Ini Lima Strategi Martina Berto Hadapi New Normal

Pandemi Covid-19 berdampak pada kinerja perusahaan kosmetik lokal, PT Martina Berto, Tbk. Diakui Direktur Utama PT Martina Berto Tbk. Bryan Emil Tilaar, kinerja perseroan memang mengalami penurunan akibat pandemi Covid-19. “Tapi, kami tidak boleh menyerah. Kami akan melancarkan sejumlah strategi dalam memasuki New Normal atau pada semester dua tahun ini,” katanya di sela-sela Public Expose PT Martina Berto yang digelar secara virtual pada hari ini (6/7), di Jakarta.

Lebih lanjut ia menegaskan bahwa pada kuartal pertama 2020, meski daya beli konsumen melemah disertai beberapa gerai retail besar tutup, prospek usaha perseroan masih menjanjikan. Penjualan yang berhasil dicatat perseroan pada periode ini mencapai Rp 87,06 miliar. “Pada New Normal atau semester dua ini, kami menargetkan pertumbuhan 20%,” patok Bryan.

Guna mencapai target tersebut, dijelaskan Bryan, ada lima strategi yang siap dijalankan pada semester dua 2020 ini. Pertama,  perseroan akan fokus pada produk skin care, hair care, body care,  kesehatan, dan herbal. “Oleh karena itu, kami terus memperkuat pengembangan produk  dengan memproduksi hand sanitizer, hand gel, dan hand wash,” katanya.

Perseroan menggunakan merek Quick N Fresh yang diproduksi PT Martina Berto, Tbk dan juga Bright Clean yang diproduksi oleh PT Cedefindo, untuk pengembangan produk baru tersebut.  Ke depan, lanjut Bryan, perseorang juga akan memproduksi produk FMCG (Fast Moving Cosnuemr Goods) yang berfokus pada produk Pembersih Rumah Tangga dan juga minuman kesehatan herbal. Termasuk, memperkuat kategori skin care, body care, dan hair care.

Strategi kedua adalah tidak menaikkan harga produk, mengingat buying power konsumen pada masa Covid-19 juga mengalami penurunan dan perusahaan akan fokus pada segmen menengah bawah. 

Strategi ketiga adalah melakukan upaya promosi dengan memanfaatkan media digital,  media sosial, serta bekerja sama dengan Key Opinion Leader (KOL), Beauty Blogger, dan komunitas.

Strategi keempat, perseoran akan mengembangkan Martha Tilaar Shop sebagai salah satu kanal  distribusi atau penjualannya. Selain itu, untuk menyambut New Normal, ditegaskan Bryan,  perseroan akan melakukan digitalisasi marketing dan sales atas produk-produknya yang diharapkan dapat mempermudah akses konsumen kepada produk-produk perseroan. 

Strategi kelima, perseroan akan menerapkan AGILE. Dituturkan Bryan, AGILE yaitu Aspiring, Growing, Impactful, Lively, dan Enthusiatic. Aspiring maksudnya berkeinginan kuat untuk mempertahankan eksistensi  perseroan pada industri kosmetik, perawatan kulit, perawatan badan, perawatan rambut yang berbasis kearifan lokal, dan mengangkat potensi, serta sumber daya Indonesia.

Growing artinya memastikan merek yang dimiliki oleh perseroan kembali pada jalur pertumbuhan dengan cara fokus pada produk-produk utama yang menghasilkan, serta menciptakan produk baru yang dapat diterima oleh konsumen, kompetitif, dan mengikuti tren.

Impactful adalah melakukan kegiatan pemasaran yang memiliki dampak signifikan serta investasi pada media yang mencukupi dan tepat sasaran. 

Lively artinya menjaga interaksi dengan konsumen, baik melalui media digital maupun kegiatan Below the Line. Terakhir, Enthusiastic, maksudnya menjaga ketertarikan konsumen terhadap produk-produk yang dimiliki perseroan dengan cara menciptakan produk baru yang inovatif dengan memiliki satu atau lebih dari atribut warna, fungsi, bentuk, dan desain kemasan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)