GERAKAN #TRASHTAG CHALLENGE

The Best Cause Promotion Program

Indonesia's Best Corporate Social Initiatives 2019

Niagahoster, perusahaan Teknologi Informasi (TI) yang menyediakan layanan web-hosting ​dan domain, menggelar gerakan #TrashTag Challenge pada akhir April 2019 lalu di Pantai Parangkusumo-Yogyakarta. Melalui gerakan ini, Niagahoster mengajak masyarakat mengumpulkan sampah yang berserakan di tempat-tempat umum dan alam liar. Sampah tersebut kemudian dikumpulkan dalam kantong sampah (trashbag) dan hasilnya difoto sekaligus diunggah ke media sosial. Tujuannya, untuk membandingkan kondisi alam pra dan pasca dilakukannya #TrashTag Challenge.

Dalam siaran persnya, Elisabeth Winda Alfanisa, Public Relations Officer Niagahoster, menuturkan, “#TrashTag Challenge ini mungkin tanpa sadar sudah kita lakukan sehari-hari. Media sosial semakin membantu kita untuk menyebarkan tantangan positif ini. Apabila semakin banyak orang mempromosikannya (lewat media sosial), semakin banyak pula orang mengikuti. Dengan begitu, akan ada lebih banyak tempat yang bebas dari sampah.”

Sebagai perusahaan yang bergelut di dunia TI, katanya, Niagahoster menjadikan #TrashTag Challenge sebagai seruan untuk komunitas maupun perusahaan TI lainnya agar turun tangan mengatasi isu pencemaran lingkungan. Untuk mengeksekusi gerakan ini, Niagahoster bekerja sama dengan komunitas mahasiswa Amikom Computer Club (AMCC) Yogyakarta.

“Kami sangat senang turut berpartisipasi di gerakan #TrashTag Challenge. Ini pertama kalinya buat kami mengikuti kegiatan ini. Langkah ini tidak akan berhenti di sini saja. Kami akan membawa #TrashTag Challenge ini juga ke wilayah kampus kami," yakin Fandu, Ketua AMC, yang merupakan pemenang IT FEST 3.0 USU 2019 dengan membuat aplikasi pengelolaan sampah.

Selain itu, Niagahoster juga mengajak klien untuk berpartisipasi dalam kampanye bertajuk "Niagahoster #PeduliBumi". Melalui program tersebut, tiap pembelian produk shared hosting oleh klien selama bulan April, maka klien turut menyumbangkan trashbag yang digunakan untuk kegiatan #TrashTag Challenge. Tidak hanya berwujud trashbag, sumbangan dari para klien Niagahoster itu, menurut Elisabeth, akan diteruskan menjadi tong sampah untuk Pantai Parangkusumo hingga pemberian hosting gratis bagi organisasi pegiat lingkungan hidup.

“Melihat kondisi bumi yang semakin memprihatinkan, kita tidak bisa tinggal diam. Ini adalah langkah awal. Hari Bumi memang hanya satu tahun sekali, namun melalui tantangan sederhana seperti #TrashTag Challenge, kami berharap aksi membersihkan sampah bisa dilakukan setiap hari dan dimana saja," pungkas Ade Syah Lubis, CEO Niagahoster.

Dikutip dari situs National Geographic Indonesia, tagar #TrashTag pertama kali dipopulerkan pada 2015 oleh UCO, sebuah perusahaan produsen alat pendakian dan aktivitas outdoor . Gerakan positif ini viral di media sosial dan akhirnya menjadi kebiasaan yang sudah dilakukan di berbagai negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)