Komunitas RPK Promosikan Tapis Lampung di "Gelar Batik Nusantara 2013"

Yayasan Batik Indonesia kembali menggelar perhelatan "Gelar Batik Nusantara 2013" (GBN). Pameran yang digelar setiap dua tahun sekali itu menjadi upaya Yayasan Batik Indonesia dalam memasarkan sekaligus mempromosikan batik--sebagai kain tradisional Indonesia. Mengusung tema "Innoquality", gelaran tahun ini diharapkan dapat menampilkan inovasi-inovasi baru yang berkualitas di bidang perbatikan Indonesia.

Pameran Gelar Batik Nusantara 2013 menjadi upaya Yayasan Batik Indonesia dalam memasarkan sekaligus mempromosikan batik sebagai kain tradisional Indonesia.

Kali ini, perhelatan yang digelar mulai 17-21 Juli di Balai Sidang Jakarta itu, diikuti oleh 422 pengrajin di seluruh Indonesia, mulai dari pengrajin mandiri, mitra binaan kementerian, mitra binaan BUMN, hingga mitra binaan dinas daerah. Selain memamerkan ratusaan booth batik, Gelar Batik Nusantara 2013 juga menampilkan peragaan busana, talkshow, demo make up, hingga peluncuran buku batik "Benang Raja Menyimpul Keelokan Batik Pesisir" karya Hartono Soemarsono.

Gelar Batik Nusantara 2013 dimanfaatkan pula oleh komunitas Perkumpulan Rumah Pesona Kain (RPK) untuk mengkomunikasikan sekaligus mempromosikan batik-batik hasil binaannya. Diantaranya, dengan menggelar peragaan busana yang menghadirkan aneka kain dari daerah Lampung, Garut, dan Kudus--yang notabene daerah binaan Rumah Pesona Kain.

"Melalui tema 'Eksotika Kain Nusantara, Lampung, dan Jawa', kami menggandeng desainer Oscar Lawalata dan Ghea Panggabean pada peragaan busana kali ini. Lewat ajang ini, kami berharap kain tapis berbahan dasar tenun serta batik dari daerah Lampung, batik Garut, maupun batik Kudus makin populer dan kian diminati masyarakat," ungkap Ketua Perkumpulan Rumah Pesona Kain Ike Nirwan Bakrie.

Perkumpulan Rumah Pesona Kain didirikan sejak September 2005 oleh sembilan ibu-ibu pecinta kain Indonesia. Kesembilannya adalah Linda Agum Gumelar, Ike Nirwan Bakrie, Sri Redjeki Sulisto, Darwina Pontjo Sutowo, Ade Krisnaraga Syarfuan, Seminarti Gobel, Rahmi A.P. Tahir, Linda Herlinda, dan Yuni B. Adam.

"Obyektif dari Perkumpulan Rumah Pesona Kain adalah untuk mendorong pengembangan kualitas pengrajin melalui program pembinaan terpadu dan berkelanjutan. Antara lain, membantu mempromosikan dan mengkomunikasikan karya-karya batik para pengrajin yang dibina oleh Rumah Pesona Kain," tutup Ike.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)