STRATEGI PR DI ERA PANDEMI

Seperti tahun-tahun sebelumnya. Majalah MIXMARCOM akan memberikan penghargaan kepada merek dan praktisi public relations di Indonesia sebagai apresiasi atas kreativitas, fleksibilitas, dan kecepatan serta ketepatan merek dalam beradaptasi pada perubahan. Tahun ini lebih memfokuskan pada strategi di era pandemi. Untuk itu, mulai hari ini hingga pelaksanaan awarding nanti, Mix.co akan menurunkan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan strategi PR di era pandemi.

Strategi public relations (PR)  yang berhasil untuk merek dua tahun lalu mungkin tidak efektif hari ini. Sebab bagaimanapun situasi pandemic telah mengubah semuanya dengan sangat cepat.

Namun, kunci kesuksesan sebuah strategi PR untuk bertahan dan berkembang melalui krisis masih tetap, yakni  fleksibilitas dan kemauan untuk beradaptasi dengan cara baru dalam berbisnis.

Selama dekade 2009 hingga 2019, peran profesional PR bergeser dari distribusi pers rilis dan promosi massal ke pendekatan yang lebih halus dan terarah. Fokusnya sekarang adalah pada penyampaian cerita dan kepemimpinan pemikiran. Lalu bagaimana cara mendongeng dan berpikir kepemimpinan di lingkungan saat ini? Lebih baik dari yang pernah ada.

Meskipun sulit untuk memprediksi perubahan apa yang akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan, dalam tulisan di PRDaily, Blair Nicole memaparkan lima strategi yang dapat membantu Anda menyesuaikan kembali rencana PR Anda sekarang agar binis bertahan — atau bahkan berkembang.

1. Kepemimpinan pemikiran

Poin penting yang harus dipertimbangkan dalam penyusunan strategi saat ini adalah bagaimana merek Anda (atau klien Anda) dapat menambah value (nilai) kepada orang-orang di industri Anda. Arahkan strategi PR Anda pada poin-poin penting tersebut.

Posisikan diri Anda sebagai ahli dalam sesuatu yang Anda kuasai. Tahan dorongan untuk memanfaatkan krisis global hanya untuk mendapatkan publisitas. Orang dapat melihat perbedaan antara seseorang yang hanya mencari perhatian media, dan seseorang yang benar-benar memiliki wawasan ahli untuk dibagikan.

Pertimbangkan pertanyaan-pertanyaan berikut saat mengembangkan strategi kepemimpinan pemikiran:

• Solusi unik apa yang Anda miliki untuk bisnis di industri Anda?

• Bagaimana keahlian Anda meredakan ketakutan orang?

• Bagaimana Anda bisa memimpin komunitas Anda melewati krisis?

Outlet media, reporter dan editor secara aktif mencari pemimpin pemikiran dan ahli untuk memberikan wawasan, keahlian dan nasihat tentang topik yang relevan dan tepat waktu. Jika Anda memiliki keahlian untuk ditawarkan, sekaranglah waktunya untuk melangkah dan memimpin.

2. Penyempurnaan Teknologi

Dengan semakin banyaknya orang yang bekerja di rumah dari sebelumnya, transformasi digital menjadi suatu keharusan. “Penggunaan teknologi artificial intelligence sangat bermanfaat  dalam memperkuat peran PR,” kata Andrew Cross, vice president of public relations at Walker Sands.

"Solusi dari perusahaan seperti Narrative Science dan Automated Insights semakin mengotomatiskan proses pembuatan konten. Ini memiliki implikasi besar bagi profesional hubungan media serta praktisi komunikasi perusahaan."

Dalam beberapa bulan dan tahun mendatang, insight yang dikumpulkan dari data real time akan lebih tajam dan lebih tepat dari sebelumnya. Para profesional PR saat ini harus megunakan data kuantitatif  untuk strategi PR mereka, terutama pada saat banyak merek beroperasi dengan anggaran pemasaran dan PR yang ramping.

3. Unsur manusia

Tujuh puluh persen konsumen daring mengatakan bahwa mereka lebi mempercayai pendapat influencer daripada pendapat teman. Di era pandemic, orang mencari influencer dan pemimpin yang mereka percayai untuk menavigasi mereka melalui masa-masa sulit.

Dari mana asal kepercayaan itu? Para follower percaya bahwa mereka memiliki hubungan pribadi dengan ikon budaya yang jauh lebih dalam daripada promosi merek. Siaran pers dan white paper selalu mendapat tempat dalam kampanye PR. Namun, belakangan ini, mereka tidak lagi menggunakan narasi.

Calon pelanggan dan klien ingin mendengar cerita nyata dari seseorang. Mereka tidak ingin membaca kutipan yang tersebar tanpa tujuan di lusinan situs web dan publikasi.

Seorang ahli PR yang cerdas akan membantu merek mengatur kehadiran mereka di media dengan cara yang strategis yang menekankan transparansi dan mempromosikan unsur manusia.

Angelica Poprawa dari Head & Head PR menjelaskan, “Kesuksesan bergantung pada kemampuan praktisi PR dalam mengasah pesan merek. Sekarang, orang-orang ingin berhemat dan membeli lebih sedikit. Untuk itu, mereka bersedia meluangkan waktu untuk mencari produk dan merek yang sesuai dengan idealisme mereka. ”

4. Lebih sedikit saluran

Dalam lingkungan krisis, penekanan Humas bukan pada mempertahankan kehadiran di berbagai saluran dan media, melainkan pada mengoptimalkan kehadiran dan bertemu dengan pemirsa di mana mereka berada.

Para profesional PR harus membantu klien membuat keputusan strategis tentang saluran mana yang akan digandakan, dan saluran pemasaran dan komunikasi mana yang harus ditinggalkan.

5. SEO

Search Engine Optimization atau SEO adalah upaya mengoptimasi website untuk mendapatkan peringkat teratas di hasil pencarian. Ke depan, agar merek tetap eksis, semakin banyak merek atau praktisi PR yang memanfaatkan SEO. Pada situasi seperti ini, PR harus berjuang keras mendominasi halaman hasil mesin pencari (SERP) untuk kata kunci bermerek.

Memposisikan merek di posisi 5+ dari 10 teratas dalam mesin pencarian kata kunci merek adalah suatu keniscayaan bila merek ingin berhasil.  Posisi 10 teratas dalam mesin pencarian semakin menambah legitimasi merek di mata konsumen.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)