Sinergi Lima Tim Shopee

Hanya dalam kurun waktu kurang dari dua tahun, aplikasi Shopee telah diunduh lebih dari 15 juta kali dan menjadi aplikasi belanja nomor satu di Google Play Store dan Apple Store. Tak heran jika saat ini Shopee dinobatkan sebagai destinasi belanja online nomor 1 di Indonesia. Siapa tim 'sukses'-nya? Bagaimana sepak terjangnya?

Menurut hasil survei JakPat kepada 1.000 responden dari 34 provinsi di seluruh Indonesia pada 12-17 Juni 2017 lalu, Shopee menempati posisi pertama sebagai destinasi belanja online favorit selama Ramadhan 2017. Prestasi ini bukanlah sesuatu yang mudah, karena jika dibandingkan dengan kompetitor, Shopee adalah 'pemain baru' yang resmi hadir di Indonesia Desember 2015 lalu.

Sukses Shopee tentu tak lepas dari peran tim Marketing yang sehari-hari bertugas untuk mempromosikan e-commerce asal Singapura tersebut di Indonesia, baik lewat media tradisional maupun media digital. Tim ini terbilang tim yang sangat besar, karena terdiri dari berbagai divisi dengan pekerjaan dan tanggung jawab yang berbeda. Pertama, tim PR & Communication yang fungsinya berkaitan dengan seluruh strategi komunikasi Shopee. Kedua tim Performance & Branding untuk publikasi Shopee di berbagai channel offline dan online berbayar. Ketiga, tim Social Media & Content yang berperan untuk mempublikasikan berbagai inisiatif terbaru di akun social media Shopee, diantaranya Instagram, Facebook, dan Twitter. Keempat, tim Event & Community yang bertugas melaksanakan kegiatan offline untuk pengguna setia Shopee, serta menjalin komunikasi yang baik dan erat dengan komunitas penjual Shopee di seluruh Indonesia, sekaligus membangun komunitas penjual yang erat.

Terakhir, namun tak kalah penting adalah tim Partnership. Tim ini berperan untuk menjalin dan menjaga kerja sama yang baik dengan berbagai mitra kerja Shopee untuk memberikan tambahan keuntungan bagi pengguna, diantaranya adalah Bank, perusahaan telekomunikasi, dan sebagainya.

Menurut Chris Feng, CEO Shopee, kunci utama kesuksesan tim adalah kemampuan anggota tim menelurkan ide kreatif-nya melalui konsep shared open space di lingkungan kerja. Konsep tersebut mendorong terjadinya diskusi dan kolaborasi antar karyawan, serta memberi kebebasan mengatur ritme pekerjaannya.

Setiap bulan, Shopee juga memiliki program internal untuk karyawan bernama “Orange Day” dimana seluruh karyawan berkumpul dan mengikuti aktivitas yang menyenangkan bersama-sama. Sementara untuk tim Marketing sendiri, sering dilakukan kegiatan kumpul bersama untuk semakin mengakrabkan diri diantara anggota tim dan dapat berdiskusi dalam suasana informal.

“Selain itu, untuk mengembangkan keahlian tim internal kami dan meningkatkan performa kerja setiap karyawan, secara rutin Shopee mengadakan berbagai pelatihan dengan beragam tema menarik, disesuaikan dengan kebutuhan setiap divisi. Hingga saat ini, anggota tim Marketing telah mengikuti pelatihan di antaranya tema Persuasion & Negotiation, dan Problem Solving & Emphatetic Listening,” tutur Feng.

Sebagai perusahaan yang bergerak di media digital, channel komunikasi menjadi sangat penting untuk mendukung sekaligus menyukseskan program kampanye Shopee. “Kami memanfaatkan channel komunikasi yang kami miliki antara lain website, official account, email blast, dan push notification. Kami senantiasa berupaya untuk menghasilkan konten yang menarik dan interaktif mengenai festival belanja dan inisiatif Shopee terkini. Kami juga menyesuaikan konten dengan karakteristik dari masing-masing pengguna channel,” ujarnya.

Selain itu, Shopee juga memperkuat strategi komunikasi-nya melalui media jejaring sosial, seperti Facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube. Social media bagi kami, lanjut Feng, tak hanya sebagai penunjang promosi, tetapi sebagai strategi yang efektif untuk mendengarkan tanggapan dari pengguna serta membantu mereka apabila menghadapi kendala. Shopee juga berkolaborasi dengan sejumlah Key Opinion Leaders atau KOLs seperti selebriti, influencer, dan komunitas, termasuk melibatkan pengikut mereka untuk mempromosikan inisiatif Shopee.

“Kami percaya, keterlibatan pengguna, baik pembeli maupun penjual, sangat penting untuk memastikan brand agar senantiasa diingat oleh pengguna. Karenanya kami secara konsisten melaksanakan beragam kegiatan offline, seperti sesi edukasi bisnis “Kampus Shopee”, kumpul komunitas penjual “Ngupee Shopee”, dan sebagainya,” ungkap Feng.

Februari 2017 menjadi golden moment tim ini dimana Shopee meluncurkan iklan Shopee untuk pertama kali pada bulan Februari 2017. “Untuk mendukung iklan tersebut, kami juga melaksanakan kompetisi online dan parodi iklan melalui social media yang diikuti pengguna dari seluruh pelosok negeri. Hasilnya, semakin banyak orang mengetahui, mengunduh aplikasi, dan berbelanja di Shopee. Hal ini terlihat dari adanya peningkatan jumlah transaksi harian yang Shopee terima setelah iklan tersebut ditayangkan,” pungkas Feng. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Maglite Hadirkan Tiga Varian Baru

Hadir sejak tahun 1955, merek senter Maglite dari Amerika kini telah memasuki pasar Indonesia. Melalui distributornya, Kawan Lama Group, produk...

Close