Tim Sukses Oppo Menembus Pasar Indonesia

Hanya dalam waktu empat tahun, Oppo Indonesia berhasil meraih brand awareness 98,1% dan pada kuartal ketiga 2017 menguasai 23,5% pangsa pasar smartphone nasional. Pada tahun kelima-nya ini, tim marketing Oppo Indonesia berharap menaikkan kinerja Oppo menjadi brand preference konsumen Indonesia.

Sebagai pendatang baru di industri gadget Indonesia pada 2013, tugas tim marketing Oppo Indonesia terbilang cukup menantang. Maklum, Oppo harus menantang para incumbent yang sudah sangat kuat menancapkan kuku di pasar Indonesia seperti Samsung, Sony dan lainnya. Diceritakan Alinna Wen, Marketing Director Oppo Indonesia, selain harus membangun brand awareness, tim juga dituntut untuk merancang strategi untuk membangun kepercayaan konsumen.

“Dalam setahun-dua tahun, konsumen mungkin belum percaya dengan brand Oppo, misalnya mereka ragu kalau beli produk Oppo ada service centre-nya apa tidak. Untuk itu, pada tahun pertama kami melakukan semua cara untuk membangun kepercayaan. Sekarang, setelah kepercayaan tumbuh dan performa jauh lebih baik, tugas kami bukan lagi sekadar meningkatkan awareness, melainkan bagaimana supaya konsumen Indonesia, khususnya anak muda, lebih suka/cinta dengan brand Oppo,” tuturnya.

Untuk berhasil mencapai brand awareness hingga 98,1% seperti saat ini dan menguasai 23,5% pangsa pasar smartphone nasional, tim marketing Oppo Indonesia selalu mengganti strategi pemasaran berdasarkan hasil survei internal. Setiap tahun, katanya, Oppo Indonesia membuat dua kali panel riset yang dilakukan pada tengah tahun dan akhir tahun. Dengan begitu, tim selalu tahu pencapaian pada tahun sebelumnya dan bagaimana menentukan target ke depannya, sekaligus tahu seperti apa tren-nya.

Menurut Alinna, mencari tahu target utama yang ingin disasar, mengembangkan survei, memahami behavior target konsumen sekaligus memahami like dan dislike mereka adalah kunci utama Oppo Indonesia bisa tumbuh seperti sekarang. “Kami ingin membidik segmen anak muda, tapi seperti apa pendapat dan feedback dari mereka, kami harus lebih dulu mengetahuinya melalui riset yang kami lakukan. Untuk kami, intinya kepada siapa kami berbicara, target utama-nya siapa. Dengan begitu, kami bisa memahami dan membuat marketing plan yang cocok serta relevan untuk mereka,” ujarnya.

Sejak 2015, Oppo secara global mengembangkan strategi yang disebut Alinna sebagai entertainment marketing. Maksudnya, untuk menggarap pasar anak muda, Oppo melakukannya dengan meng-entertain mereka dalam setiap kampanye yang dilakukannya. “Karena berdasarkan hasil riset kami, anak muda lebih suka kampanye atau kegiatan promosi yang entertain. Ketika mereka melihat TVC Oppo misalnya, mereka akan menilai kalau Oppo adalah brand yang kreatif, menghibur, dan membuat mereka penasaran sehingga mereka akan mencari tahu dimana lokasi tempat eksekusi TVC-nya, atau musik siapa yang dipakai.”

Untuk itu, tim marketing menciptakan strategi marketing yang dinamakan hero product—yaitu melalui pengembangan produk Oppo. Hero product adalah produk Oppo yang diunggulkan dalam setahun dan perusahaan memfokuskan semua resources untuk memasarkan produk tersebut, misalnya Oppo F1, Oppo F3, dan yang terbaru Oppo F5. Belajar dari pengalaman di tahun sebelum-sebelumnya, performa Oppo F5 dinilai yang paling membanggakan dan memuaskan, karena semua tim sudah tahu apa yang harus dilakukan, riset juga matang, jadi lebih sukses dibandingkan produk sebelumnya.

Siapa saja tim marketing Oppo Indonesia? Tim ini dipimpin oleh Alinna sebagai Marketing Director. Tim yang mayoritas terdiri dari anak muda usia 20 sampai 30 tahun-an ini berjumlah 40 orang yang dibagi lagi menjadi lima divisi, antara lain Divisi Marketing Planning, Divisi Digital Operation, Divisi Advertising Procurement, Divisi POS Visual (desain visual toko-red), dan Divisi Resources Planning. Karena dikelilingi sebagian besar anak muda, diakui Alina bahwa atmosfir kerja tim menjadi sangat fun, semangat, dan penuh kreativitas serta ide baru.

Dan yang paling menyenangkan, katanya, adalah semua anggota tim, juga hampir semua karyawan Oppo yang berjumlah 21 ribu, mempunyai mimpi bahwa konsumen Indonesia dari waktu ke waktu makin suka kepada brand Oppo. Semua ingin Oppo semakin dicintai di Indonesia, katanya.

Lalu apa yang ingin dicapai tim marketing Oppo di tahun ini? “Kalau dulu target kami adalah membuat Oppo menjadi brand terkenal di Indonesia. Sekarang target kami adalah membuat Oppo menjadi brand yang paling disukai anak muda. Intinya, bagaimana mengubah awareness jadi preference. Sambil jalan, kami sambil mencari tahu bagaimana meningkatkan preferensi anak muda Indonesia terhadap brand Oppo,” pungkas Alinna. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)