BCA Dukung Cashless Society dengan Tiga Produk e-Money

BCA tercatat sebagai bank yang sejak awal telah mengedukasi masyarakat Indonesia akan uang elektronik lewat produk Flazz yang dikenal sebagai alat pembayaran yang cepat dan praktis. Melalui produk uang elektronik yang diluncurkan secara resmi pada 2009 itu, BCA menawarkan layanan multifungsi berbasis teknologi chip dan RFID (Radio Frequency Identification).

Ketut Alam Wangsawijaya, Senior Vice President Transaction Banking Business Development BCA, menerangkan bahwa Flazz dapat digunakan antara lain untuk pembayaran di jalan tol, makanan dan minuman di gerai merchant-nya, minimarket, supermarket, hipermarket, SPBU, parkir, toko buku, tempat rekreasi, dan transportasi umum (Transjakarta, Commuter Line Jabodetabek, dan Trans Jogja). "Flazz juga dapat digunakan di merchant lainnya di lebih dari 103 ribu outlet merchant," katanya.

Diakuinya, potensi pasar uang elektronik di Indonesia cukup menjanjikan, karena uang elektronik memiliki jangkauan yang sangat luas dan multiguna. Misalnya, satu kartu dapat digunakan untuk beberapa fasilitas.

"Secara umum, pasar Indonesia sudah cukup siap dalam penggunaan produk uang elektronik. Sebagai contoh, di gardu tol di hampir seluruh kota, sudah mewajibkan membayar dengan menggunakan uang elektronik. Oleh karena itu, setiap segmen wajib siap menerima produk uang elektronik," lanjutnya.

BCA, katanya, senantiasa berkomitmen untuk terus meningkatkan kemudahan dan kenyamanan nasabah dalam melakukan transaksi, dengan mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Salah satunya, dengan menerapkan 100% transaksi nontunai di jalan tol.

Wujud komitmen BCA yang lain adalah dengan meluncurkan uang elektronik lainnya, yakni Sakuku dan QRku. Diluncurkan pada 2015, Sakuku menyasar segmen pengguna aplikasi digital sehingga pengguna dapat melakukan pembayaran saat berbelanja, isi pulsa, dan transaksi perbankan lainnya langsung dari smartphone.

"Sakuku menawarkan kemudahan, yakni hanya dengan men-download aplikasi di application store untuk membuka uang elektronik Sakuku. Sakuku juga memberikan kepraktisan berupa nomor handphone sebagai nomor kepemilikan Sakuku. Selain itu, Sakuku bebas biaya administrasi bulanan," urainya.

Selang tiga tahun, pada 2018 BCA kembali meluncurkan uang elektronik QRku. "Target market QRku tentunya seluruh nasabah setia BCA. QRku menawarkan kemudahan dalam melakukan transaksi transfer antarsesama pengguna aplikasi BCA Mobile dan Sakuku, yakni hanya dengan melakukan scan QR, tanpa harus menghafal atau mencatat nomor rekening," tandas Ketut.

Ketut menegaskan bahwa peluncuran berbagai produk cashless tersebut merupakan cermin dari komitmen Bank BCA dalam meningkatkan penetrasi uang elektronik di Indonesia. Hal ini, katanya, sesuai dengan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) yang dicanangkan Bank Indonesia sebagai otoritas sistem pembayaran nasional.

Dalam rangka mendorong penetrasi uang elektronik, Bank BCA juga melakukan berbagai kerja sama untuk penjualan kartu Flazz di tempat-tempat strategis dan event-event tertentu. Di antaranya, penjualan di retailer berjaringan luas seperti Alfamart, Indomaret, dan Gramedia; penjualan di gerbang Tol bekerja sama dengan BUJT; penjualan di TransJakarta dan Stasiun Keret; serta penjualan di event besar seperti Pekan Raya Jakarta.

Tentang kinerja penjualan Flazz, menurut Ketut, per September 2018, jumlah kartu Flazz sudah mencapai sekitar 15 juta kartu, dengan pertumbuhan sekitar 9% year on year. Sementara itu, pengguna Sakuku telah mencapai lebih dari 500 ribu user dengan pertumbuhan lebih dari 100% year on year.

Tags:
BCA Flazz QRku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)