MIX.co.id - Studi National Plastic Action Partnership pada April 2020 menyebutkan bahwa terdapat 67,2 juta ton sampah di Indonesia yang masih menumpuk setiap tahunnya. Sekitar 600.000 ton dari sampah tersebut masuk ke sungai, danau, dan laut. Sementara itu, paling banyak sampah berasal dari rumah tangga.

Untuk itu, platform edukasi mengenai isu keberlanjutan, Forum Indonesia Asri (FIA), menggelar  kampanye edukasi #WaktuIndonesiaBersih. Menggandeng influencer sekaligus Founder Seasoldier, Nadine Chandrawinata, kampanye edukasi kali ini mengsung tema “Manfaat Baik dari Pilah Sampah Plastik”.

Pada program live di media sosial Instagram @forum.indonesia.asri, Circular Economy Specialist PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) Nicko Setyabudi menegaskan, pemilahan sampah dari rumah adalah kunci keberhasilan dari konsep ekonomi sirkular. “Sampah yang telah terpilah dengan baik dari rumah bisa diolah kembali untuk kemudian menjadi bahan baku yang baru dan dimanfaatkan.”

Lebih jauh ia menegaskan, salah satu penerapan ekonomi sirkular yang telah dijalankan oleh Chandra Asri adalah program SAGARA. Melalui program tersebut, Chandra Asri berkolaborasi dengan masyarakat dan nelayan di Anyer, Banten, untuk mengumpulkan sampah plastik dari lautan, serta di wilayah pesisir laut dan lingkungan sekitarnya untuk mencegah sampah plastik masuk ke laut. Selanjutnya, sampah plastik yang terkumpul dipilah, dibersihkan, kemudian diolah. 

“Sampah plastik bernilai tinggi dapat digunakan oleh warga menjadi tabungan melalui mitra Bank Sampah Digital. Sampah plastik bernilai rendah kemudian dibawa ke Industri Pengelolaan Sampah Terpadu-Atasi Sampah, Kelola Mandiri (IPST ASARI), untuk diolah menjadi bahan bakar yang dapat dipergunakan oleh para nelayan pergi melaut dan kebutuhan sehari-hari lainnya,” paparnya.

Program SAGARA sudah berjalan selama hampir satu tahun dan sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 10 ton sampah dan membantu mencegah sampah berakhir di laut. “Lebih 800 orang terlibat dalam program SAGARA,” lanjutnya.

Sementara itu, Nadine Chandrawinata bercerita tentang awal ia memulai kebiasaan memilah sampah dari rumah. “Pada saat aku pulang dari traveling, aku melihat banyak sampah di mana-mana dan umumnya barang-barang yang berasal dari rumah. Makanya aku pikir, kayaknya bisa dilakukan dari rumah untuk mengurangi sampah-sampah ini. Aku pun coba menerapkan pilah sampah di rumah. Meskipun beberapa kali dalam memilah sampah aku melakukan kesalahan; salah masukkin atau tercampur, tetapi itu proses pembelajaran.”

Nadine pun memberikan tips memilah sampah dari rumah kepada peserta yang menonton siaran live tersebut. “Memulainya harus diawali dengan memilah organik dan non-organik dulu. Kemudian residu. Tapi ingat ya, semua tidak ada yang instan, pasti ada kesalahan. Tapi dari kesalahan, kita bisa belajar,  besoknya, kita belajar lagi. Mulai dari komitmen, itu adalah hal yang paling penting,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)