Surat Terbuka Burger King untuk Kesetaraan Para Disabilitas

Usai sukses menggelar kampanye digital yang mengajak masyarakat untuk membeli produk kompetitornya (antara lain McDonald’s) pada awal November 2020 lalu, Burger King kembali menghadirkan kampanye  #SunyiBersuara “Voice of The Silent”. Kampanye ini merupakan sebuah gerakan untuk inklusivitas dan kesempatan yang setara di dunia kerja, khususnya bagi komunitas tuli.

Dalam gerakan ini, Burger King Indonesia telah mempekerjakan lebih dari 100 anggota kru tuli di seluruh toko di Bali, Makassar, dan Jakarta. “Kami memulai proses perekrutan menjelang akhir 2018, yang menuntut kami untuk membangun prosedur ketenagakerjaan dan pelatihan dari awal, serta kami telah belajar banyak selama proses tersebut. Kami memahami bahwa bisnis mungkin memiliki beberapa pertimbangan sebelum melakukan perjalanan ini, seperti yang terjadi pada kami di awal,” ungkap Frida Marpaung, Head of HR &CSR di Burger King Indonesia, pada siaran pers yang diterima MIX hari ini (3/12).

Ditambahkan Vaibhav Punj, CEO Burger King Indonesia, dalam rangkaian kampanye ini, Burger King merilis surat terbuka untuk mengajak semua pihak untuk berpartisipasi mempekerjakan para Teman Tuli sebagai kru. Selain itu, Burger King juga menghadirkan Tool-kit ini di SunyiBersuara.id serta mempublikasikannya melalui format video, yang dapat dijadikan panduan dalam mempekerjakan para Teman Tuli sebagai kru.

“Dalam survei kepuasan tamu, Burger King menemukan fakta bahwa toko khusus kami, yang mempekerjakan Teman Tuli sebagai kru, bekerja lebih baik secara signifikan. Tujuan kami menjangkau perusahaan dengan Surat Terbuka dan menerbitkan tool-kit ini adalah untuk membantu mereka memulai perjalanan khusus mereka,” papar Vaibhav.

Lebih jauh ia menerangkan, Tool-kit #SunyiBersuara memberikan sebuah panduan yang jelas tentang mempekerjakan orang dengan disabilitas, yang berfokus pada empat langkah utama, yakni pendidikan tentang berbagai jenis disabilitas, memahami kebutuhan organisasi, menjangkau pihak-pihak terpilih yang dapat membantu dalam perekrutan hingga pelatihan, serta kontak untuk LSM dan pemangku kepentingan yang mendukung orang orang dengan disabilitas.

Inisiatif ini juga secara strategis diluncurkan bersamaan dengan Hari Penyandang Disabilitas Internasional ILO pada 3 Desember. Sebab, Burger King juga tercatat sebagai anggota kunci dari Jaringan Disabilitas Bisnis Internasional (IBDN) ILO.

Demi mendukung gerakan ini, Burger King juga telah mulai mengubah logo dalam bahasa isyarat di seluruh aset merek. “Saat kami bertransisi ke kondisi normal baru, kami ingin menjadikan perekrutan tenaga kerja dengan disabilitas di tempat kerja secara setaras serta menjadikannya kebiasaan. Kami juga mencari dukungan dari mitra makanan dan minuman kami di seluruh Indonesia, agar secara bersama-sama dapat menciptakan sebuah dampak besar,” Vaibhav Punj menutup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)