SosiaGo Platform Influencer Marketing

“SosiaGo berhasil mempertemukan Bhinneka.com sebagai advertiser, baik dengan blogger maupun penulis yang berkualitas sesuai kebutuhan, sehingga menghemat lebih banyak waktu dan biaya.” Demikian testimoni yang diberikan Doni Dwi Resdianto, SEO & Affiliate @Bhinneka.com.

SosiaGo Indonesia merupakan platform influencer marketing yang dimaksudkan untuk membantu para advertiser/pemiliki brand dalam mencari influencer guna membantu aktivitas promosi dan campaign mereka. Sebaliknya, SociaGo juga membantu influencer mendapat jerih (pembayaran) atas aktivitas online (blogging dan bermedia sosial) mereka, hasil dari aktivitas sponsored placement dengan aturan brand yang memanfaatkan SosiaGo.

Sejatinya, SosiaGo merupakan hasil rebranding dari platform iBLogMarket yang didirikan oleh tiga serangkai Harimurti Restyadanov, Dyah Eka Hidayati dan Niko Tri Hidayat pada 2015. Sesuai namanya, iBlogMarket hanya fokus sebagai platform para blogger untuk bertemu dengan para advertiser.

iBlogMarket yang kemudian bermetamorfosa menjadi SosiaGo lahir berdasarkan kebutuhan Hari dan kawan-kawan yang sejak awal sudah berkutat di dunia digital marketing. Ketika masih bergabung sebagai professional di sebuah agensi, Hari pernah menemukan kesulitan saat memerlukan banyak blog guna mencapai target SEO (Search Engine Optimization). Ia harus mencari secara manual di Google yang makan waktu lama. Sempat bekerjasama dengan sebuah segregator blogger terbesar di Indonesia (yang sekarang sudah tutup) hingga dibuatkan platform khusus, Hari tetap merasa kurang puas. Dari kebutuhan itulah, muncul idenya untuk membangun iBlogMarket dengan menggandeng 2 founder lainnya yang masing-masing berbagi peran untuk bidang marketing dan business development, di samping ia sendiri yang mengembangkan platform teknologinya.

Melalui rebranding yang dilakukan pada 18 Oktober 2018 lalu, SosiaGo mendeskripsikan lagi positioning mereka secara lebih luas. Yaitu dengan melebarkan jangkauan kepada influencer media sosial (seperti Twitter, Instagram dan Youtube), bukan para blogger semata.

“Intinya empowering the influencer karena social media sekarang semakin dibutuhkan. Kami harus beradaptasi dan berkembang mengikuti trend agar bisa ikut bersaing dan terus berinovasi di masa mendatang,” ujar Harimurti.

Tak hanya itu, rebranding juga menjanjikan SosiaGo sebagai “All in One Influencer Marketing” pertama di Indonesia, dengan berbagai fitur andalan yang memudahkan bertemunya para influencer maupun pemilik brand.

SosiaGo akan membantu menemukan influencer yang tepat sesuai kebutuhan para pemilik brands dalam waktu 60 detik saja, dengan biaya transparan. Artinya, jika influencer tidak mengerjakan task yang diberikan, uang yang telah dibayarkan akan kembali kepada pemilik brands. Dalam kaitan ini, SosiaGo juga menjanjikan monitoring pekerjaan yang user friendly melalui informasi data yang terukur.

Menurutnya, dari 20 ribu user (blogger) yang ada di iBlogMarket, setidaknya ada 5 ribu blogger yang bersedia pindah ke platform baru. Mengapa tidak semuanya? Kendala utamanya adalah “gagap” teknologi untuk beralih platform, di samping munculnya semacam sikap apatis dari para blogger untuk mendapatkan penghasilan dari situ.

“Ini memang ayam dan telur, pembayaran idealnya apakah advertiser atau influencer dulu. Kami harus pintar-pintar menyelaraskan agar keduanya tumbuh bersama,” tuturnya lagi.

Kendati masih baru, Hari optimistis bisa mengejar 100 ribu transaksi untuk dua tahun mendatang. Optimismenya bukan tanpa alasan karena saat rebranding kemarin mereka tidak melakukan semua dari awal. Mereka sudah punya total aset berupa 5 ribu blog, plus 15 ribu user yang terdiri dari advertiser dan influencer. Karena itu tidak heran, meski baru launching 4 bulan, sudah ada brand otomotif besar yang mengundang pitching untuk kampanye mereka.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)