Agensi Pemasaran Digital Makin Marak, Diposisikan Sebagai Apa Agensi Anda?

Dalam industri agensi pemasaran digital (digital marketing agency) yang penuh sesak seperti sekarang banyak perusahaan yang membuat klaim yang sama dan menggunakan kata-kata buzz yang sama. Untuk itu, penting bagi para pemilik atau pengelola agensi digital untuk memposisikan agen pemasaran digital mereka.

Digital-Marketing

Lantas, langkah apa yang harus dilakukan agar agensi pemasaran digital memiliki ciri khas dan mempunyai posisi yang strategis dibandingkan agensi lainnya?

1. Ciptakan Positioning yang Tepat Pemasar harus mampu menggambarkan agen pemasaran digital atau diri mereka sendiri sebagai seorang profesional pemasaran digital. Apakah Anda harus memposisikan diri sebagai agensi penyedia jasa website, sebuah konsultan pemasaran digital, atau agensi media sosial? Tag-line agensi termasuk salah satu hal yang mampu menggambarkan siapa diri Anda. Sejatinya, positioning juga tergantung pada layananan dan spesialisasi agensi Anda.

Menurut Lukas Brynley-Jones, istilah yang tepat yang pemasar gunakan untuk menggambarkan agensi pemasaran digital mereka akan berdampak pada bagaimana agensi itu dirasakan oleh klien. Bahkan, Lilach Bullock percaya bahwa cara pemasar menggambarkan bisnis dan layanan mereka dapat memiliki efek dramatis pada apakah agensi mereka dapat berhasil atau tidak ke depannya.

2. Buatlah Title Jabatan yang Unik Title jabatan juga dapat berpengaruh pada bagaimana klien melihat agensi Anda. Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat title jabatan berevolusi dari yang sifatnya hirarki seperti Vice President Digital & Brand Communications, menuju ke fungsional seperti Digital Marketing Manager. Bahkan, title jabatan juga menuju kesesuatu hal yang unik, seperti Customer Happiness Manager.

3. Praktikkan Service Layering

Service layering atau layanan berlapis mirip dengan menawarkan layanan terpadu. Konsep service layering cukup sederhana. Begitu Anda sukses dengan satu kegiatan pemasaran, maka Anda dapat mulai untuk mengintegrasikannya pada kegiatan terkait, dan secara bertahap membangun menjadi strategi pemasaran digital terpadu. Pastikan semuanya harus didasarkan pada kebutuhan klien. Prioritaskan layanan yang paling dibutuhkan sebagai langkah awal, untuk selanjutnya menambahkan layanan lainnya agar klien dapat berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)