Perempuan di Balik Marketing Data Insight Bukalapak

Mempelajari perilaku konsumen sudah menjadi kebiasaannya, selain olahraga lari yang memang menjadi hobby Chrisye Fiona Wenas selama ini. Ya, karir Crey--demikian ia biasa disapa--memang tak lepas dari bagaimana ia mencermati perilaku konsumen serta perubahannya.

"Sejak lulus kuliah, saya langsung bergabung di dunia Marketing Insight yang salah satunya mempelajari perilaku konsumen. Mulai dari agensi riset Synovate (kini dikenal Ipsos), Heinz ABC, Combiphar, hingga sekarang di Bukalapak," tutur alumni Teknik Industri Universitas Parahyangan itu mengenang.

Keahliannya mempelajari perilaku konsumen untuk kemudian dijadikan modal awal oleh pemasar untuk merancang strategi marketing maupun branding, membuat Crey dipercaya oleh Bukalapak untuk membangun sekaligus memimpin sub divisi baru dalam Divisi Marketing, yaitu Marketing Data Insight. Tepat pada tahun 2016, ia menempati posisi Marketing Data Insight Manager Bukalapak. "Berawal seorang diri, kini tim Marketing Data Insight Bukalapak sudah mencapai empat orang yang masih berusia younger millennial," lanjutnya.

Sejumlah tugas utama yang diemban Crey antara lain bertanggung jawab untuk melakukan riset konsumen dan mempelajari riset-riset eksternal terdahulu untuk kemudian diolah menjadi data pendukung dalam pengembangan strategi perusahaan. Ia dan tim juga rutin melakukan brand tracking setiap bulannya. Termasuk, melakukan riset konsumen berdasarkan pesanan dari divisi lain, seperti ketika Bukalapak akan meluncurkan fitur atau layanan, promo, hingga kampanye festive season macam Ramadhan dan Harbolnas.

Peran ibu tiga anak ini memang menjadi sangat penting dan strategis bagi Bukalapak. Sejatinya, marketing insight yang tepat akan mampu menentukan efektivitas dari strategi bisnis perusahaan. "Insight yang kami lakukan tidak hanya pada periode pra. Namun pada saat strategi dieksekusi atau sedang berjalan, hingga setelahnya (post), kami juga melakukan riset atau menghimpun insight," paparnya.

Diakui Crey, dalam mencermati perilaku konsumen dan menghimpun insight, ia selalu memposisikan diri sebagai konsumen. Dengan demikian, ia dapat mengetahui kebutuhan sebenarnya dari konsumen, preferensi mereka, apa yang membuat perilaku mereka berubah dari offline ke online, hingga apa yang menjadi kekhawatiran mereka untuk berbelanja online.

"Ada empat kunci dalam menghimpun marketing insight. Pertama, objektif harus jelas. Kedua, tentukan studi yang digunakan menggunakan metode kuantitatif atau kualitatif. Untuk hal itu, harus disesuaikan dengan objektifnya. Ketiga, timeline harus disesuaikan. Keempat, lakukan analisis yang tajam," tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)