Experiential Marketing ala Faber-Castell

Pandemi Covid-19 menjadi tantangan utama bagi pemasar atau brand dalam menghadirkan product experience sekaligus brand engagement. Lantaran, pembatasan sosial berskala besar (PSBB) membuat brand kesulitan dalam menggelar aktivasi merek secara offline. Oleh karena itu, pemasar dituntut untuk kreatif dalam menghadapi tantangan tersebut.

Sejatinya, ada banyak cara kreatif yang dapat dilakukan pemasar untuk menjawab tantangan tersebut. Faber-Castell, merek alat tulis asal Jerman misalnya, memilih strategi experiential marketing dalam menyikapi pandemi.

Faber-Castell mampu menghadirkan product experience sekaligus brand engagement melalui program workshop bertajuk “IceCream Party” pada Sabtu ini (3/10) secara virtual. Melalui workshop online ini, Faber-Castell mengajak media untuk membuat karya seni dengan menggambar es krim, yang tentu saja menggunakan produk terbarunya, Soft Pastel Art Starter Kit.

Sebelumnya, puluhan media yang diundang, dikirimkan produk Soft Pastel Art Starter Kit ke rumah mereka masing-masing. Produk tersebut nantinya akan digunakan mereka untuk mengikuti workshop online yang dipandu oleh Creative Development Faber Castell Interantional Indonesia Yayu Rahayu dan Product Executive Faber-Castell International Indonesia Hanny Ika.

Ya, Sabtu pagi ini, puluhan jurnalis bersama anak-anak mereka tampak antusias mengikuti jalannya workshop. Di sela-sela workshop online, baik jurnalis maupun anaknya tampak aktif melontarkan sejumlah pertanyaan seputar penggunaan produk maupun cara menggambar es krim di atas kertas gambar hanya dengan sentuhan jari.

Dijelaskan Public Relations Manager PT Faber-Castell International Indonesia Andri Kurniawan, produk baru ini diciptakan untuk mendorong setiap individu, bahkan yang tidak dapat menggambar pun, untuk berani menggambar dan mewarnai dengan sentuhan jarinya.

“Produk Soft Pastel Art Starter Kit ini yang sudah dilengkapi dengan alat-alat pendukung seperti Soft Pastel set 24, Perfection Eraser With Brush, Kneadable Eraser, Stencil, Pen Eraser, dan Pastel Art Paper yang akan mempermudah proses pembuatan sebuah karya,” ia menjelaskan.

Kelebihan lain dari produk Soft Pastel Faber-Castell, lanjutnya, adalah teksturnya yang menyerupai kapur sehingga sangat mudah diaplikasikan pada media kertas serta menghasilkan sensasi tersendiri dan warna-warna yang sangat cemerlang karena mengandung pigmen terbaik sehingga hasil gambar dapat bertahan lama hingga puluhan tahun.

“Kegiatan menggambar dan mewarnai juga bisa dilakukan bersama-sama di rumah, untuk membangun kembali bonding antara anak dan orang tua. Bahkan, hasil karya dapat dijadikan dekorasi rumah. Artinya, selain memperindah suasana rumah, ini juga bisa menjadi kenangan manis bersama keluarga,” yakin Andri.

Lebih jauh Andri menuturkan, beberapa penelitian juga menjelaskan manfaat lain dari menggambar bagi orang dewasa. Di antaranya, dapat menghindari pikun (dementia), menghindari stroke, serta dapat melatih fokus dan konsentrasi.

Kemudahan menggambar dan mewarnai dengan hanya menggunakan sentuhan jari turut dirasakan oleh Dwi, jurnalis dari MIX yang ikut berpartisipasi pada workshop online ini. “Kalau selama ini saya berpikir bahwa menggambar harus menggunakan pensil warna, crayon, hingga kuas cat air, maka saya baru tahu bahwa hanya dengan sentuhan jari, kita bisa menggambar yang bagus. Ternyata, sesederhana itu kita bisa membuat karya seni dengan menggunakan Soft Pastel Faber-Castell,” ceritanya.

Hal senada diungkapkan dua jurnalis lainnya yang juga mengikuti workshop online ini, yakni Dian dari Harian Waspada Medan dan Inung dari Menara62.com. Diungkapkan Dian, “Workshop-nya keren. Ternyata menggambar gak susah-susah banget. Ngikuti workshop ini, kita jadi lupa waktu, karena saking serunya. Sering-sering ajah ngadain workshop kayak gini.”

Sementara itu, dituturkan Inung, “Kalau biasanya saya sibuk Pembelajaran Jarak Jauh untuk untuk dua anak saya, sampai kita gak sempet refreshing, sekarang kami senang banget. Bareng dua anakku, kami bisa refreshing dengan bisa menggambar bersama. Seru banget sampai kami berebutan warna. Kami jadi sampai lupa waktu. Rebutan alat. Sering-sering ajah bikin program seperti ini.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)