjadi Backbone Baru

Sejarah berulang. Seperti peran Avanza dan Xenia yang muncul sebagai pencipta pasar hampir satu dekade silam, Daihatsu berharap SIGRA backbone...

Close