Mengkomunikasikan Autisme di Program "Autism Awareness Festival"

Tahun ini, London School Center for Autism Awareness (LSCAA) kembali menggelar program tahunan bertajuk "Autism Awareness Festival". Program yang tahun ini dihelat selama bulan April 2017 ini menghadirkan sejumlah rangkaian kegiatan. Antara lain, kegiatan mini konser musik "Tribute To The Beatles" pada akhir April ini (29/4) di Auditorium Prof. Djayusman STIKOM LSPR-Jakarta.

Istimewanya, tujuh remaja berkebutuhan khusus yang memiliki talenta musik yang mempesona tampak membawakan 11 lagu The Beatles. Ketujuh remaja itu adalah Fauzan di biola, Rizky di gitar, Nanda di bass, Zafran di perkusi, Rivan di piano, Zepha di cello, dan Michael di piano. Bahkan, mereka berhasil membawa penonton menikmati lagu-lagu The Beatles dengan suasana yang berbeda.

Chrisdina Wempi, Penanggung jawab dari London School Cares For Autism Awareness (LSCAA) dan London School Beyond Academy (LSBA), "Pemilihan lagu-lagu The Beatles menjadi ungkapan bahwa melalui musik kita dapat menghilangkan kendala berkomunikasi. Konser Tribute To The Beatles ini mempunyai makna lebih adalah untuk memperlihatkan bahwa remaja-remaja spesial ini juga dapat berkontribusi secara nyata. Seluruh keuntungan dari acara ini akan didonasikan untuk acara Indonesia Autism Games 2017 pada bulan Mei 2017 mendatang."

Sementara itu, dikatakan Prita Kemal Gani, MBA, MCIPR, APR selaku Pendiri dan Direktur LSPR-Jakarta, anak-anak spesial ini merupakan bukti kebesaran sang Khalik. "Dengan semua keterbatasannya, mereka masih bisa berkomunikasi dengan indah melalui lantunan lagu," tegasnya.

Selain itu, ditambahkan Prita, peran aktif keluarga sebagai lingkungan terdekat mereka, sangat dominan untuk perkembangan anak-anak spesial. "Di acara ini, kita semua bisa melihat cinta kasih dan hubungan yang sangat indah, dibalut dengan alunan lagu The Beatles yang tak pupus dimakan waktu," ungkapnya.

London School Centre for Autism Awareness (LSCAA), dijelaskan Chrisdina, merupakan bagian dari kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) LSPR Jakarta. Program ini sebagai bentuk kepedulian LSPR Jakarta terhadap anak-anak berkebutuhan khusus yang salah satu karakteristiknya memiliki kesulitan dalam berkomunikasi baik verbal ataupun non-verbal.

Melalui LSCAA, diharapkan Chrisdina, LSPR Jakarta berharap dapat mengkomunikasikan mengenai autisme kepada masyarakat Indonesia. "Berbagai kegiatan yang telah diselenggarkan oleh LSCAA antara lain acara tahunan Autism Awareness Festival, Workshop for Parents, pembuatan produksi film pendek “Saudaraku Berbeda”, Teachers Training, dan masih banyak lagi.

"Sampai saat ini, LSCAA telah memberikan pelatihan kepada 5.028 guru yang mewakili 1.616 Sekolah Dasar se-Jabodetabek. Pemutaran film 'Saudaraku Berbeda' telah dilakukan di 24 sekolah dan ditonton oleh 3.131 siswa. Orang tua pun dilibatkan dengan berbagi pengalaman dengan yang lainnya yang telah diikuti oleh 264 orang," tutup Chrisdina.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)