Membaca Trend Belanja Iklan Bisnis Leisure 2020

Dalam releasenya yang disampaikan ke beberapa media, Govinda Singh, Direktur Eksekutif Valuation & Advisory Services Colliers Asia mengisyaratkan tantangan yang dihadapi industri hospitality dan leisure tahun 2020.

Menurut Govinda Singh, selama kuartal pertama 2019, hotel-hotel di kawasan Asia Pasifik mengalami tekanan yang signifikan dibandingkan kuartal tahun sebelumnya. Secara keseluruhan tingkat hunian kamar dan tarif harian rata-rata menunjukkan penurunan menjadi 67,4% atau hanya USD103,46 per kamar.

Sengketa perdagangan AS-China benar-benar membebani kepercayaan bisnis dan konsumen, sehingga menghambat pertumbuhan permintaan. Namun, perjalanan intra-Asia dan domestik masih menunjukkan harapan akan kenaikan permintaan. “Ada harapan kenaikan peningkatan kinerja dalam beberapa bulan mendatang, ” kata Govinda Singh.

Pertanyaannya adalah bagaimana para pelaku bisnis hospitality menyiapkan diri menghadapi perebutan kue yang semakin banyak oleh pemain itu? eMarketer memperkirakan, pengeluaran iklan digital industri travel melampaui belanja iklan digital perusahaan consumer.

Belanja iklan travel dan leisure meningkatkan pengeluaran iklan digital yang secara total meningkat sebesar 21,4% menjadi $ 10,86 miliar pada tahun 2019. Belanja iklan digital travel menyumbang 8,4% dari total pengeluaran iklan digital AS pada tahun 2019. Pangsanya akan naik sedikit menjadi 8,6% pada tahun 2020.

Format iklan digital manakah yang populer di kalangan pengiklan perusahaan travel? Perusahaan travel masih mengandalkan pada platform searching (pencarian). eMarketers memperkirakan platform pencarian untuk travel ini sebesar 53,7% dari total pengeluaran iklan digital perjalanan pada tahun 2019. Porsi itu jauh di atas rata-rata industri iklan sebesar 41,5%.

Pengiklan bisnis travel di AS juga meningkatkan belanja iklan seluler mereka sebesar 25,1% menjadi $ 7,62 miliar pada 2019. Ponsel akan menyumbang 70,1% dari belanja iklan perjalanan tahun ini dan 72,1% pada 2020.

Di Indonesia, belanja iklan penyedia jasa travel, Traveloka selama Januari –September 2019 menghabiskan dana sebesar Rp 406,47 miliar. Ini menempatkan Traveloka di posisi ketiga belanja iklan di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)