Program "Kebun Gizi" dari Sharp

Merujuk Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, sebanyak 19,6% anak di Indonesia masih kekurangan gizi. Mirisnya, 93,6% penduduk Indonesia masuk dalam kategori kurang makan buah atau sayur. Sementara, peran buah dan sayur berfungsi untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan, dan mencegah berbagai penyakit.

IMG_20160825_35417

Berangkat dari fakta itulah, PT Sharp Electronics Indonesia memutuskan untuk berkontribusi kepada lingkungan dan kesehatan masyarakat Indonesia--di mana hal itu sejalan dengan visi dan misi Sharp. Sebagai aksi nyata, Agusutus ini Sharp kembali menghadirkan program Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Kebun Gizi’ dengan menggandeng organisasi nirlaba Rumah Zakat.

Program CSR "Kebun Gizi" merupakan kegiatan berbasis lingkungan dan kesehatan guna meningkatkan pola konsumsi sayuran dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat Indonesia. Salah satu caranya adalah dengan memanfaatkan lahan pekarangan maupun media lainnya. Sebagai tahap awal atau pilot project, Sharp menggandeng warga Dusun Pajaten RT 04 RW 02, Desa Sirnabaya, Karawang, Jawa Barat.

"Program ini merupakan apresiasi kami kepada penduduk desa yang terletak di Ring 1 Pabrik kami di Karawang, Jawa Barat. Kami berharap program ini akan meningkatkan kesehatan warga dan juga meningkatkan pengetahuan mereka akan pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur untuk memenuhi kebutuhan gizi mereka. Harapan ke depannya, kegiatan ini mampu menjadi salah satu sumber penghasilan bagi warga, ungkap Haruhiko Sano, General Manager Brand Strategy Group PT Sharp Electronics Indonesia.

Menggunakan pekarangan rumah warga sebagai kebun contoh, Sharp membangun Green House yang menjadi pusat pelatihan bagi warga. Kebun Gizi Sharp berisikan berbagai tanaman sayuran dan apotek hidup atau dewasa ini lebih dikenal sebagai tanaman herbal. Nantinya, tanaman dan sayuran tersebut dapat dimanfaatkan untuk keperluan sehari-hari atau menjadi suplai vitamin dan aneka makanan pemenuh gizi warga serta pengobatan langsung. Pada semester pertama, katanya, sayuran yang akan ditanam adalah sosin, pokcoy, selada air, tomat, kacang panjang, dan lainnya. Selanjutnya, akan ditanam buah-buahan pada semester berikutnya.

Ditambahkan Heni Widiastuti, Direktur Program Rumah Zakat, "Data Dinas Kesehatan Kabupaten Karawang mencatat, hingga 6 Mei 2016 ada sekitar 166 balita yang terkena gizi buruk, dengan rincian 79 merupakan kasus lama dan 85 kasus baru. Untuk itu, lami merasa senang dapat bekerja sama dengan Sharp yang memiliki perhatian khusus terhadap masalah gizi ini kami berharap program ini dapat berjalan terus dan dapat dilaksanakan di daerah lainnya juga."

Setelah acara peluncuran ini, dituturkan Sano, Sharp bersama Rumah Zakat akan terus memantau serta memberikan pendampingan bagi warga desa, hingga akhirnya nanti mereka akan mandiri dan mampu menyebarkan pengetahuan kepada warga dusun lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)