Mengelola Channel Digital Secara Efektif

MIX.co.id – Tidak mudah mengelola beragam kanal digital agar menciptakan Brand Engagement yang kuat dan menghasilkan rekomendasi serta advocacy bagi brand.

Munculnya beragam kanal menuntut para pengelola brand untuk lebih jeli dan selektif dalam mengelola kanal-kanal tersebut supaya menjadi media yang efektif untuk menciptakan rekomendasi dan advocacy. Dibutuhkan keseriusan untuk mengelola kanal-kanal di dunia maya tersebut.

Hal itu terungkap dalam webinar bertajuk  “Effective Multiple (Digital) Channel Management” yang diselenggarakan Majalah MIX MarComm pada Kamis (18/11), dengan menghadirkan pembicara pakar dan praktisi.

Steve Saerang, Senior Vice President Corporate Communications Indosat Ooredoo, yang hadir sebagai pembicara pertama menyampaikan tentang strategi mengelola kanal digital di perusahaan Indosat Ooredoo. Dalam paparan berjudul “Managing Various Digital Platforms – a Case Study” dijelaskan tantangan yang dihadapi di tengah pandemi saat ini.

Teknolohi, katanya, makin berkembang, dari zoom, google meet, hingga Microsoft. Begitu pula kanal-kanal komunikasi, semakin beragam, dari Facebook, Instagram, Twitter, Linkedin, YouTube, hingga TikTok.

“Kita dihadapkan channel yang amat beragam. Bagaimana memanfaatkan beragam channel tersebut menjadi channel atau media yang efektif untuk menciptakan brand engagement yang kuat, inilah tantangannya,” jelas Steve.

Bagi Indosat Ooredoo, bagaimana mengubah tantangan (challenge) itu menjadi opportunity, hal inilah yang disikapi perusahaan sehingga memanfaatkan pl;atform atau kanal-kanal tersebut secara efektif disesuaikan dengan karakteristik dari channel tersebut.

“Sangat penting untuk dipahami bahwa sebelum memanfaatkan platform bahwa kita harus tahu soul-nya apa?” ungkapnya. Tanpa memahami soul dari sebuah platform, mustahil dapat memanfaatkan platform tersebut secara efektif.

Facebook misalnya, dianggap sebagai platform atau kanal muara untuk masuk ke platform atau kanal-kanal lain. Facebook menjadi media komunikasi dan interaksi yang efektif untuk membahas lebih banyak konten visual karena di Facebook cenderung user lebih suka dengan gambar (visual).

Kemudian, lanjut Steve, platform Instagram lebih banyak memuat konten galeri, Twitter untuk percakapan (conversation) atau Linkedin sebagai profil  korporat (corporate pride).

Customer engagement dibutuhkan bagi brand. Mengapa? Menurut A. Kristiyanto, Chief Marketing Officer Ivosights, karena mampu menyuguhkan brand experience, dapat meng-create customer menjadi loyal, dapat memberikan feedback dan insight customer, serta dapat mendongkrak penjualan (sales).

Pengukuran Brand Engagement dapat menunjukkan sejauhmana brand atau merek-merek tersebut menjadi perbincangan, mendapat apresiasi, bahkan dari warganet. Saat ini semakin penting bagi brand untuk mendapatkan perhatian warganet karena jumlah mereka semakin dominan.

Pada kesempatan itu, Mia Argianti selaku Head of Marketing KlikDokter memaparkan tentang pentingnya membangun Brand Engagement bagi platform KlikDokter, sementara Wira Gumay, Operational Director Isobar Indonesia, memaparkan tips engagement sukses di era digital.

Tips tersebut diantaranya brand harus aktif dan konsisten menanggapi pesan dan komentar dari customer; mintalah umpan balik dari customer tentang produk atau layanan, serta tanggapi setiap komentar (terutama yang negatif); Rencanakan konten secara tepat dan kontinu; serta pahami apa yang menjadi kebutuhan atau yang diinginkan customer. ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)