Waroeng Cafe 27, Bisnis Baru Boss Dwi Sapta Advertising

Siapa yang tak kenal Kudus? Salah satu kota di Jawa Tengah itu, dikenal sebagai kota kelahiran sejumlah pengusaha rokok ternama di Indonesia. Sebut saja, Djarum dan Nojorono. Bahkan, di kota itu pula lahir pengusaha rokok kretek pertama di Indonesia, Nitisemito, dengan merek Bal Tiga. adji watono Namun, siapa sangka, di kota Kudus, telah lahir juga pengusaha lokal yang mampu mengguritakan bisnis advertising-nya di pasar nasional. Adalah Adji Watono, pria kelahiran Kudus pada 17 Mei 1950 silam, kini dikenal sebagai salah satu sosok pengusaha yang sangat diperhitungkan di industri advertising. Berkat kerja keras dan semangat pantang menyerahnya, Dwi Sapta Group kini mampu mensejajarkan diri dengan agensi multinasional dan sanggup menempati posisi lima besar di industri advertising Indonesia. Sukses membangun kerajaan bisnis di industri advertising, rupanya telah memicu ayah dua putri itu untuk membangun bisnis barunya di tanah kelahirannya, Kudus. Kali ini, bisnis yang dipilih Adji—sang founder sekaligus CEO Dwi Sapta Group—bukanlah bisnis advertising. Restoran, dengan brand Waroeng Cafe 27, dipilih Adji untuk membangun bisnis barunya di Kudus. Diceritakan Adji, “Sebagai putra kelahiran Kudus, saya memiliki emotional bonding yang kuat dengan tanah kelahiran saya. Apalagi, ayah saya memilih mempercayakan rumah keluarga yang dulu kami tinggali di Kudus kepada saya. Selain itu, ayah saya menjadi sosok yang mengajarkan saya tentang bisnis, termasuk menanamkan semangat pantang menyerah.” Demi mengapresiasi kepercayaan yang telah diberikan sang ayah, Adji pun memutuskan untuk menyulap rumah warisan ayahnya—yang berlokasi di Jalan Cempaka, belakang Pasar Kliwon-Kudus—menjadi restoran Waroeng Cafe 27. Tepat pada awal Maret 2016 lalu, Waroeng Cafe 27 resmi diluncurkan. Diakui putra satu-satunya dari enam bersaudara itu, kehadiran Waroeng Cafe 27 adalah untuk menginsiprasi anak-anak muda Kudus agar tidak takut untuk mewujudkan impian mereka dan mencapai kesuksesan masing-masing. Serupa dengan bisnis advertising-nya yang sudah dibangun sejak 35 tahun silam, Adji pun mengembangkan Waroeng Cafe 27 dengan mengedepankan tiga hal. “Yakni, bisnis harus memiliki konsep, memiliki diferensiasi, dan harus memiliki target yang jelas. Oleh karena itu, konsep yang saya hadirkan di Waroeng Cafe 27 adalah konsep internasional dengan taste lokal. Diferensiasi yang kami tawarkan adalah berupa good service dan good price dengan harga di bawah Rp 25 ribu, namun tetap mengedepankan good quality. Adapun target market kami adalah youth segmen, termasuk keluarga muda,” papar Adji. waroeng cafe 27 Lantas, bagaimana dengan strategi marketing dan komunikasi Waroeng Cafe 27? Dijawab Adji, tentu saja strategi yang digunakan adalah Integrated Marketing Communication (IMC)--sebagai strategi mumpuni yang senantiasa ditawarkan Dwi Sapta Group kepada klien-kliennya. Mulai dari mengkomunikasikan Waroeng Cafe 27 lewat media lokal seperti TV lokal, radio lokal, hingga media cetak lokal. Waroeng Cafe 27 juga rajin memanfaatkan social media seperti instagram, facebook, dan twitter. Sementara itu, untuk menciptakan kedekatan dengan para pengunjung, maka Waroeng Cafe 27 menggelar live music tematik setiap malam minggunya. Paling anyar, Waroeng Cafe 27 juga akan menggelar aktivasi “Nonton Asik Liverpool VS Arsenal” pada 14 Agustus mendatang. “Dengan strategi IMC ini, kami berharap dapat menciptakan emotional bonding dengan pengunjung,” harap Adji, yang menyebutkan bahwa investasi awal untuk membangun Waroeng Cafe 27 sebesar Rp 1,5 miliar. Untuk loyalty program, Waroeng Cafe 27 menggelar program membership. Yakni, untuk mereka yang telah melakukan transaksi minimal Rp 100 ribu, akan memperoleh satu stempel. Jika stempel yang terkumpul sudah mencapai sepuluh, maka mereka berhak memperoleh voucher makan di Waroeng Cafe 27 senilai Rp 100 ribu. Menariknya, Waroeng Cafe 27 pun digunakan Adji untuk menjadi channel baru bagi merek-merek klien Dwi Sapta Group. Ya, di Waroeng Cafe 27, Adji menawarkan paket menu yang melibatkan produk klien Dwi Sapta Group. Sebut saja, produk Torabika, Antangin dan Madu TJ, Energen, Hydro Coco, Adem Sari, Coolant, Bakmi Mewah, Indomie, hingga Fiesta White Tea. Untuk Torabika misalnya, Waroeng Cafe 27 menghadirkan menu Toracino Ice, Toracino Ice Float, Toralatte Ice, dan Torallate Ice Float. Ada juga menu Hot Energen, Adem Sari Ching Ku Ice, Ice Hydro Coco Original, Mie Mewah, Indomnie Ayam Spesial, Tempurangin (minuman yang terbuat dari Antangin dan Madu TJ, paket hemat Coolant, hingga paket hemat Fiesta White Tea. “Tahun depan, saya masih akan fokus membesarkan Waroeng Cafe 27 di Kudus,” tutup Adji.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
Read previous post:
Sukses Menyalip LG dan Sharp, Panasonic Pimpin Pasar AC

Pasar produk pendingin ruangan atau AC pada semester pertama 2016 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Merujuk data GFK, berdasarkan unit...

Close