Berdasarkan Global Consumer Confidence Index yang dilakukan Nielsen untuk periode kuartal pertama 2013, kepercayaan konsumen Indonesia tercatat menduduki peringkat tertinggi dari 58 negara lain, dengan indeks 122. Tingginya kepercayaan konsumen tersebut diukur dari tiga faktor, antara lain prospek lapangan kerja lokal, keuangan pribadi, dan keinginan berbelanja.

Menurut Catherine Eddy, Managing Director Nielsen Indonesia, dalam hal belanja, konsumen Indonesia di tahun 2013 ini akan semakin banyak yang mencoba membeli produk-produk baru atau 'branded' yang dianggap lebih baik dari produk yang biasa mereka gunakan sebelumnya.

Survei Nielsen mengungkapkan, pada kuartal pertama 2013 hampir delapan dari sepuluh (76%) responden online optimis bahwa prospek lapangan kerja lokal akan baik atau sangat baik dalam 12 bulan ke depan. Sedangkan dalam hal keinginan berbelanja, sebanyak 55% konsumen mengindikasikan bahwa dalam setahun ke depan akan menjadi waktu yang baik atau sangat baik untuk membeli barang-barang yang mereka inginkan atau butuhkan.

"Di sini, kami melihat adanya kecenderungan konsumen untuk mencoba produk-produk atau merek-merek baru dengan asumsi produk dan merek tersebut lebih baik dari yang biasa mereka gunakan sebelumnya. Jadi, tidak heran jika belakangan ini semakin banyak produk-produk baru bermunculan. Contohnya, produk pasta gigi sensitif yang saat ini sangat gencar bermunculan," ungkap Catherine Eddy, Managing Director Nielsen Indonesia.

Sementara, terkait keuangan pribadi, sebanyak 83% konsumen online Indonesia percaya bahwa keadaan kondisi keuangan mereka akan sangat baik atau baik dalam 12 bulan ke depan, yang berarti meningkat 5% poin dibandingkan kuartal sebelumnya (78%). Namun, menurutnya, kepercayaan konsumen dalam hal tersebut bisa berubah, tergantung besar kecilnya kenaikan kenaikan harga BBM yang rencananya akan ditetapkan pemerintah pertengahan tahun ini.

"Sepanjang kuartal pertama 2013, konsumen Indonesia cenderung sangat optimis dengan kondisi keuangan mereka. Tetapi, jika hal ini sangat tergantung oleh besarnya rencana kenaikan harga BBM yang akan ditetapkan pemerintah. Selain itu, konsumen juga optimis menjelang pemilu presiden tahun 2014, dan kami melihat pola optimisme ini secara konsisten juga terjadi di masa lalu pada setiap menjelang pemilu," jelasnya.

Selain itu, imbuh Catherine, kenaikan upah minimum yang signifikan di seluruh Indonesia juga mengindikasikan bahwa konsumen yang bekerja di sektor formal memiliki pendapatan yang siap untuk dibelanjakan lebih banyak. Hal tersebut berpengaruh pada kondisi manajemen keuangan mereka sedikit lebih mudah. Ia juga melihat bahwa kepercayaan konsumen pada Q1 2013 tercermin dari semakin mampunya konsumen membeli barang-barang branded dan produk premium di pasaran.

"Hal tersebut mengindikasikan, konsumen Indonesia memiliki pendapatan yang siap dibelanjakan untuk brand dan produk tersebut. Dan kami melihat bahwa ini adalah waktu yang sangat menggairahkan bagi Indonesia. Ditambah semakin tumbuhnya middle class serta konsumsi domestik sebagai pemasukan utama dari PDB Indonesia, yang menjadi pendorong pertumbuhan Indonesia untuk tahun-tahun ke depan," tutup Catherine.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

1 thought on “2013, Konsumen Indonesia Semakin ‘Gila’ Belanja”

semoga situasi semakin kondusif
by NuansaMuslim.co.id, 06 May 2013, 16:01

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)