GO-JEK Versus GrabBike, Siapa Menang?

Sukses GO-JEK menggarap layanan transportasi berbasis motor—atau lebih dikenal dengan ojek—kini, giliran GrabTaxi aplikasi transportasi mobile asal Malaysia melirik layanan tersebut. Pertengahan Mei ini (20/5), GrabTaxi meluncurkan trial versi beta dari GrabBike, yakni sebuah layanan transportasi motor atau lebih dikenal dengan ojek di Jakarta. Tak tanggung-tanggung, sebagai iming-imingnya, GrabTaxi memberikan penawaran untuk mencoba secara gratis layanan GrabBike hingga akhir bulan ini. Menariknya, kostum jaket dan helm para pengendara GrabBike juga berlatar hijau, nyaris mirip dengan pengendara GO-JEK.

GO-JEK

GO-JEK

Upaya GrabTaxi melirik bisnis layanan transportasi berbasis motor itu cukup dimaklumi. Mengingat, GO-JEK sebagai sang pionir mampu mendulang untung di bisnis tersebut. Sejak beroperasi 2011, bisnis GO-JEK terus melesat. Jika di awal peluncuran GO-JEK hanya menyasar segmen korporat dengan, sejak awal tahun 2015 ini GO-JEK mulai menggarap pasar ritel. Yakni, dengan meluncurkan aplikasi mobile GO-JEK. Melalui aplikasi mobile itu, GO-JEK menawarkan empat layanan sekaligus, yakni transportasi, kurir, belanja, dan Go-Food.

Michaelangelo “Michy” Moran, Brand Ojek Director GO-JEK, mengungkapkan bahwa saat ini setiap harinya GO-JEK menerima pesanan (orderan) sampai ribuan. Dengan minimal tarif pesanan sebesar Rp 25 ribu, diperkirakan setiap harinya GO-JEK mengantongi pendapatan minimal sebesar Rp 25 juta. Jumlah mitra tukang ojek yang sudah digandeng GO-JEK sendiri saat ini sudah mencapai 5.000 orang.

“Pada saat awal diluncurkan, kami hanya menerima ratusan order setiap harinya. Kini, setiap harinya, kami mendapat orderan hingga ribuan. Sementara itu, untuk segmen korprate, kami pernah melayani antara lain Gramedia, OPPO, DHL, Trakindo, Ismaya Group,” ujar Michy, yang mengakui bahwa GO-JEK adalah perusahaan lokal yang mengedepankan tiga prinsip, spee, inovation, dan social impact.

GrabBike

GrabBike

Boleh jadi, untung yang diperoleh GO-JEK membuat GrabTaxi tergiur untuk merambah bisnisnya di Indonesia via layanan transportasi ojek. Nyaris mirip dengan aplikasi mobile GO-JEK, GrabBike menawarkan cara ‘memesan online’ ojek yang aman, karena dilengkapi fitur keselamatan seperti pelacakan secara langsung dan perlindungan asuransi, cukup dengan menekan beberapa tombol di ponsel pintar.

Dikatakan Cheryl Goh, GrabTaxi Holding Group Vice President of Marketing, keamanan adalah yang paling penting bagi GrabBike. Para pengguna diyakinkan bahwa GrabBike menganut standard keamanan yang sama dengan GrabTaxi, yang berfokus pada tiga pilar, yaitu Keamanan (Safety), Kepastian (Certainty), dan Kecepatan (Speed).

“Layanan terbaru ini beroperasi menggunakan platform yang sama dengan GrabTaxi, yakni menawarkan pengalaman berkendara yang mulus bagi mereka yang mencari pilihan taksi atau ojek, serta mampu memenuhi berbagai kebutuhan transportasi dalam satu aplikasi. GrabBike juga menjadi pilihan yang cepat sekaligus aman bagi warga perkotaan yang selalu diburu waktu, termasuk dalam menembus kepadatan lalu lintas yang sangat terkenal di Jakarta,” ujar Goh dalam siaran pers yang diterima MIX.

Jika GO-JEK sudah menjangkau daerah Jabodetabek, Bandung, dan Bali—bahkan, tahun ini akan menambah ke wilayah Surabaya—maka sebagai pendatang baru di Indonesia, GrabBike masih terbatas di area Kuningan dan Setiabudi sebagai wilayah penjemputan.

“Namun pengantaran dapat dilakukan ke seluruh wilayah Jakarta. Jaringan area penjemputan diharapkan akan terus bertambah dalam minggu-minggu mendatang, seiring dengan berkembangnya layanan. Untuk menguji pelayanan terbarunya, GrabBike menawarkan ‘Gratis NgeBike’ yang berlaku 20 - 31 Mei 2015 bagi seluruh warga Jakarta,” terang Goh.

GO-JEK sebagai pionir tentu tak ingin posisinya tersalip oleh GrabBike. Sebagai jawabannya, GO-JEK senantiasa menawarkan inovasi kepada penumpang. Antara lain, kemudahan pembayaran lewat fitur GO-JEK Wallet. Paling anyar, setelah menyediakan helm, GO-JEK juga memberikan gratis masker wajah untuk menghindari polusi dan hair cap untuk melindungi rambut bagi para penumpang.

GrabBike pun tak mau kalah saing. Demi menarik hati para penumpang, GrabBike menawarkan asuransi medis bagi seluruh penumpang dan pengemudinya. “Ini adalah pertama kalinya dilakukan oleh aplikasi transportasi mobile. Jika terjadi kecelakaan, semua pihak ditanggung oleh asuransi,” kata Goh, yang menyebutkan bahwa GrabBike juga menyediakan helm, masker wajah, penutup rambut (hair cap), dan jas hujan bagi para pengguna GrabBike.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)