WATER CREDIT DANONE

Best of the Best Philanthropy Program

Indonesia's Best Corporate Sustainability Initiatives 2019

Saat ini masih banyak masyarakat di Tanah Air yang belum mendapat akses air bersih. Padahal, pemerintah telah berupaya memperluas akses masyarakat untuk mendapatkan air bersih dan sanitasi melalui program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) yang dikelola oleh Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum (KPSPAM).

Sayangnya, program Pamsimas tersebut belum menyentuh mereka yang tinggal di daerah pelosok. Data di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan menyebutkan, masyarakat yang menikmati layanan air bersih dan sanitasi pada 2018 baru sekitar 72% dari total populasi. Keterbatasan anggaran dari pemerintah dituding menjadi menyebab utama belum meratanya Pamsimas di Tanah Air.

Melihat kondisi tersebut, Danone-Aqua terpanggil untuk membantu pemerintah melalui program Water Credit, bekerja sama dengan lembaga nirlaba Water.org. Menurut Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone-Indonesia, Water Credit hadir sebagai inovasi untuk mengatasi kendala biaya dalam pembangunan fasilitas pengadaan air bersih maupun sanitasi. Program ini mendorong lembaga keuangan mengucurkan pinjaman melalui kredit mikro kepada Kelompok Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum di tingkat Pedesaan (KPSPAMS) untuk pengembangan akses layanan air bersih. Dalam pengajuan pinjaman tersebut. Danone-Aqua menjadi pihak penjamin.

Dua KPSPAMS yang berada di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yakni KPSPAMS Jolotundo, Desa Juwangi, Kecamatan Juwangi dan KPSPAMS Tirto Mukti, Desa Sumberangung, Kecamatan Klego merupakan kelompok dampingan Water.org dan Danone-Aqua yang mengikuti program Water Credit. Masyarakat di kedua desa tersebut mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Mereka harus menempuh jarak 5-20 km untuk memperoleh air bersih dari mata air. Bahkan, bila musim kemarau tiba, warga semakin sulit mendapatkan air bersih karena sumber air kering. Warga harus berjalan lebih jauh untuk mencari sumber air lain dengan membawa ember dan jerigen.

Pada 2012 Desa Juwangi mendapat bantuan dana Rp225 juta dari pemerintah melalui program Pamsimas untuk membangun infratruktur penyediaan air minum pedesaan. Dari dana bantuan pemerintah tersebut, warga Desa Juwangi berhasil membangun instalasi air bersih dengan debit 2,5 liter/detik dan existing Sambungan Rumah (SR) sebanyak 425 SR. Sayangnya, SR tersebut tidak mampu melayani seluruh warga karena kapasitas produksi terbatas sehingga tidak mampu menambah SR baru. Akibatnya masih banyak warga desa yang belum mendapat air bersih. Sementara untuk menambah jaringan instalasi SR baru membutuhkan biaya.

Water.org dan Danone-Aqua menjembatani kesulitan biaya warga dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bank Boyolali melalui skema water credit. Danone-Aqua berperan sebagai penjamin jika terjadi kredit macet. Upaya itu berhasil dan BPR Bank Boyolali mengucurkan Water Credit sebesar Rp50 juta kepada KPSPAMS Jolotundo. Pinjaman akan dikembalikan secara cicilan selama 36 bulan dengan besar angsuran per bulan Rp1,864 juta.

Menurut Karliti, Ketua KPSPAMS Jolotundo, warga yang telah teraliri air bersih melalui SR diharuskan membayar tarif Rp2 ribu/M3 air. Pengelolaan Pamsimas seperti halnya Perusahaan Daerah Air MInum (PDAM) yang memberlakukan tarif bagi pelanggannya. Namun, pada Pamsimas tarif atau iurannya sangat murah.”Total pendapatan dari iuran warga yang memanfaatkan jaringan air bersih ini digunakan untuk membayar angsuran kepada pihak bank,” tuturnya.

Model serupa dialami KPSPAMS Tirto Mukti. Bantuan dana pemerintah untuk program Pamsimas di Desa Sumberagung tidak mampu meng-hadle jaringan SR seluruh warga sehingga warga mengajukan Water Credit melalui jaminan Water.0rg-Danone Aqua kepada BPR Bank Boyolali sebesar Rp30 juta untuk menambah biaya pembangunan tower reservoir air yang baru. Seperti KPSPAMS Jolotundo, pengembalian pinjaman dilakukan secara angsuran selama 36 bulan dengan angsuran Rp1,183 juta. Dana pengembalian diperoleh dari pembayaran iuran air bersih warga yang telah tersambung SR dimana besar iurannya lebih murah, yakni Rp1.500/M3 air.

Sejak dimulainya program pada 2014, sebanyak 22 lembaga keuangan mikro dengan dukungan dari Water.org telah memberikan manfaat kepada 476.000 jiwa dalam mengakses air dan sanitasi. Lebih dari Rp350 miliar telah disalurkan oleh lembaga keuangan tersebut dengan tingkat pengembalian cukup tinggi yaitu sekitar 98%.

Menurut Karyanto, program ini sejalan dengan visi One Planet One Health” dimana Danone percaya bahwa kesehatan lahir tidak hanya melalui makanan, minuman atau pun gaya hidup masyarakat, tetapi juga berasal dari lingkungan yang juga sehat.Hal ini sejalan pula dengan komitmen kami untuk terus mendukung tercapainya target SGDs di 2030,” tandasnya.

Program credit water yang diinisiasi Danone-Aqua meraih anugerah Best of the Best CSI Award 2019 di kategari Philantropy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)