Begini Upaya Facebook Memonetisasi Instagram

Sejak diakuisisi oleh Facebook pada tahun 2012, Instagram mulai dikelola layaknya Facebook. Ya, Instagram mulai dimonetisasi dengan menjadikannya sebagai salah satu channel komunikasi maupun pemasaran yang dapat dimanfaatkan oleh brand. Itu sebabnya, untuk kali pertamanya, Instagram meluncurkan produk iklannya pada November 2013 lalu dan telah dikenal secara perlahan di delapan negara.

zk_title__1441778875_23448Selanjutnya, selama beberapa bulan belakangan ini, Instagram tampak aktif membuat layanan iklan untuk berbagai tipe bisnis dengan basis swalayan atau self-serve. Mulai September 2015 ini, Instagram mengundang para pengiklan besar maupun kecil untuk dapat melakukan kampanye mereka di Instagram.

Ya, Instagram Ads akan hadir di lebih dari 30 negara, termasuk Italia, Spanyol, Meksiko, India, dan Korea Selatan. Instagam Ads akan diluncurkan di seluruh pasar di dunia pada 30 September mendatang.

Dengan teknologi yang mengedepankan infrastruktur iklan seperti di Facebook, kini pengiklan di Instagram bisa menargetkan sasaran dari pesan yang ingin mereka sampaikan secara lebih efektif untuk menjangkau orang sesuai dengan minat mereka, misalnya fashion, olahraga, mobil, atau pun kuliner.

Instagram Ads juga mengklaim diri sebagai channel yang telah mampu meningkatkan hasil branding yang kuat. Terbukti, 97% dari kampanye di Instagram memiliki kenaikan signifikan dalam hal daya ingat akan iklan atau ad recall.

Sebagai contoh, Gilt Groupe menggunakan Instagram untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjalankan kampanye yang meningkatkan jumlah install aplikasi mereka sebesar 85%. Di saat bersamaan, iklan dari perancang furnitur, Made.com, menghasilkan peningkatan ordernya sebesar 10% jika dibandingkan dengan target sebelumnya.

Di Indonesia sendiri, Instagram Ad dapat dimanfaatkan mulai September ini. Instagram akan menyediakan iklan bagi pengiklan dalam skala besar ataupun kecil untuk memasang iklan Instagram di Indonesia. Instagram akan menawarkan berbagai rangkaian fitur baru, termasuk format iklan yang lebih action-oriented, foto dan video landscape, serta kemampuannya untuk menjangkau kelompok yang tepat dengan menggunakan teknologi iklan Facebook yang telah terbukti.

Terhitung bulan ini, komunitas Instagram di Indonesia akan mulai melihat iklan yang muncul secara bertahap dari sejumlah brand. Antara lain, Air Asia (@airasiaindonesia), Indosat (@indosat), Intel (@intel_indonesia), Lazada (@lazadaid), Traveloka (@traveloka), TRESemmé Indonesia (@tresemmeid), Zalora (@zaloraid), dan Coca Cola Indonesia (@cocacola_id).

“Mulai bulan ini, berbagai skala bisnis di Indonesia akan memiliki pilihan baru dalam mengkomunikasikan kreativitas dan mencapai tujuan iklan mereka di Instagram. Para pengguna datang ke Instagram untuk inspirasi visual dan kami sangat senang dapat menawarkan solusi yang menciptakan sebuah nilai lebih bagi bisnis lokal dan komunitas Instagram," jelas Paul Webster, Brand Development Lead, Instagram APAC.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)