Komunitas Multiply Indonesia

“Motivasi awal dibentuknya komunitas yang sangat cair ini adalah karena begitu cepat akrabnya masing-masing pengguna blog engine Multiply,” ujar Sri Sariningdiyah, yang sering menjadi juru bicara komunitas jika harus bertemu dengan pihak ketiga. Ari menjadi sosok yang ‘dituakan’ lantaran ia termasuk orang yang merintis berdirinya komunitas pada 2004 bersama tiga blogger lainnya.

Komunitas Multiply Indonesia

Pada umurnya yang sudah menginjak tahun kedelapan, Multiply Indonesia berkembang menjadi komunitas yang sangat cair. Tidak ada susunan pengurus maupun ketua dan anggota yang terdaftar. Tidak diketahui persis berapa jumlah anggotanya karena tidak ada registrasi yang mensyaratkan aturan-aturan tertentu. Kecuali kesadaran masing-masing untuk memperhatikan norma kesopanan dan sosial. Format yang dengan bangga mereka kibarkan sebagai ciri khas komunitas Multiply Id—sering dipendekkan menjadi MPID, ini acap kali dirasakan menjadi sandungan kecil, terutama dalam pergaulan dengan komunitas blogger lainnya. Namun di dalam komunitas sendiri, mereka justru merasa nyaman tanpa ikatan formal. “Sebuah komunitas toh akan melakoni sejarahnya sendiri. Bisa perlahan mati jika sudah tidak ada lagi interest di dalamnya. Atau menjadi bertambah besar ketika kenyamanan makin dirasakan bersama. Oleh semua yang ada di dalamnya,” demikian tulis Ari filosofis. Maka bukan sesuatu yang aneh, jika mereka mampu enjoy tanpa memiliki base camp fisik, bahkan tanpa website resmi. “Rumah kami ya di Multiply,” tambah Anis seorang reporter radio yang sangat aktif di Multiply. Bahkan tidak sedikit di antara para MPers yang saat ini tidak berdomisili di Indonesia. Namun justru karena hanya memiliki ‘rumah virtual’ yang beralamat di http://multiply.comitulah, para MPers menjadi sangat sering melakukan aktivitas kopi darat (kopdar). Sejak berkumpul pertama di tepi danau Universitas Indonesia (UI) pada 2005, paling tidak sudah sekitar 45 kali komunitas ini melakukan pertemuan tatap muka atau kopi darat (kopdar). Dalam satu tahun paling tidak ada lima sampai delapan kali pertemuan, namun ada dua pertemuan yang menjadi agenda utama, yaitu kopdar dalam rangka ulang tahun komunitas, serta halal bihalal. Selain silaturahmi, acara kopdar biasanya diisi dengan kegiatan bakti sosial dan bazaar. “Banyak sekali manfaat yang diperoleh ketika komunitas ini berkumpul atau berinteraksi melalui dunia maya,” tambah Ari. Manfaat langsung yang ia sebut adalah jalinan pertemanan yang membuat mereka kadang menemukan hal-hal kecil tapi menakjubkan. Dan yang terbesar adalah manfaat tidak langsung ketika terjalin network yang luas, sehingga memungkinkan terbukanya berbagai kesempatan. Terutama peluang bisnis e-commerce. Maka tidak mengherankan jika cukup banyak member komunitas MPID yang menjadikan Multiply sebagai ajang jualan dengan wilayah edar sesama mereka sendiri. Nama komunitas yang mengandung unsur blog Multiply, menurut Ari, penggunaanya sudah seijin pemilik blog engine resmi tersebut sejak masih di Amerika Serikat. Jauh-jauh hari mereka memang sudah memikirkan potensi permasalahan hukum jika tidak mengantongi ijin atau kemungkinan terjadinya klaim dari pihak lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)