SociaBuzz, Platform Edukasi Market via Influencer

Penggunaan media sosial saat ini berkembang pesat. Keberadaannya tidak sekadar menjadi platform bagi penggunanya (user) untuk berbagi informasi, tapi juga berfungsi untuk mengedukasi konsumen dalam pendekatan yang lebih informal. Peluang ini dimanfaatkan SociaBuzz yang memposisikan dirinya sebagai influencer marketing platform.

SociaBuzz pada dasarnya mengusung konsep online marketplace yang menghubungkan bisnis dengan social media influencer. Hal ini bertujuan untuk menciptakan pemasaran word-of-mouth di media sosial seperti Instagram, Blog, Youtube, dan Twitter. Hadir sejak 2012 dalam versi beta, SociaBuzz baru beroperasi secara resmi pada Maret 2015.

Menurut Rade Tampubolon, CEO SociaBuzz, platform ini hadir karena pengalaman pribadi saat masih bekerja di brand dalam menjalankan influencer marketing secara manual. Saat itu dia kesulitan mencari influencer sehingga programnya tidak maksimal—hanya didukung beberapa influencer. Padahal, semakin banyak influencer, akan semakin besar peluang berhasilnya program. “Dari pengalaman itu, tercetus ide untuk automate prosesnya, tidak lagi manual. Saya lalu mengubungi rekan saya, Eddy Yansen untuk membuat influencer marketing platform,” tuturnya dalam beberapa kesempatan dengan media terkait perjalanan SociaBuzz.

Pada awal peluncurannya, jumlah infleuncer yang bergabung dengan SociaBuzz masih terbatas. Kemudian ada investor tertarik sehingga menyuntikkan dana untuk operasial dan pengembangan SociaBuzz. Setelah mendapatkan pendanaan tahap awal, SociaBuzz semakin leluasa berkembang. Bahkan, pada 2016 SociaBuzz berhasil menjadi salah satu startup terpilih yang berhak mengikuti batch ketiga program akselerator Ideabox hingga ke ajang DemoDay. Ini merupakan salah satu milestone pencapaian prestasi pencapaian SociaBuzz.

Prestasi tersebut berdampak positif bagi kinerja SociaBuzz. Tidak hanya platform-nya yang makin dikenal, baik di kalangan brand maupun influencer, namun juga semakin banyak brand yang memanfaatkan SociaBuzz dan makin banyak pula influencer yang bergabung. Dia mengklaim, brand yang menggunakan layanan SociaBuzz mecapai lebih dari 550 brand, sementara influencer, pihaknya berhasil merangkul lebih dari 10 ribu akun sosial media influencer.

Bagaimana sebenarnya peran SociaBuzz dalam berkontribusi di ranah marketing? Rade memaparkan, SociaBuzz merupakan sebuah online marketplace, di mana para pengiklan dan brand bisa mencari influencer media sosial atau endorser untuk mempromosikan produk dan layanan mereka. Kalau sebelumnya para pengiklan menghubungi satu per satu para buzzer untuk mempromosikan brand mereka di media online, termasuk negoisasi bayarannya, maka SociaBuzz menghilangkan proses itu. Di SociaBuzz, profil seluruh buzzer atau influencer terpampang beserta rate-nya. Sehingga, para pemilik brand atau marketer tidak perlu repot-repot lagi mencari buzzer dan influencer. Selain mudah dan praktis, SociaBuzz dapat menghemat waktu. Mereka tinggal pilih mau menggunakan buzzer atau influencer siapa untuk mempromosikan produknya sesuai dengan target pasar.

Terkait dengan monetisasi layanan, diakuinya bahwa pihak SociaBuzz akan menerima komisi dari setiap penghasilan yang diperoleh buzzer atau influencer yang terdaftar. Sementara itu, bagi influencer yang ingin bergabung akan ada proses penyaringan secara manual oleh pihak SociaBuzz dengan melihat konten dari masing-masing akun yang ada. Meski begitu, ia tegaskan bahwa siapa saja sebenarnya bisa bergabung dengan Sociabuzz, mulai dari selebriti, selebgram, youtuber, blogger, buzzer, sampai micro-influencer.

Dari pihak pengiklan (advertiser), SociaBuzz menyediakan layanan escrow yang dapat di top-up melalui metode transfer antar bank. Jadi, saat advertiser mempekerjakan influencer, biayanya akan akan ditahan SociaBuzz terlebih dahulu yang kemudian baru diberikan kepada influencer jika pekerjaannya telah rampung. Kinerja dari para influencer tersebut secara umum dapat diukur dengan melihat beberapa parameter seperti engagement dan clicks. “Pengukuran yang umum dilakukan di influencer marketing adalah jumlah engagement yang terjadi berupa jumlah likes, comments, re-tweet, shares, impressions, views, reach, dan clicks,” jelas Rade.

Bagi brand, engagement yang terjadi tersebut berpeluang pula meningkatkan penjualan (sales) sehingga kehadiran SociaBuzz menjadi salah satu bagian dalam ekosistem marketing. Pasalnya, mengedukasi dan mempromosikan brand lewat influencer di media sosial belakangan ini masih happening. Bahkan, cara ini lebih efektif karena follower cenderung ingin mencoba atau memakai apa yang dikenakan oleh influencer yang di-follow-nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)