Genjot Medical Tourism, Malaysia Incar Wisatawan Indonesia

Wisatawan Indonesia menjadi salah satu pasar yang menjanjikan bagi Malaysia. Merujuk data yang dilansir Malaysia Tourism Board, tahun 2017, setelah wisatawan Singapura, wisatawan Indonesia menempati peringkat tertinggi kedua yang berkunjung ke Malaysia. Total jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Malaysia di tahun itu tembus lebih dari 2,7 juta. Tak heran, jika melalui program Visit Malaysia Year 2020, Malaysia menargetkan wisatawan Indonesia yang berkunjung ke negaranya mencapai 3,4 juta di 2020 mendatang.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Malaysia dalam mencapai target tersebut adalah menggenjot program medical tourism, alias wisata medis. Awal 2019, melalui Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) atau lebih dikenal dengan Malaysia Healthcare, Malaysia tampak massif melancarkan upaya branding di Indonesia.

Diungkapkan Nik Yazmin Nik Azman, Chief Commercial Officer MHTC, di tahun 2018, lebih dari 670 ribu wisatawan Indonesia telah melakukan perawatan kesehatan—baik rawat jalan maupun rawat inap—di berbagai rumah sakit swasta di Malaysia. Bahkan, saat ini, jumlah wisatawan Indonesia yang mengikuti medical tourism tercatat paling tinggi, yakni mencapai 60%. Sisanya, 40%, berasal dari Australia, Vietnam, China, India, Myanmar, dan Amerika Serikat. “Pertumbuhan wisatawan Indonesia yang berobat ke Malaysia mencapai 12-18% setiap tahunnya. Mereka banyak memilih ke kota Penang, Malaka, dan Kuala Lumpur,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa peran utama MHTC adalah untuk mempromosikan Malaysia Healthcare secara global, dengan berfokus pada Indonesia sebagai salah satu pasar utamanya. “Kesamaan budaya dan kedekatan geografis antara kedua negara menjadi alasan kuat mengapa Malaysia menjadi tujuan layanan kesehatan yang popular bagi masyarakat Indonesia,” ujar Yazmin.

Untuk itu, tahun 2019 ini, MHTC mematok kenaikan jumlah wisatawan Indonesia yang mengikuti program medical tourism mencapai 22%-25%. Guna mencapai target tersebut, upaya branding dilancarkan oleh MHTC di sepanjang tahun ini. Salah satunya, pada pertengahan Februari ini, untuk pertama kalinya, MHTC menggelar “Malaysia Healthcare EXPO 2019” (MHX 2019).

Digelar selama tiga hari, 15-17 Februari 2019, di Central Park Mall-Jakarta, MHX 2019 akan menghadirkan sekaligus memperkenalkan 11 rumah sakit swasta terkemuka plus fasilitas kesehatan dari Malaysia. Antara lain, Parkway Pantai, Top Vision Eye Specialist Central, Ramsay Sime Darby Health Care, Thomson Hospital Kota Damansara, Prince Court Medical Center, Glen Eagles Penang, Penang Adventist Hospital, Mahkota Medical Centre & Regency Specialist Hospital, Loh Guan Lye Specialists Centre, dan Institut Jantung Negara. Melalui aktivasi tersebut, MHTC juga mengkomunikasikan 76 layanan dan fasilitas rumah sakit yang dimiliki Malaysia, yang dapat dipilih oleh para pasien.

Selain itu, pada aktivasi MHX 2019, MHTC juga menyajikan sejumlah kegiatan yang dapat dinikmati para pengunjung, seperti pembahasan berbagai topik kesehatan, diskusi panel, konsultasi gratis, undian berhadiah, dan kegiatan hiburan lainnya. “Kami menargetkan 15 ribu pengunjung pada event di Jakarta ini. Rencanannya, sepanjang tahun ini, MHX 2019 juga akan hadir di beberapa kota besar lainnya di Indonesia,” lanjutnya.

Ditegaskan Yazmin, ada tiga added value yang akan dikomunikasikan MHTC pada aktivasi MHX 2019. Ketiganya adalah Quality yang berstandard dunia, Price yang lebih terjangkau dengan layanan berkualitas, dan Accessible karena para dokter—termasuk dokter spesialis—dapat diakses secara real time.

Kami juga menghadirkan layanan call center, medical concierge, dan lounge bagi para pasien ketika tiba di bandar udara di Malaysia, yaitu Kuala Lumpur International Airport dan Penang International Airport. Ini menjadi keunggulan MHTC yang selaras dengan visi kami untuk menjadi tujuan wisata kesehatan unggulan di dunia,” tambah Yazmin, yang menyebutkan bahwa MHTC juga telah mendirikan kantor perwakilan di sejumlah pasar utamanya, seperti Indonesia, Vietnam, Myanmar, Tiongkok, dan yang terbaru, India.

Website Khusus Berbahasa Indonesia

Upaya lain MHTC dalam melayani pasar Indonesia adalah dengan merilis website khusus berbahasa Indonesia, yakni www.medicaltourismmalaysia.id. Kehadiran website tersebut juga untuk memberikan kemudahan bagi pasien dari Indonesia untuk mengetahui berbagai layanan dan fasilitas kesehatan yang ditawarkan.

Dijelaskan Farah Delah Suhaimi, Director & Market Development MHTC for Indonesia, diluncurkannya website khusus untuk pasar Indonesia, karena pertumbuhan wisatawan Indonesia yang mengikuti medical tourism selalu double digit. “Sayangnya, masih banyak wisatawan Indonesia yang belum mengetahui informasi tentang rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang ada di Malaysia,” urai Farah Delah.

Website khusus tersebut menyajikan layanan live chat, di mana para pengunjung dapat bertanya langsung mengenai fasilitas yang ingin mereka ketahui lebih dalam. Saat ini, Malaysia Healthcare Travel Council juga sedang berfokus untuk menyediakan informasi yang komprehensif mengenai Kardiologi, Kanker, dan Fertilisasi In Vitro (Bayi Tabung) sebagai perawatan inti bagi para pasien di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)