5 Concern of the PR Profession

Era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) menuntut para pelaku bisnis, termasuk para profesional Public Relations (PR), untuk berubah. Perubahan menjadi sangat penting demi menjawab tantangan global di era MEA, dimana kompetisi bisnis akan semakin ketat dan perilaku konsumen juga berubah seiring maraknya tren digital.

Jose Manual Velasco, Chair Global Alliance for Public Relations and Communication Management, pada perhelatan “First ASEAN Public Relations Regional Conference” (APRC) yang mengusung tema “Communicating ASEAN’s Global Competitiveness”, mengemukakan bahwa ada lima fokus yang harus diperhatikan dari profesi PR (PR Profession).

Berikut ini lima fokus utama dari profesi seorang PR menurut Jose.

#1 Post-Truth is Eroding Our Professional Trust Tahun 2017, menurut Jose, gap kepercayaan (trust) sudah melebar. Hal itu setidaknya telah terjadi pada tingkat kepercayaan di empat insitusi, seperti pemerintah, bisnis, media, dan NGO atau Lembaga Swadaya Masyarakat.

#2 Marketing is Gaining Room Again Saat ini, menurut Jose, pemasaran telah mendapat ruang kembali. Akibatnya, dalam lima tahun ke depan, term atau istilah “PR” akan dituntut untuk berubah. Mengapa? Sebab, merujuk data Global Alliance, 87% profesional mengatakan bahwa term PR tidak akan mampu mendeskripsikan kerja mereka dalam lima tahun ke depan.

#3 What is Our Purpose as A Profession? Fokus berikutnya yang perlu diperhatikan dari seorang PR adalah apa tujuan dari profesi seorang PR? Jose pun menyarakan bahwa tujuan dari profesi seorang PR adalah help people (menolong masyarakat) dan mengembangkan sekaligus mempertajam bakat.

#4 We Must Transform Ourselves for The Digital World Era digital telah menuntut para praktisi PR untuk mentransformasi diri mereka. Menurut Jose, ada sejumlah tren penting yang harus dicermati yang notabene berdampak pada masa depan PR. Tren tersebut di antaranya, digital storytelling, social listening, social purpose, big data, behavior research, influencer marketing, real time marketing, branded content, live streaming, artificial intelligence, virtual reality, hingga fake news.

#5 Are We Mentoring the Next Generation of PR Managers (digital natives)? Fokus profesi PR saat ini adalah apakah kita telah melakukan mentoring kepada generasi berikutnya dari PR Manager, dalam hal ini mereka yang berasal dari segmen digital natives. Oleh karena itu, penting bagi para profesional PR di perusahaan untuk mencermati segmen millennial yang juga digital natives. Pelajari juga karakter mereka yang terhitung percaya diri, memiliki kecepatan yang tinggi, serta berorientasi pada hasil.

Jose pun menutup speech-nya pada acara “First ASEAN Public Relations Regional Conference” hari ini (21/9) di Bali dengan mengutip kalimat Harold Stephens: “Ada perbedaan yang besar antara khawatir dengan concern. Seseorang yang khawatir, maka yang dilihat adalah masalah. Akan tetapi, orang yang concern justru menyelesaikan masalah”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)