Belajar Strategi Email Marketing dari Lingerie Mewah Journelle

Siapa bilang toko fisik lebih menarik untuk men-display produk lingerie mewah? Journelle, merek lingerie mewah asal Amerika, justru merasa lebih efektif memanfaatkan strategi email marketing sebagai upaya “men-display” produk lingerie mereka, dibandingkan harus men-display Journelle di gerai fisik mereka.

Journelle sukses memanfaatkan strategi email marketing

Journelle sukses memanfaatkan strategi email marketing

Itu sebabnya, manajemen Journelle memilih strategi Customer Relationship Management (CRM) untuk membesarkan bisnis mereka. Seperti yang dikutip dari www.dmnews.com, Journelle menerapkan CRM, manajemen persediaan, dan system IT (Information Technology) guna membangun database pelanggan yang akurat.

Menurut Claire Chambers, pendiri dan CEO Journelle yang mengoperasikan empat gerai fisik di New York serta bisnis e-commerce nasional, system IT membuat ia dan staf marketingnya memiliki visi yang jelas tentang apa yang pelanggan butuhkan. Mulai dari seberapa banyak lingerie yang dibutuhka pelanggan, hingga peristiwa atau momen apa yang mampu memicu pembelian lingerie oleh konsumen.

"Email adalah salah satu alat pemasaran yang paling berharga. Lebih dari 30 persen dari penjualan e-commerce kami berasal dari sentuhan pemasaran email seperti itu," tegas Chambers.

Sejak awal, Journelle memang memiliki dua obyektif utama, yakni memperoleh pelanggan baru sekaligus mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Untuk obyektif mempertahankan pelanggan, Journelle memilih memanfaatkan basis data pelanggan untuk menjalankan strategi email marketing. Pendekatan yang diambil Journelle adalah memandukan dunia digital dan gerai fisik untuk menawarkan pengalaman berbelanja secara personal.

Langkah pertama yang dilakukan Journelle adalah menghimpun data pembelian pelanggan. Mulai dari data SKU, merek, harga, hingga tanggal pembelian. Bahkan, tak segan-segan Journelle menindaklanjutinya dengan mencari tahu data pribadi konsumen yang lebih banyak via email. Antara lain, ukuran, tanggal lahir, ulang tahun, hingga ZIP Code.

Tentu saja, data yang sudah dihimpun tersebut diolah Journelle untuk merancang strategi email marketing mereka. “Bisnis lingerie adalah bisnis yang berbasis pada pelanggan yang loyal. Namun, kami juga tidak boleh melupakan pelanggan baru yang masuk ke gerai fisik. Mereka tidak akan belanja lingerie setiap hari. Lingerie adalah pembelian berdasarkan kebutuhan,” ungkap Chambers.

Data yang dihimpun Journelle menunjukkan bahwa kebutuhan lingerie biasanya muncul setiap enam sampai delapan bulan. Oleh karena itu, Journelle mengirim pesan email marketing kepada pera pelanggan, begitu mendekati enam bulan pasca pembelian terakhir lingerie. Pesan email marketing Journelle mengenai item produk yang relevan dengan preferensi masing-masing konsumen. Pendeknya, pelanggan segmen mewah dapat menerima email dengan item terbaru dari lingerie pilihannya, bersama dengan update terkini dari merek desainer.

"Kami menggunakan tanggal pembelian, merek, ukuran, dan data lainnya untuk memastikan bahwa kami mengirim email yang relevan. Hal itu kami lakukan untuk memastikan bahwa kami tidak sedang memasukkan pesan email pada kotak spam pelanggan,” lanjut Chambers, yang menyebutkan bahwa tarif dinaikkan 50% ketika Journelle mengirim email marketing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)