“Master Oleh-oleh”, Digital Activation Baru dari Blue Band

Berangkat dari potensi oleh-oleh bagi industri bakery, pastry dan pariwisata Indonesia, Unilever Food Solution (UFS) menyelenggarakan Kompetisi “Blue  Band Master Oleh-Oleh”. Kompetisi ini menjadi sebuah ajang bagi para pelaku industri bakery dan pastry dari Sabang hingga Merauke untuk menyalurkan kreativitas dalam menciptakan ragam kreasi oleh-oleh khas nusantara.   Para pelaku industri bakery dan pastry dipandang berperan penting menghadirkan sajian oleh-oleh khas masing-masing daerah Indonesia. Ragam variasi oleh-oleh khas daerah dapat berkontribusi mendorong sektor pariwisata dan perekonomian daerah tersebut, terlebih lagi fakta menyebutkan tiga dari empat orang Indonesia memilih produk makanan atau kue sebagai oleh-oleh.   “Kami di UFS menyadari besarnya potensi oleh-oleh ini, terutama bagi pelaku industri bakery  dan pastry. Untuk itu kami mengadakan kompetisi Blue Band Master Oleh-oleh berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, professional chef dan juga traveler. Kompetisi ini juga sejalan dengan strategi Unilever Sustainable Living Plan yang memiliki visi memberikan penghidupan yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia, terutama para pelaku industri bakery dan pastry,” papar Thomas Agus Pamudji selaku Managing Director Unilever Food Solution PT Unilever Indonesia Tbk.   Para pelaku industri bakery dan pastry di seluruh Indonesia dapat mendaftarkan diri dan kreasi kue andalannya melalui www.masteroleholeh.com selama periode 1 September – 14 Oktober 2016. Tiga kreasi oleh-oleh terbaik dari setiap provinsi akan dipilih berdasarkan voting masyarakat melalui website tersebut selama periode 1 September – 31 Oktober 2016. Pada bulan November 2016, tiga oleh-oleh terbaik dari tiap provinsi yang terpilih akan dikirimkan ke Jakarta untuk tahap penjurian semifinal yang akan memilih satu oleh-oleh terbaik dari setiap provinsi, untuk kemudian dipilih tiga pemenang utama Blue Band Master Oleh-Oleh yang akan dinilai berdasarkan dari rasa, tampilan, dan keunikan yang akan diumumkan pada bulan Desember 2016.   Dewan juri yang akan menilai terdiri dari tiga juri dari latar belakang yang berbeda-beda, yaitu Bapak Dadang Rizki Ratman selaku Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kementerian Pariwisata Republik Indonesia; Chef Rahmat Kusnedi, seorang pastry chef yang telah menggeluti dunia baking di Indonesia selama 20 tahun; dan Trinity, seorang traveler dan penulis buku seri ‘The Naked Traveler’ yang telah berkelana hampir ke seluruh provinsi di Indonesia dan 73 negara di dunia.   Juri Chef Rahmat Kusnedi selaku Pastry Chef dan President of Indonesia Pastry Alliance mengakui ide ini unik karena tidak banyak kompetisi yang berfokus di industri oleh-oleh dengan skala nasional. “Ini merupakan wadah yang baik dan dapat membantu membuka peluang mereka yang ada di pelosok sampai perkotaan untuk berkembang,” ujarnya.  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)