Ketika "Digital Fashion Week" Menjadi Channel Komunikasi Pilihan

Era digital memang selalu membuka peluang bagi para pebisnis untuk mencari ceruk bisnis baru. Hal itulah yang dilakukan dfw Creative, agensi pemasaran yang berbasis di Singapura yang menangani berbagai klien di industri fashion, kecantikan, perjalanan, dan gaya hidup. Melalalui salah satu program andalannya, "Digital Fashion Week", nama dfw Creative berkibar di kawasan Asia.

IMG_20151002_44685

Maklum saja, paska penyelenggaraan "Digital Fashion Week" di Singapura dan Thailand sejak tahun 2012, program "Digital Fashion Week" mendulang sukses besar, bahkan menjadi ajang fesyen yang paling digitally forward di Asia. Termasuk, menjadi salah satu event peragaan busana bergengsi di Asia.

Sukses itu tak lepas dari konsep yang berbeda yang ditawarkan di ajang "Digital Fashion Week". Ya, "Digital Fashion Week" menjadi fashion week pertama di Asia yang menawarkan pengalaman live stream secara real time dan penuh dari awal hingga akhir acara.

"Konsep Digital Fashion Week, kami hadirkan dalam platform digital yang memungkinkan publik, siapapun dan di mana pun, untuk melakukan pembelian karya-karya yang diperagakan di run way, menyaksikan tayangan langsung baik peragaan busana, kegiatan di backstage, behind-the-scene, wawancara sebelum dan paska acara, dan sebagainya," papar Charina Widjaja, Pendiri dan Managing Director dfw Creative.

Selain webiste www.DigitalFashionWeek.com, untuk memaksimalkan engagement dengan para tamu dan mereka yang menyaksikan secara online, dimanfaatkan juga platform social media. Misalnya, facebook, twitter, youtube, instagram, dan google plus.

"Digital Fashion Week juga meluncurkan ajang pencarian modelling dengan menggunakan platform video instagram untuk menemukan talenta-talenta baru. Pemenang tiga besar akan diajak berjalan di runaway Digital Fashion Week 2015 di Bangkok dan Singapura, yang bekerja sama dengan Asia's Next Top Model, serta tampil di Her World dan herworldPlus," paparnya.

Melalui Digital Fashion Week, dfw Creative juga memberikan panggung bagi para perancang busana lokal yang ingin lebih dikenal di kancah internasional. Sebab, Digital Fashion Week juga dihadiri tamu VIP dari industri fashion global seperti Naomi Campbell, Carmen Dell'Orefice, Hilary Alexander, Patricia Field, Guo Pei, Andrej Pejic, dan Cristiano Burani. Termasuk, menghadirkan Editor-in-Chief media terkemuka.

"Melalui program ini, kami juga membantu para desainer serta pemilik merek fesyen dan lifestyle untuk membangun brand awareness sekaligus melakukan penetrasi bisnis di pasar Asia. Selain karya mereka dapat dilihat audience di kancah global, jika audience ada yang tertarik, maka karya mereka juga dapat dibeli langsung secara real time pada saat busana mereka diperagakan di Digital Fashion Week," kata Charina, yang menyebutkan bahwa aneka busana yang diperagakan di Digital Fashion Week adalah busana ready to wear.

Kesuksesan itulah yang juga ingin dibawa ke Indonesia. Seksinya industri fashion di Tanah Air, memicu Charina untuk menghadirkan Digital Fashion Week di Indonesia pada tahun depan. "Kami akan mengundang para designer lokal Indonesia untuk berpartisipasi. Kami juga melibatkan fashion entrepreneur dan fashion blogger seperti Diana Rikasari dan Olivia Lazuardi," ujar Charina, yang berharap Digital Fashion Week 2016 di Indonesia jumlah audience-nya mencapai 2-3 kali lipat dari Singapura maupun Bangkok.

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)