Frisian Flag Libatkan Generasi Muda di Inisiatif #JagaGiziJagaBumi

 

 

Fakta bahwa sedotan menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam mencemarkan biota laut, telah mendorong Frisian Flag Indonesia berinisiatif menghadirkan kampanye #JagaGiziJagaBumi. Melalui kampanye ini, Frisian Flag melibatkan generasi muda untuk memulai perubahan kecil, guna memberi dampak pada kelestarian bumi. Selain itu, Frisian Flag juga menghadirkan sedotan kertas pada rangkaian produk susu siap minum rendah lemak andalannya.

 

 

Insight

Sampah masih menjadi masalah besar di Indonesia. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan, timbunan sampah di Indonesia pada tahun 2020 telah mencapai 67,8 juta ton. Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah seiring dengan pertumbuhan penduduk.

Tak hanya timbunan sampah yang ada di darat, jumlah sampah yang terbuang ke laut juga ikut mengancam kelangsungan bumi. Menurut catatan KLHK, ada enam jenis sampah terbanyak yang terbuang ke laut setiap tahunnya. Keenam jenis sampah tersebut adalah 53 juta puntung rokok; 13,5 juta tutup botol minuman; 10,2 juta gelas, piring, sendok, garpu, dan pisau; 9.5 juta botol plastik; 6,7 juta kaleng minuman; serta 6,2 juta sedotan.

Sementara itu, jumlah sedotan yang dipakai di Indonesia mencapai 93,2 juta unit. Itu artinya, panjang barisan sampah sedotan selama sepekan setara dengan tiga keliling bumi (117.449 km) atau setara dengan jarak Jakarta-Mexico City (16.784 km).

Alhasil, saat ini, Indonesia tengah memasuki fase darurat sampah. Diungkapkan Direktur Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc, “Untuk itu, pemerintah menargetkan pengurangan tumpukan sampah hingga 30% pada 2025 mendatang. Untuk mencapai target tersebut, dibutuhkan partisipasi aktif semua pihak. Mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga pelaku usaha.”

 

Konsep Program

Fakta bahwa sedotan menjadi salah satu penyumbang terbesar dalam mencemarkan biota laut telah mendorong Frisian Flag Indonesia berinisiatif menghadirkan kampanye #JagaGiziJagaBumi. Melalui kampanye ini, Frisian Flag mengajak generasi muda untuk memulai perubahan kecil, guna memberi dampak pada kelestarian bumi. Dalam rangkaian kampanye ini, Frisian Flag juga menghadirkan sedotan kertas pada rangkaian produk susu siap minum rendah lemak andalannya.

Dijelaskan Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro, sebagai bagian dari FrieslandCampina, Frisian Flag Indonesia mengusung visi global perusahaan ‘Nourishing a Better Planet’, yang bertujuan untuk mewujudkan Indonesia yang Sehat, Sejahtera dan Selaras.

“Salah satu bentuk pengimplementasian dari visi ini adalah dengan mulai menghadirkan kebaikan sedotan kertas yang ramah lingkungan pada produk susu cair siap minum rendah lemak andalan kami, Frisian Flag Low Fat 225 ml varian Belgian Chocolate, French Vanilla, dan Californian Strawberry,” ucapnya saat konferensi pers yang digelar Frisian Flag Indonesia pada pertengahan Februari ini (19/2).

Melalui inisiatif ini, lanjut Andrew, selain melibatkan anak muda, Frisan Flag juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga pemenuhan gizi harian, sekaligus menjaga kelestarian bumi, dimulai dari penggunaan sedotan kertas.

“Kami berharap inisiatif ini dapat mengubah kebiasaan masyarakat, terutama generasi muda, untuk mulai peduli dan menjaga lingkungan. Antara lain, diawali dengan menggunakan sedotan kertas. Kami juga berharap, inisiatif ini dapat turut berkontribusi dalam mengurangi hingga 10 ton limbah plastik per tahunnya,” harap Andrew. 

Lebih jauh ia memaparkan, untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen, sedotan kertas yang diproduksi Frisian Flag telah melalui uji pangan, food grade certified dan bebas gluten alergen. Material yang dipilih menggunakan bahan yang ramah lingkungan, dapat didaur ulang (recylceable) dan telah bersertifikasi FSC (Forest Stewardship Council). 

 

 

Strategi

Untuk mengeksekusi inisiatif tersebut, Frisian Flag menggelar sejumlah program. Antara lain, menggelar program edukasi kepada masyarakat, termasuk media, dalam menyambut Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh setiap tanggal 21 Februari.

Program edukasi digelar dalam format webinar bertajuk “#JagaGiziJagaBumi dengan menghadirkan sejumlah pembicara, seperti  Direktur Kemitraan Lingkungan (Ditjen PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dra. Jo Kumala Dewi, M.Sc;  Waste Management Trainer dari Waste4Change, Saka Dwi Hanggara; serta dimoderatori oleh Penggiat Lingkungan Muda dan Founder of Waste Solution Hub, Ranitya Nurlita. Pada kesempatan ini, Frisian Flag juga melibatkan rekan media, perwakilan Jabar Zillenial Bergerak, dan perwakilan mahasiswa dari universitas-universitas terkemuka di Indonesia.

Pada kesempatan ini, Frisan Flag juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait cara baru menikmati susu dengan menggunakan sedotan kertas. Frisian memperkenalkan langkah rekomendasi 4S, yakni Sedotan dikeluarkan, tanpa mencopot plastik pada kemasan; Susu dihabiskan; Sedotan dimasukkan kembali ke kemasan agar tidak tercecer; dan Sampah dibuang di tempatnya.

Dalam mengkampanyekan inisiatif #JagaGiziJagaBumi, diakui Andrew, Frisian Flag menggandeng generasi muda. Mereka diajak untuk ambil bagian dalam menjaga kesehatan dan lingkungan.

Keputusan untuk melibatkan generasi muda agar memulai perubahan baik ini bukan tanpa alasan. Data terbaru Badan Pusat Statistik menunjukkan, saat ini Indonesia didominasi generasi Z dan milenial. Gen Z mendominasi hingga 27,94% dan milenial sebanyak 25,87%.

“Artinya, generasi muda memiliki peran krusial dalam membentuk kebiasaan baru dan memberi dampak pada keberlangsungan bumi di masa depan. Di sisi lain, kesadaran akan memulai gaya hidup berkelanjutan yang lebih peduli terhadap lingkungan mulai ditunjukkan kalangan ini. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana generasi ini mulai melakukan berbagai langkah kecil untuk bumi yang lebih baik, mulai dari hal-hal sederhana seperti pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, juga maraknya penggunaan sedotan kertas,” Andrew meyakini.

Ditambahkan Waste Management Trainer dari Waste4Change, Saka Dwi Hanggara, “Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, akan pentingnya memulai perubahan gaya hidup dan pengelolaan sampah menjadi langkah penting yang perlu terus digaungkan.”

Menurutnya, komunikasi dan sosialiasi menjadi bagian dari solusi. “Inisiatif #JagaGiziJagaBumi yang digagas Frisian Flag Indonesia dengan melibatkan generasi muda menjadi aksi yang perlu diamplifikasi dan diwujudkan menjadi praktik nyata, dimulai dari diri sendiri. Harapannya, ke depan, perubahan kecil ini dapat diresonansi dan memberi dampak yang lebih besar pada lingkungan,” ungkap Saka.

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)