Kampanye Digital Mendominasi Citra Pariwara 2014

Mengusung tema “Return On Idea”, festival kreatif bergengsi, Citra Pariwara 2014 ingin menyampaikan pesan bahwa kreativitas tidak harus bertentangan dengan pengukuran berbasis riset. Sebaliknya, melalui tema tersebut, Citra Pariwara 2014 ingin menunjukkan bahwa keduanya justru saling mendukung.

Perhelatan Citra Pariwara 2014

Perhelatan Citra Pariwara 2014

“Itu artinya, ide periklanan yang efektif haruslah kreatif. Sebaliknya, kreativitas memerlukan inspirasi dan arahan dari insight dan pengukuran,” ungkap Irfan Ramli, Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) DKI Jakarta, dalam siaran pers yang diterima MIX.

Berakhir pada akhir November lalu (28/11), Irfan mengaku bahwa pemilihan tema tersebut merupakan upaya P3I untuk menyatukan berbagai pemain industri periklanan dengan klien dalam satu pandangan yang sama.

Selain itu, di usianya yang ke-27, festival periklanan nasional Citra Pariwara bertujuan untuk meningkatkan standard periklanan Indonesia agar dapat bersaing di arena internasional. Terutama, di saat Indonesia yang akan segera memasuki era pasar bebas ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN.

Untuk itu, panel juri melibatkan tokoh-tokoh periklanan internasional ternama, seperti Lo Sheung Yan (Chairman of Worldwide & APAC Creative Council JWT, Shanghai), Kalpesh Pantakar (Regional Creative Director, Y&R, Dubai), Rene E. Menenez (Chief Executive Officer, Better Digital Solutions, Malaysia), Minoru Fujii (Executive Creative Director, Hakuhodo Inc, Japan), dan banyak lagi.

Agenda Citra Pariwara 2014 antara lain seminar dua hari yang menampilkan pakar ternama dari latar belakang kreatif, media, brand, dan riset. Para pembicara datang dari praktisi internasional seperti Mark Chamberlain (Managing Director, Millward-Brown Indonesia), VJ Anand Siva Subramaniam (Executive Creative Director, TBWA Malaysia), Richard Nicoll (Chief Shopper Marketing Officer Saatchi & Saatchi), dan banyak lagi.

Tahun ini menjadi unik bagi Citra Pariwara. Lantaran, Pemilihan Presiden yang baru diselenggarakan empat bulan yang lalu, banyak memicu ide kampanye digital anyar. Mulai dari gerakan di media sosial, co-creation konten, sampai meme vital. Hal itu tercermin dari banyaknya entry dan pemenang dari ide-ide kampanye politik tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)