KALOG, Pemain Baru yang Patut Diperhitungkan

Sebagai pemain baru di bisnis penyedia jasa logistik multi moda, posisi PT Kereta Api Logistik (KALOG) patut diperhitungkan.  Dalam riset big data yang dilakukan MIX bekerjasama dengan Ivosight,  salah satu anak usaha PT Kereta Api Indonesia/KAI (Persero) ini masuk dalam lima besar.

Sejak hadir pertama kali tanggal 8 September 2009, Kalog mengusung positioning sebagai perusahaan penyedia jasa logistik pelat merah. Namun, dalam dua tahun belakangan banyak terobosan yang dilakukan. Misalnya, seiring dengan dinamika pasar, izin usaha perusahaan berubah dan melakukan repositioning dari jasa pengurusan transportasi menjadi Badan Usaha Angkutan Multimoda.

Dengan perubahan tersebut, maka mulai tahun ini KALOG resmi menyelenggarakan Jasa Usaha Angkutan Multimoda, sehingga segmen pasarnya sekarang tidak lagi terbatas pada pasar logistik dengan kereta api, namun pangsa pasar dengan kebutuhan logistik yang terpadu.

Jangkauan layanan juga meningkat. KAI Logistik Express kini melayani kebutuhan pengiriman lintas pulau. Coverage area dan lead time meningkat dengan dukungan perwakilan yang hampir menyebar di lebih dari 140 titik di Jawa dan Bali.

Perubahan tersebut memberi peluang bagi KALOG untuk menawarkan empat lini bisnis utama, yaitu Angkutan Multi Commodity (pengiriman komoditas untuk angkutan peti kemas, semen, komoditas khusus seperti limbah B3); Terminal Logistik (mengelola terminal logistik dan melayani bongkar muat, Warehouse Management, container storage, packing, hingga pengangkutan BBM); Penanganan Batubara (melayani loading/unloading dan stockpile batubara); serta Kurir dan Logistik (pengiriman barang dan dokumen ke berbagai wilayah di Tanah Air).

Maraknya e-commerce yang terjadi saat ini, diakui Plt. Direktur Utama KAI Logistik TLN.   Ahmad Malik Syah, memiliki potensi yang cukup besar bagi industri kurir. Kendati saat ini fokus utama KALOG Express mempertahankan eksisting market dan pelanggan untuk angkutan barang ritel, namun secara bertahap mulai merambah pengiriman e-commerce.

“Akan bertahap masuk ke layanan kurir dengan target menyasar lini e-commerce dengan membangun kapabilitas di bidang Internet of Things (IoT) dan delivery sebagai pelengkap dari kecepatan distribusi kereta dan outlet yang sudah tersebar luas,” tuturnya.

Upaya memantapkan positioning-nya di ranah media sosial dilakukan melalui serangkaian promo produk dan program aktivasi untuk branding maupun mendongkrak awareness. Pada promo produk, baru-baru ini pihaknya meluncurkan layanan Premium KALOG+, yaitu layanan pengiriman dengan waktu cepat. Pengiriman dalam Pulau Jawa dengan waktu pengiriman hanya satu hari.

“Hadirnya KALOG+ akan menjadi kemudahan dan nilai lebih bagi pelanggan, karena pelanggan tidak lagi dibebankan tarif flat untuk berat 1-10 kg, melainkan menyesuaikan berat aktual dengan minimal berat 3kg,” papar Malik.

Di samping itu, pelanggan tidak harus mengambil paket di stasiun tujuan, namun akan diantarkan hingga ke alamat tujuan dengan jadwal pengantaran menyesuaikan keinginan pelanggan. KALOG+ dilayani melalui KAI Logistik Express mulai tahun ini.

Pada tahap awal, layanan KALOG+ berlaku di Jakarta, Bandung, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Banyuwangi, Denpasar dan akan secara berkelanjutan diperluas hingga kota-kota lainnya. Pelanggan dapat melakukan pengiriman beragam barang seperti dokumen, sepeda, sepeda motor, hingga barang elektronik. Untuk menggaet pelanggan, KAI Logistik Express memberi promo diskon 40% untuk semua tujuan periode 7-16 Januari 2021 lalu.

Sementara itu, pengelolaan media sosial ditangani oleh divisi Corporate Secretary, khususnya unit Public Relations, di mana tugas utama dalam membangun citra sejalan dengan upaya membangun kredibilitas melalui media sosial.

Malik menjelaskan, fokus pada penguatan media sosial baru dilaksanakan pada 2020, di mana kegiatan media sosial sudah dipetakan menjadi salah satu strategi komunikasi dan peningkatan brand image KALOG. Objektif utamanya adalah membentuk brand awareness dan meningkatkan brand positioning di tengah industri logistik Tanah Air.

“Apabila percakapan negatif di media sosial diakibatkan dari ketidakpuasan dari layanan, maka tim Customer Service akan menindaklanjuti dengan menghubungi secara personal pelanggan tersebut untuk menampung keluhan untuk dapat diselesaikan sesuai aturan dan kebijakan yang berlaku,” lanjut Malik.

Secara umum pendapatan usaha tahun 2020 sebesar 96% dari target yang telah ditetapkan, laba usaha sebesar 104% atau Rp 106 milyar. Sementara keseluruhan volume angkutan, berhasil meraih 105% dari target.

“Walaupun dibandingkan kinerja 2019 mengalami penurunan, namun di tengah krisis dan pandemi, kinerja KALOG secara garis besar menunjukkan hasil yang baik,” tandas Ahmad Malik Syah.

Hasilnya, KALOG berhasil menempati peringkat ke-4, dengan nilai indeks 76.68, untuk kategori Logistik pada program “Indonesia Most Engage Delivery Services Brand 2021” yang digelar Majalah MIX.

Tags:

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)