Setelah Kuliner dan Fashion, Djarum Foundation Hadirkan Sekolah Maritim

Kementerian Perhubungan RI mencatat, Sekolah Pendidikan Kepelautan di Indonesia saat ini hanya mampu menghasilkan 5% lulusan dari 69.000 pelaut yang dibutuhkan. Padahal, pemerintah Indonesia kini tengah gencar menggenjot sektor maritim.

Setelah sukses dengan program Sekolah Fashion dan Sekolah Kuliner, Djarum Foundation kembali menggelar program Sekolah Maritim.

Setelah sukses dengan program Sekolah Fashion dan Sekolah Kuliner, Djarum Foundation kembali menggelar program Sekolah Maritim.

Berangkat dari fakta itu, Djarum Foundation, melalui program peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan, tengah berupaya mencetak pelaut profesional guna mencukupi kebutuhan tersebut.

Kali ini, Djarum Foundation menggandeng PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesi (SMBCI) dan Sumitomo Mitsui Banking Corporation(SMBC), salah satu institusi perbankan terbesar di Jepang dan anak usahanya. Djarum Foundation, bersama SMBCI dan SMBC, melaksanakan Nota Kesepakatan (MoU) guna meningkatkan inisiatif sosial di Indonesia.

Pada tahap awal, mereka melakukan inisiatif bersama dengan membuka dua paket keahlian pada program studi pelayaran di SMK Wisudha Karya, Kudus, Jawa Tengah. Yaitu, paket keahlian Nautika Kapal Niaga dan Teknika Kapal Niaga. Seluruh paket keahlian pada program studi itu mengacu pada standard kurikulum dari International Maritime Organization (IMO).

Acara penandatanganan MoU dan peresmian program studi pelayaran di SMK Wisudha Karya dilaksanakan pada Maret 2015. SMK Wisudha Karya sendiri merupakan satu‐satunya sekolah pelayaran tingkat SMK di Indonesia yang memiliki fasilitas Full Mission Bridge Simulator.

“Djarum Foundation telah melakukan program peningkatan kualitas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kudus, Jawa Tengah sejak tahun 2012 lalu. Dalam program ini, kami fokus mengembangkan beberapa paket keahlian pilihan pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi, seperti Teknologi Informasi, Teknik Pemesinan, Kuliner, dan Fashion,” ujar Primadi H. Serad, Progam Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, dalam siaran pers yang diterima MIX.

Dengan dibukanya program studi pelayaran itu, menurut Primadi, selain dapat mendukung program pemerintah di bidang maritim, Djarum berharap program tersebut juga dapat meningkatkan peran Indonesia sebagai penghubung jalur perdagangan dunia.

“Penandatangan MoU dengan Djarum Foundation ini membuktikan komitmen kami terhadap pembangunan berkelanjutan di bidang sosial di Indonesia, yang merupakan salah satu negara utama tujuan investasi kami. Kami pun bertujuan untuk mewujudkan full banking service,” ujar Masayuki Shimura, Presiden Komisaris SMBCI dan Managing Director, Head of Asia Pacific Division and Emerging Market Business Division SMBC.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)