Resmi Menjabat Direktur Marketing InJourney, Ini Strategi Maya Watono untuk Pulihkan Pariwisata di Indonesia

MIX.co.id - Memutuskan untuk meninggalkan industri periklanan yang telah digelutinya selama lebih dari 15 tahun serta pamit dari DwiSapta Group maupun melepas posisi Country CEO Dentsu Indonesia, bukanlah perkara mudah bagi Maya Watono.

“Ini adalah keputusan yang tidak mudah, karena saya besar di industri periklanan selama lebih dari 15 tahun. Penawaran menjadi Direktur Marketing InJourney datang dari Pak Erick Thohir (Menteri BUMN—red). Ini peluang untuk mengabdi kepada negara. Tiga bulan saya menimbang, akhirnya saya menyatakan, ya. Awalnya memang berat untuk meninggalkan DwiSapta dan Dentsu. Tapi, peluang dan tantangan ini sangat besar dan sangat menarik. Saya juga ingin memberikan yang terbaik untuk negara,” cerita Maya dalam Door Stop pasca pelantikannya, yang digelar hari ini (14/1) secara virtual.

Lebih jauh Maya menerangkan, InJourney sangat menarik, karena memiliki objektif untuk membangun ekosistem pariwisata di Indonesia secara terintegrasi dengan multisektor serta  memaksimalkan seluruh aset pariwisata di Indonesia.

Diluncurkan pada 13 Januari 2022 oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, InJourney  adalah BUMN holding industri aviasi dan pariwisata Indonesia yang beranggotakan PT Angkasa Pura I, PT Angkasa Pura II, PT Hotel Indonesia Natour, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko, serta PT Sarinah.

Sejumlah strategi pun sudah disiapkan Maya untuk membenahi dan mencapai objektif yang telah ditetapkan pemerintah, yakni memulihkan jumlah wisatawan sama seperti sebelum pandemi, menciptakan 13 juta lapangan pekerjaan, mendatangkan devisa, dan berkontribusi 4,5% terhadap GDP (Gross Domestic Product).

Strategi pertama adalah merangkul seluruh sub-holding untuk bekerja sama, termasuk mengintegrasikan kalender event selama setahun dengan seluruh sub-holding. Contoh paling dekat adalah MotoGP Mandalika, yang notabene mengintegrasikan sub-holding seperti hotel, ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation), aviasi, dan airport.

Strategi kedua, gencar membangun kolaborasi dengan  berbagai pemerintah daerah, BUMN lain, startup millennial, komunitas, pihak swasta, maupun UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). “Partnership atau kolaborasi ini menjadi salah satu kunci untuk membangun ekosistem pariwisata yang terintegrasi,” lanjutnya.

Strategi ketiga, InJourney tengah mempersiapkan satu platform aplikasi (Apps) yang akan menggabungkan seluruh ekosistem pariwisata di Indonesia. “Apps ini nantinya akan dibuat  friendly untuk wisatawan,” lanjut Maya.

Strategi keempat, InJourney juga akan menggarap health tourism. Antara lain, dalam waktu dekat, Indonesia akan menghadirkan Bali International Hospital, yakni rumah sakit internasional terbesar di Nusa Dua, Bali, dengan bekerja sama dengan Mayo Clinic. “Harapannya, masyarakat Indonesia tidak perlu lagi pergi ke mancanegara untuk berobat,” ucapnya.

Strategi kelima, menghadirkan pengalaman wisata yang nyaman dan menyenangkan melalui kampanye digital maupun kampanye regular. “Tentu saja, kami akan memanfaatkan semua ekosistem yang ada dan mengintegrasikan semua aset yang kami miliki,” tutur Maya, yang menyebutkan InJourney juga akan merenovasi dan me-redevelop Taman Mini Indonesia Indah serta  menghadirkan konsep New Sarinah di berbagai daerah di Jawa guna mendukung UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)