Tim "Think Tank" di Balik Sukses AdAsia Bali 2017

Lebih dari 1.200 orang--400-nya adalah delegasi dari negara-negara luar--hadir sepanjang perhelatan AdAsia Bali 2017 yang dihelat di Bali pada 8-10 November lalu. Sejumlah pembicara pakar komunikasi dan marketing kelas global maupun lokal berhasil didatangkan. Mulai dari Sang Pendiri Chief Evangelist di Apple yang dikenal sebagai tim inovasi di awal-awal Apple diluncurkan Guy Kawasaki, penulis buku terlaris di dunia Martin Lindstrom yang dikenal sebagai pakar yang merilis konsep Small Data, Vice President Ogilvy Noor Shelina Janmohamed, pemenang 13 kali F1 Grand Prix David Coulthard yang bicara soal konten sport marketing di Red Bull, hingga dua pembicara kunci lainnya, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti, hingga sang Pendiri Sekjen PBB sekaligus peraih Nobel Perdamaian Kofi Annan yang berbagi tentang isu Positive Change.

Tak hanya mampu menghadirkan para pembicara kelas dunia, AdAsia Bali 2017 juga mampu membuat ribuan partisipan bertahan hingga hari terakhir di sepanjang konferensi. Bahkan, antusiasme media pun serupa dengan para partisipan. Para jurnalis tampak meliput sekaligus melakukan live streaming di sana. Mulai dari sejumlah stasiun TV nasional, media dari negara-negara lain, media online, hingga media cetak.

Sukses AdAsia Bali 2017 tak lepas dari konten sekaligus eksekusi yang nyaris sempurna. Tak hanya mampu menyajikan konten kekinian yang memang dibutuhkan para partisipan, namun AdAsia Bali 2017 juga mampu memenuhi kebutuhan para media, alias jurnalis. AdAsia Bali 2017 menjadi pionir untuk event konferensi Advertising dan Marketing pertama di Tanah Air yang menyediakan Press Room. Tak hanya itu, media pun diberikan kemudahan sekaligus keleluasaan untuk mewawancarai seluruh pembicara maupun berfoto bersama. Yakni, dengan menggelar press conference di Press Room untuk setiap pembicaranya. Bahkan, jelang AdAsia Bali 2017, press conference sudah digelar di Jakarta. Sementara pada saat event berlangsung, setiap harinya disediakan pula buletin yang berisi rekapitulasi berita dari tema yang bawakan pembicara serta foto-foto kegiatan di hari sebelumnya.

Alhasil, AdAsia Bali 2017 mendulang liputan yang sangat banyak, mulai dari pre event, saat event, hingga pasca event. Makin lengkap, para peserta juga mem-posting fofo-foto mereka di Instagram dan Facebook serta melakukan kultwit maupun live twit dari akun Twitter mereka. Ya, tim AdAsia Bali 2017 memang mampu memanfaatkan pendekatan Public Relations (PR) yang efektif lewat media.

Lantas, bagaimana dengan para sponsor? Tim penyelenggara AdAsia Bali 2017 memberikan ruang untuk mereka mendirikan booth serta melakukan branding di berbagai area Bali Nusa Dua Convention Center. Mereka pun berpeluang menciptakan brand sekaligus consumer engagement dengan ribuan peserta AdAsia Bali 2017--yang notabene merupakan pasar potensial. Yang makin istimewa, para sponsor terpilih diberi kesempatan isitmewa untuk menghadirkan Meet & Greet serta foto bareng dengan Kofi Annan di akhir acara.

Hasilnya, tak hanya peserta, media, dan sponsor yang mengapresiasi. Namun, Raymond So, Chairman Asian Federation of Advertising Associations (AFFA) selaku payung dari AdAsia juga turut mengapresiasi. Menurutnya, AdAsia Bali 2017 tercatat sangat bagus dan dapat menjadi benchmark untuk event AdAsia berikutnya. "Terima kasih tim AdAsia Bali 2017. Terima kasih Harris Thajeb dan terima kasih wonder women AdAsia Bali 2017, Maya Watono. Penyelenggaraan event ini dapat menjadi benchmark untuk AdAsia berikutnya, yang akan digelar di Pakistan pada 2019 dan Macau pada 2021," katanya pada sambutan di acara penutupan AdAsia Bali 2017.

Indira Abidin, Chief Happiness Officer Fortune Indonesia yang hadir pada AdAsia Bali 2017 serta melakukan kultwit pada saat konferensi berlangsung, turut mengapresiasi tim penyelenggara yang mampu menghadirkan para pembicara berkelas dunia sekaligus mengeksekusi konferensi bak sebuah pertunjukkan sehingga membuat para peserta yang hadir tidak bosan, alias mau bertahan hingga akhir. Ia juga mengapresiasi tim PR dan Media yang dikomandani Saida Rosadi. Mulai dari kehadiran press room, hingga kemudahan mengakses pembicara bagi wartawan.

Sukses tersebut tak lepas dari tim think tank yang hebat di balik AdAsia Bali 2017. Mereka antara lain Harris Thajeb, Maya Watono, Janoe Arijanto, hingga tim Public Relations dan Media yang dikomandani Saida Rosadi. Diungkapkan Maya, keberhasilan AdAsia Bali 2017 tak lepas dari kerja keras semua tim.

"Tim AdAsia Bali 2017 sudah melakukan persiapan sejak setahun lalu. Mulai dari bekerja sama dengan sejumlah media sebagai media partner, roadshow ke berbagai negara untuk mengundang sekaligus mengedukasi AdAsia Bali 2017 kepada calon delegasi dari luar negeri, hingga roadshow ke sejumlah perusahaan di Indonesia," papar Maya Watono, Head of Organizing Committee AdAsia Bali 2017 yang juga Kepala Hubungan Internasional PPPI dan CEO Dwi Sapta Group-A Dentsu Aegis Network Company.

Sukses AdAsia Bali 2017 tentu saja tak lepas dari tim kurasi pembicara. Adapun tim kurasi pembicara adalah Maya, Janoe, dan Emmanuel Arandiga. Janoe Arijanto, Program & Content AdAsia Bali 2017 yang juga CEO Dentsu Strat, mengatakan, "Untuk menentukan para pembicara, kami sangat mempertimbangkan lanskap industri marketing dan komunikasi saat ini hingga lima tahun ke depan. Mulai dari isu media, konten, teknologi, hingga multidisiplin yang mempengaruhi dunia komunikasi, kami hadirkan di sini."

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Peran Hipka Jadikan Bandung Kota Kreatif

Kota kreatif, demikian persepsi yang ingin dibentuk oleh pemerintah terhadap Kota Bandung. Upaya membentuk persepsi tersebut cukup dimaklumi, mengingat pertumbuhan...

Close