Dukung Wirausaha Sosial, DBS Foundation Berikan Hibah SGD 2 Juta

DBS meningkatkan dukungannya kepada wirausaha sosial dengan memberikan bantuan dana hibah senilai total SGD 2 juta di tengah kondisi pandemi Covid-19. Dukungan ini merupakan pemberian dana hibah kolektif yang diberikan DBS Foundation kepada sejumlah wirausaha sosial asal Indonesia dalam kurun waktu satu tahun. Dana tersebut berasal dari tiga program hibah, yaitu “DBS Foundation Social Enterprise Grant Programme 2020”, “DBS Foundation Business Transformation and Improvement Grant” (BTI Grant), dan “DBS Foundation Social Impact Prize”.

Sebagai yayasan milik DBS yang didirikan pada 2014, DBS Foundation hadir untuk mendukung pertumbuhan kewirausahaan sosial, salah satunya di Indonesia. Sebagian besar dari dukungan tersebut adalah untuk melanjutkan misi sosial para wirausaha sosial dan memajukan usahanya. Banyak wirausaha sosial yang menggunakan dana tersebut untuk menciptakan dan mempertahankan pekerjaan terutama untuk tenaga kerja dari kalangan kurang beruntung.

Karen Ngui, Board Member DBS Foundation, mengatakan, “Dalam situasi seperti saat ini, perusahaan diharapkan tidak hanya sekadar memikirkan value kepada pemegang saham, tetapi juga berpikir untuk kepentingan masyarakat. Kenyataan ini mengemuka di tengah pandemi Covid-19, yang memicu tantangan sosial dan ekonomi, yang belum pernah terjadi. Di sisi lain, tantangan ini dapat menjadi peluang bagi wirausaha sosial untuk menciptakan perbedaan dan membantu memperkuat peran penting mereka di masyarakat. Di DBS, kami percaya bahwa wirausaha sosial mewakili masa depan bisnis. Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan yang berkelanjutan, DBS bertekad mendukung pertumbuhan sektor tersebut, membantu wirausaha sosial dalam mempertahankan bisnis dan usaha mereka serta melindungi karyawan mereka agar tidak kehilangan pekerjaan, serta berjalan bersama mereka dalam menghadapi pandemi ini.”

Akhir November 2020, DBS Foundation mengumumkan pemberian dana hibah senilai SGD 1,4 juta kepada 13 wirausaha sosial dari enam negara utama tempat DBS beroperasi (Singapura, Tiongkok, Hongkong, India, Indonesia, dan Taiwan) sebagai bagian dari program andalannya, “DBS Foundation Social Enterprise Grant Programme” (Grant Programme), untuk periode 2020.

Pendanaan dalam bentuk hibah itu bertujuan mendukung wirausaha sosial menerapkan inovasi dalam pengembangan bisnis dan mengoptimalkan dampak yang dihasilkan. Grant Programme tahun 2020 ini juga untuk pertama kalinya membuka kategori “Zero Food Waste” (ZFW), yaitu memberikan hibah kepada wirausaha sosial yang menjalankan bisnis dengan fokus mengangkat isu ZFW. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan DBS dalam menjawab permasalahan sosial mengenai sampah makanan.

Semua penerima hibah juga akan memiliki akses ke sumber daya DBS, yang mencakup capacity-building; inklusi dalam peningkatan kesadaran melalui berbagai program dan platform; procurement, networking, dan pembukaan peluang bisnis baru. Sebanyak total 820 peserta mengajukan permohonan bantuan di seluruh Asia, dan 135 peserta merupakan peserta asal Indonesia. 40% dari partisipan asal Indonesia tersebut merupakan wirausaha sosial yang menjalankan bisnis dengan fokus mengangkat isu ZFW.

