Paxel beroperasi sejak tahun 2017 dan officially launching pada awal tahun 2018. Tujuan pertama kali Paxel didirikan adalah untuk menjawab tantangan logistik yang ada di Indonesia, yang merupakan negara kepulauan. Saat Paxel didirikan belum ada logistik yang bisa mengatasi permasalahan jarak itu dengan cara cepat atau di hari yang sama (sameday).

“Paxel mencoba hadir mengisi kekosongan segmen itu dengan menargetkan orang-orang yang mempunyai kebutuhan kirim-mengirim dan khususnya pengusaha mikro, kecil, kecil dan menengah (UMKM) yang membutuhkan jasa kurir yang cepat, murah dan dengan jangkauan luas,” kata Co-Founder Paxel Zaldy Ilham Masita.

Dijelaskannya, selama pandemi Paxel mengalami growth yang positif, di mana jumlah pengiriman mengalami pertumbuhan hingga 250% dibandingkan sebelum pandemi pada tahun 2019.  Jenis layanan pun bertambah dengan hadirnya PaxelBig dan Instant Delivery, hasil kolaborasi dengan BlueBird Group dan GoSend.

Tren konsumen yang marak berbelanja online dari e-commerce dimanfaatkan Paxel melalui kolaborasi dengan e-commerce Blibli dan Zilingo Trade. Kontribusi terbesar pengiriman Paxel saat ini berasal dari social commerce mencapai 80% dari total pengiriman Paxel, 20% dari e-commerce dan korporat.

Saat ini, Paxel fokus di komunikasi melalui channel-channel online, yaitu social media (socmed) dan melalui aplikasi Paxel sendiri, di mana di dalam aplikasi Paxel terdapat informasi-informasi yang selalu update secara berkala.

Di bawah divisi Brand Marketing, tim socmed Paxel memastikan komunikasi eksternal tersampaikan dengan cepat, akurat, dan tepat melalui channel-channel socmed yang dimiliki yaitu Instagram, Facebook dan Youtube, sejak Paxel berdiri. Percakapan di socmed mampu mendongkrak brand awareness sekaligus meng-engagement pelanggan.

Percakapan paling dominan umumnya mengenai promo, tarif, dan layanan Paxel sendiri. Apabila ada percakapan negatif, responnya adalah dengan berkordinasi terlebih dulu dengan tim terkait, baik tim operation ataupun customer service.

Menurut Zaldy, engagement berpengaruh terhadap brand image dan positioning Paxel itu sendiri, di mana selama hampir 4 tahun berdiri, Paxel telah menjadi salah satu brand logistik yang semakin dipandang. Terbukti dengan adanya 1,7 juta pengguna aktif dan semakin banyaknya partner-partner baru yang berkolaborsi dengan Paxel untuk memberikan pelayanan yang accelerate.

Brand awareness Paxel sebagai solusi pengiriman atau pengantaran makanan membantu banyak UMKM untuk bertahan bahkan berkembang selama pandemi. Hal ini yang sebenarnya memberikan kepuasaan terbesar bagi tim Paxel dengan engagement di social media yang tinggi,” tandas Zaldy Ilham Masita.

Pencapaian kinerja positif yang ditorehkan tersebut mengantarkan Paxel berhasil menempati peringkat keempat dengan nilai indeks 82.20, untuk kategori Ekspedisi pada program “Indonesia Most Engage Delivery Services Brand 2021” yang digelar Majalah MIX.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)