Keanekaragaman Hayati di Taman Impian Jaya Ancol

The Best Social Responsible Business Practices

Indonesia's Best Corporate Sustainability Initiatives 2019

Dalam komitmen pelestarian keanekaragaman hayati, PT Pembangunan Jaya Ancol membentuk Lembaga Konservasi PT Taman Impian Jaya Ancol (TIJA). Lembaga ini melakukan konservasi di berbagai kawasan operasi Taman Impian Jaya Ancol seperti Ocean Dream Samudra (ODS), Sea World Ancol (SWA) dan Allianz Ecopark.

Salah satu wujud dari komitmen konservasi yang dilakukan PT TIJA adalah dengan membentuk Departemen Konservasi yang menjalankan Fungsi Ancol sebagai Lembaga Konservasi di Indonesia. Lembaga Konservasi itu memiliki fungsi utama pengembangbiakan terkontrol dan/atau penyelamatan satwa dengan tetap mempertahankan kemurnian jenisnya.

Selain itu, lembaga ini juga mempunyai fungsi sebagai tempat pendidikan, peragaan, penitipan sementara, sumber indukan dan cadangan genetik untuk mendukung populasi in-site, sarana rekreasi yang sehat serta penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Lembaga Konservasi PT Taman Impian Jaya Ancol (LK PT TIJA) mencakup berbagai kawasan operasi Taman Impian Jaya Ancol seperti Ocean Dream Samudra (ODS), Sea World Ancol (SWA) dan Allianz Ecopark. Program yang dijalankan oleh Ocean Dream Samudera dan Sea World Ancol merupakan upaya Perseroan untuk mendukung tercapainya tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 14, yaitu Kehidupan di Bawah Air (Life below Water). Sedangkan program konservasi yang dijalankan oleh Ecopark merupakan upaya Perseroan untuk mendukung tercapainya tujuan SDGs nomor 15 yaitu Kehidupan di Daratan (Life on Land).

Pada tahun 2018, atas upaya-upaya konservasi Perseroan untuk menjaga keanekaragaman hayati telah terjadi kelahiran secara ex-situ terhadap beberapa spesies. Mulai dari ikan lumba-lumba, Kakatua Alba, Hiu Bambu, 6 ekor Hiu Tokek, Berang-berang/otter, Rusa Timor, Rusa Totol dam siamang.

Selain itu, Perseroan melalui Departemen Konservasi melakukan restorasi wilayah pesisir di Kawasan Ancol Taman Impian dengan memperkenalkan kembali Kerang Hijau (Perna viridis) sebagai filter feeder perairan laut sekaligus untuk memperbaiki kualitas air dan keanekaragaman hayati. (Bin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)