WAIZLY, FACEBOOK, DAN UKM

Bergabung dengan Facebook Indonesia sejak Mei 2015, Waizly Darwin langsung dipercaya menduduki posisi Head of SMB (Small Medium Business) Market Development. Bukan kursi empuk ternyata, karena menurut pengakuannya, ia justru harus rajin jalan-jalan ke Pasar Tanah Abang untuk melakukan riset.

Tak sia-sia, laku blusukan ini menghasilkan insight penting mengenai perubahan perilaku transaksi para penjualnya. Di balik suasana pasar Tanah Abang yang tidak lagi seramai dulu, Waizly menemukan fakta terjadinya sejumlah pergeseran transaksi dari offline menuju online. “Para penjual itu juga mengalami perubahan. Pembeli tidak perlu lagi datang ke situ, karena mereka sudah online,” ujarnya dalam workshop Facebook di Hotel Wisten, Jakarta. Analisis ini ia perkuat dengan ditemukannya sebuah kedai di tengah pasar, yang menyediakan jasa foto produk untuk para pedagang di Pasar Tanah Abang, lengkap dengan modelnya. Untuk satu produk foto ditarif minimal Rp70 ribu, tergantung level bajunya.

Facebook (FB) saat ini merupakan media sosial terbesar di Indonesia dengan jumlah pengguna aktif bulanan mencapai 88 juta orang, 48 juta di antaranya selalu mengakses setiap hari. Dengan jumlah pengguna yang demikian banyak, menurut Waizly, FB merupakan media promosi yang efektif termasuk bagi start up dan pelaku UKM di Tanah Air.

Saat ini, paparnya, ada sekitar 70 UKM di Indonesia yang bergerak lintas sektor. Namun dari angka tersebut, baru 15 juta UKM yang sudah berbisnis lewat jalur online. Oleh karena itulah Waizly rajin menggiring para pelaku UKM di Indonesia agar memanfaatkan salah satu tool yang disediakan Facebook, yakni Pages untuk optimalisasi bisnis yang dimiliki.

Sebelum bergabung dengan Facebook, Waizly sempat lama berkecimpung di dunia penerbitan sebagai chief executive di sebuah majalah pemasaran. Sebelum dipercaya untuk menggawangi Majalah tersebut, dia juga merupakan salah satu konsultan kepercayaan MarkPlus dan sempat menelurkan sebuah buku berjudul “100 Kisah Klasik Pemasaran”. “I eat, sleep, and dream with Marketing over the past 10+ years,” tulis lulusan Nahnyang Technological University ini di media sosial profesi LinkedIn. (Bintari)

Tags:
facebook UKM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Begini Cara KidZania Mengedukasi Para Brand Ambassador-nya

Salah satu peran brand ambassador adalah mengkomunikasikan produk atau layanan yang mereka wakili kepada publik. Sejatinya, seorang brand ambassador atau...

Close