Jumlah wirausaha sosial asal Indonesia yang berpartisipasi ini jumlahnya meningkat 35% dari 2019 dan terbanyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Penerima penghargaan tersebut harus memenuhi kriteria evaluasi yang ketat, termasuk dampak sosial, inovasi, serta keberlanjutan dan skalabilitas model bisnis mereka. Para wirausaha sosial tersebut juga diminta menunjukkan peta dalam mencapai bisnis utama dan milestone mereka dalam mengaplikasikan dampak sosial.

Dua dari penerima hibah DBS Foundation Social Enterprise Grant Programme 2020 adalah wirausaha sosial yang berbasis di Indonesia. Pertama, Kampung Marketer. Kampung Marketer menyadari bahwa banyak bisnis online ingin berkembang, tetapi terhambat oleh kurangnya bakat di bidang ini. Sementara itu, banyak penduduk desa membutuhkan penghasilan, namun tidak mau bermigrasi ke kota. Kampung Marketer berupaya mengatasi kesenjangan ini dengan melatih dan mendidik pemuda pedesaan di e-commerce. DBS Foundation Grant Programme akan mendukung perluasan Kampung Marketer ke desa-desa lain di Indonesia, dan memungkinkan mereka untuk dapat melatih lebih banyak pemuda.

Kedua, Kita Hebat. Kita Hebat bertujuan untuk berkontribusi dalam mewujudkan terciptanya kehidupan yang lebih sehat di lingkungan kota Medan, juga melalui upaya pemberdayaan untuk mengatasi  pengangguran. Kita Hebat berfokus pada mengolah sampah makanan menjadi produk ramah lingkungan, serta memberdayakan remaja putri, remaja berkebutuhan khusus, dan keluarga berpenghasilan rendah dan pada saat yang bersamaan dengan menciptakan pekerjaan. DBS Foundation Grant senantiasa mendukung pengembangan produk baru, serta upaya mewujudkan lapangan kerja inklusif bagi kelompok marginal.

Sebelum pemberian hibah SGD1,4 juta, DBS Foundation memberikan dua hibah wirausaha sosial lainnya yang diluncurkan pada awal tahun ini, salah satunya “DBS Foundation Business Transformation and Improvement Grant” (BTI Grant), yaitu program perdana pemberian hibah kepada wirausaha sosial yang  mampu melakukan mitigasi tantangan pandemi, pengembangan dan  transformasi bisnis di kawasan Asia Tenggara senilai SGD500.000.

BTI Grant berupaya membantu wirausaha sosial mempertahankan pekerjaannya, menciptakan pekerjaan baru atau memutar haluan, dan mengubah model bisnis mereka untuk menghasilkan alternatif pendapatan baru. Dana hibah yang dirancang khusus untuk membantu wirausaha sosial di masa pandemic, diberikan kepada 14 wirausaha sosial di seluruh Asia, dan juga telah mendukung 6.700 pekerjaan dan berdampak pada lebih dari satu juta penerima manfaat serta keluarga mereka. Dari 14 wirausaha sosial di seluruh Asia yang mendapatkan dana hibah, tiga di antaranya adalah wirausaha sosial asal Indonesia, yaitu Du'anyam, Mycotech, dan Tanijoy.

Selain itu, terdapat program lain, yakni “DBS Foundation Social Impact Prize”, yang diselenggarakan melalui kemitraan dengan Singapore Management University (SMU) sebagai bagian dari Kompetisi Global Lee Kuan Yew. Program Social Impact Prize ini juga menganugerahkan wirausaha sosial dari Indonesia, yakni Sampangan yang bergerak di bidang pengelolaan sampah sebagai pemenang favorit dan kepada Stratificare, wirausaha sosial berpusat di Singapura, sebagai pemenang utama pada Oktober tahun ini.

Hibah perdana itu diluncurkan untuk mendukung perusahaan rintisan yang baru memulai usaha mereka di seluruh dunia yang menawarkan solusi bisnis berkelanjutan, terukur, dan kreatif, yang dapat membantu menjadikan kota masa depan lebih sehat, lebih hijau, dan lebih terbuka. Dana hibah sebesar total SGD100.000 diberikan kepada para pemenangnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)