Indonesia Menjadi yang Pertama untuk "ASEAN PR Conference 2017"

ASEAN PR Regional Conference (APRC) 2017 resmi dibuka hari ini (21/9) di Bali oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, yang didampingi oleh Prita Kemal Gani, Inisiator sekaligus Presiden ASEAN Public Relations Network (APRN). Pehelatan APRC 2017 merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 ASEAN.

Dijelaskan Prita, perhelatan APRC 2017 mengusung tema "Communicating ASEAN'S Global Competitiveness". Melalui tema tersebut, APRN selaku tuan rumah bersama Global Alliance Public Relations and Communication Management, akan menghadirkan aneka isu PR terkait kompetisi global ASEAN yang akan dihadapi oleh para profesional PR.

"Tema konferensi ini menyentuh beberapa aspek pengembangan utama dari profesi maupun isu PR. Inilah tugas kami untuk memastikan konferensi interaktif dan produktif dari berbagi pengetahuan dalam suasana yang menyenangkan," kata Prita.

Pada kesempatan itu, Rudiantara berbicara dari perspektif Indonesia tentang berkomunikasi di ranah publik guna memperbaiki radikalisme digital. Termasuk, bagaimana ICT (Information and Communication Technology) dapat memanfaatkan Public Relations untuk mendorong Usaha Kecil Menengah.

Ditambahkan Prita, para partisipan APRC 2017 tidak hanya berasal dari profesional, tetapi juga akademisi, mahasiswa, dan berbagai anggota asosiasi public relations (PR) dari negara lain. "Mereka berasal dari Sydney, Bangkok, Mumbai, Ho Chi Min, Kuala Lumpur, Manila, Singapore, Perth, Canberra, London, Jakarta, Bali, Batam, dan kota lainnya di Indonesia. Suatu kebanggaan bagi kami bahwa konferensi ini tidak hanya diikuti oleh peserta dari ASEAN saja," ucapnya.

Konferensi yang berlangsung selama tiga hari (20 hingga 23 September) itu menghadirkan 36 tokoh besar di dunia sebagai pembicara, antara lain Indonesia, Singapura, Thailand, Malaysia, Filipina, Vietnam, dan Australia. Di antaranya, Menteri Rudiantara, Chairul Tanjung selaku CEO CT Corp, Profesor dan Wakil Dekan di Singapore Management University & Co-Chair ASEAN Conference Committee Prof. Gregor Halff, Krishnasamy Bhavani, selaku Managing Director International PR Training Pte Ltd, Ramon R. Osorio selaku Mantan Kepala Komunikasi Perusahaan di ABS-CBN dan Mantan Presiden Masyarakat Hubungan Masyarakat Filipina, Ma. Lourdes N. Tiquia selaku CEO PUBLiCUS Asia, Inc (Phillippines), Jennifer Muir selaku Presiden Direktur Hubungan Masyarakat Australia & Counsel Primary Communication (Australia).

Lebih lanjut Prita menerangkan bahwa APRN berdiri pada bulan Juni 2014. Objektifnya adalah untuk menjadi platform yang dapat memfasilitasi konektivitas antara pemimpin PR, praktisi PR, pendidik PR, institusi PR, dan Global Alliance for Public Relations and Communication Management--konfederasi asosiasi dan institusi pengelolaan PR dan komunikasi utama di dunia yang mewakili 500.000 praktisi dan akademisi di seluruh dunia dan 160.000 di American PR Society.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)