Pandume Bidik Traveler

Setelah Path, kini hadir kembali aplikasi jejaring sosial Pandume yang berfungsi merekam sekaligus mengabadikan sebuah momen. Aplikasi lokal tersebut bukan sekedar berbagi momen atau pengalaman perjalanan ter-update, tetapi juga menjadi jurnal dalam bentuk visual yang bisa difungsikan followers sebagai initerary atau pedoman perjalanan.

(Kiri ke kanan): Evy Tjahyono (Co-founder dan CEO Pandume);
Pradikta Dwi Antony (Penggiat travel dan pemilik akun @TravellerID); Ryan (Komunitas Dua Ransel); Mari Elka Pangestu (Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI), Dina (Komunitas Dua Ransel);dan Roy Prawira (Co-founder dan COO Pandume) saat peluncuran Pandume, Rabu (16/4) di Jakarta.

Dikatakan Roy Prawira, Co-founder dan COO Pandume, Pandume menjadikan sebuah momen perjalanan menjadi meaningful, karena posting-an user berguna bagi para follower, bukan sekedar update seperti halnya aplikasi lain. Pandume, imbuhnya, fokus pada minat dan pengalaman pengguna yang direkam dalam konsep jejaring sosial. “Pandume menawarkan fitur Route yang memungkinkan pengguna untuk mengabadikan momen berharga mereka dalam rangkaian jurnal visual yang terdiri dari 8 gambar, lengkap dengan deskripsi-nya. Misalnya, user ingin meng-highlight 8 Lokasi Hangout Murah Meriah di Singapura. Untuk lebih personal dan menarik, user juga bisa men-tag rekan mereka,” jelas Roy saat peluncuran Pandume pertengahan April ini. Memiliki fungsi yang lebih kontekstual dibandingkan jejaring sosial lain, dimanfaatkan Pandume untuk menggandeng sejumlah komunitas, antara lain komunitas traveling Dua Ransel. “Untuk awal, kami coba bidik komunitas traveling, tetapi sebenarnya Pandume terbuka untuk hobi dan minat apapun. Tahun ini, target kami mengumpulkan 200-300 ribu user baru,” ujar Roy. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, Mari Elka Pangestu, menyambut positif peluncuran aplikasi Pandume. “Pandume merupakan salah satu produk kreatif yang dapat membantu meningkatkan pariwisata, khususnya di Indonesia. Dengan begitu, Pandume bukan hanya mampu menghubungkan wisata satu dengan wisata lainnya, tetapi juga membantu penyebaran wisata Indonesia ke dunia,” pungkasnya. Selain perjalanan wisata, menurutnya, pengguna Pandume juga dapat menyalurkan minat lainnya seperti kuliner, musik, fotografi, olahraga, budaya, sejarah, dan sebagainya. Saat ini, Pandume sudah tersedia gratis di Apple Store. Sementara untuk pengguna Android, Pandume rencananya akan hadir Play Store pada Juni 2014 mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)