Empat Perubahan yang Harus Dijalankan Praktisi PR

Teknologi yang tidak pernah berhenti berkembang akan selalu mempengaruhi kehidupan manusia, baik itu dalam hal berpikir, bertindak, maupun berkomunikasi. Dengan adanya perubahan-perubahan yang dinamis tersebut, praktis dunia PR dan marketing perusahaan perlu untuk ikut berubah sesuai dengan kemajuan zaman.

pr_for_business___1437640250_98792

Perkembangan teknologi membuat dunia PR turut berubah

Lalu, seperti apa saja perubahaan yang akan dialami oleh dunia PR dan marketing dalam waktu dekat ini? Berikut empat prediksi Jennifer Maloney, sebagaimana dilansir oleh situs www.enterpreneur.com:

1. Adanya kolaborasi dengan para influencer Berbagai strategi marketing yang efektif biasanya bergantung pada kredibilitas dari pihak ketiga, misalnya saja pada strategi WOM, press coverage maupun endorsement. Ya, terlepas dari siapapun target audiens Anda, cara terbaik untuk meraih kredibilitas ialah dengan meminta influencer untuk berbicara mengapa mereka mengapresiasi produk atau pelayanan brand Anda.

Dengan menjamurnya platform self-publishing serta jejaring sosial media, brand dapat berkolaborasi dengan para individu yang terkoneksi internet untuk mempublikasikan konten yang dapat merangkul para audiens niche. Para influencer tersebut dapat diminta untuk menuliskan komentar positif di jejaring sosial mereka, menggunakan gambar yang bersifat impactful di Instagram, atau melalui video-video menarik karya mereka di YouTube. Kolaborasi konten antara brand dan influencer ini pada akhirnya dapat menjadi sarana PR dan marketing yang sangat efektif bagi perusahaan Anda.

2. Komunikasikan aspek “why” Di era serba transparan ini, performa brand dapat dengan mudah diketahui oleh audiensnya melalui berbagai channel digital, mulai dari video berisi cerita pengalaman tidak menyenangkan audiens ketika memanfaatkan brand, hingga keluhan-keluahan via Twitter. Tren ini merupakan tantangan sekaligus kesempatan bagi brand untuk membangun dan mengimplementasikan core values yang dapat membuat brand mereka lebih relevan kepada publik.

Menurut survei terhadap konsumen Millenial yang dilakukan pada Januari 2015, sekitar 58 persen konsuen Gen Y mengharapkan brand untuk mempublikasikan konten online sebelum mereka mengeluarkan produk. Sementara itu 43 persen konsumen menilai bahwa otentisitas sama pentingnya dengan isi konten itu sendiri. Oleh sebab itu, pastikan bahwa brand Anda mampu menyajikan “why behind” serta menampilkannya ke dalam budaya perusahaan Anda.

3. Ciptakan konten, bukan iklan Saat ini belanja iklan telah diadaptasi ke dalam dunia digital. Perangkat-perangkat semacam postingan sponsor dan native advertising juga dapat memungkinkan brand untuk membuat konten user-specific kaya yang mampu menceritakan story relevan ketimbang hanya promosi berulang maupun sales pitch. Oleh sebab itu, brand harus lebih pintar lagi dalam hal membuat maupun mengkostumasi konten online mereka.

4. Berikan eksklusivitas kepada media-media tradisional Di era digital saat ini pun, berbagai media tradisional seperti surat kabar, jurnal trade, surat kabar harian, dan tayangan broadcast masih menjadi pihak ketiga yang memiliki kredibilitas dan kekuatan tersendiri. Dan, perlu disadari bahwa berbagai jenis media ini tengah menghadapi kompetisi yang semakin ketat. Oleh sebab itu, ada baiknya bila Anda menawarkan pers rilis eksklusif sesuai dengan segmen media. Brand Anda pasti memiliki banyak layers. Carilah angle terbaik sehingga Anda dapat bercerita tentang brand story dari berbagai aspek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)