Shopper Tetap Butuh Experiences di Pasar Tradisional

Hinggar-bingar tren online yang menggerus keberadaan retail offline tidak berimbas pada Pasar Modern BSD City. Pasar yang dibangun oleh SinarMas Land dan beroperasi sejak 1 Juli 2004 tetap menjadi pilihan warga BSD City, Bintaro, Pondok Indah, dan wilayah selatan Jakarta untuk berbelanja. Pasar ini rata-rata setiap hari dikunjungi 8 ribu pembeli dan meningkat hingga 10-12 ribu pengunjung pada hari libur.

Nilai transaksi pun tetap stabil, sepanjang 2017 mencapai Rp1-Rp1,5 miliar per hari. Bahkan, tahun ini diperkirakan akan meningkat karena ada penambahan fasilitas parkir dan ruko baru serta program promosi. Padahal, tren belanja konsumen (shopper) di kota metropolitan Jakarta gandrung dengan yang online lantaran praktis, simple, dan cepat.

Dhony Rahajoe, Managing Director President Office Sinar Mas Land, tidak menapik terhadap pergeseran perilaku tersebut. Kalau dulu, untuk membeli sesuatu konsumen mesti datang ke pasar atau toko, sekarang hal ini sudah tidak perlu lagi. “Orang bisa membeli apa saja tanpa harus datang ke pasar menemui penjual, hanya dengan menggunakan aplikasi di gadget,” katanya.

Tren ini berbanding terbailk dengan Pasar Modern BSD. Artinya, pergeseran perilaku shopper tidak berpengaruh terhadap aktifitas pasar. Awalnya, dijelaskan Dhony, pasar dibangun untuk merevitalisasi pasar tradisional yang kumuh dan becek, guna memenuhi kebutuhan ratusan ribu warga BSD dan sekitarnya. Dibangun di lahan seluas 3,2 hektar, pasar ini langsung merebut hati pembeli kelas menengah dan menengah atas.

Mayoritas pengunjung adalah konsumen lama dan tetap mempertahankan sistem tawar menawar yang menjadi jiwa atau roh dari pasar ini,” ujarnya. Suasana akrab pembeli dengan pedagang dan transaksi jual beli dengan tawar-menawar inilah yang menjadi ”perekat” pasar dengan pengunjung. Hal ini pula yang menjadi penetrasi terhadap perilaku belanja online sehingga Pasar Modern BSD tetap eksis, sementara retail lain banyak yang tumbang alias gulung tikar.

Secara karakteristik, pasar offline berbeda dengan online. Kalau online hanya unggul dalam kemudahan dan kecepatan, maka pasar offline mengarah pada pengalaman (experiences) yang dirasakan pengunjung saat berbelanja. “Aspek experiences ini yang ditonjolkan Pasar Modern BSD melalui susasana pasar yang nyaman, bersih, teratur, sehat, dan aman sehingga pengunjung merasa puas dan menjadi konsumen loyal,” lanjut Dhony.

Kesan nyaman tercermin dari konsep pasar yang bersih dan tertata sesuai zonasi. Zoning (penataan ruang) mixed use dibuat untuk memudahkan mobilitas pembeli. Di dalam gedung pasar ada dua jenis bangunan, yakni toko dan lapak. Area lapak khusus menjual bahan mentah (sayur, ikan, daging, buah, dan lain-lain) serta bumbu.Semua dijual dalam keadaan segar. Adapun area toko dikhususkan untuk menjual pakaian, makanan matang, kelontong, mainan, alat rumah tangga, sembako, elektronik, dan sebagainya. Terdapat juga blok yang menjajakan aneka kuliner. Adanya papan informasi letak kios seperti di supermarket, sangat membantu pembeli yang mencari banyak barang.

Kenyamanan itu masih ditambah dengan dukungan fasilitas penunjang operasional pasar, seperti parkir mobil-motor-sepeda, sentra ATM, pos keamanan, toilet, mushola, dan area pemotongan hewan. Untuk parkir, sehari rata-rata mencapai 4.000 unit kendaraan. Untuk menjamin keamanan barang, pihaknya menyediakan sarana laboratorium mini bekerjasama dengan BPOM untuk menguji agar produk yang dijual pedagang sehat dan aman, bebas dari bahan berbahaya. “Bagi konsumen yang suka hang out, disediakan 50 kafe tenda yang menyajikan aneka kuliner dari sore hingga malam hari,” ungkap DirekturSinar Mas Land Ignesjz Kemalawarta.

Selain itu, secara berkala digelar acara pasar rakyat school dengan menghadirkan pejabat pemerintah, pakar, dan praktisi terkait untuk memberikan pengetahunan kepada pedagang tentang manajemen keuangan, pangan sehat berkualitas, hingga seputar teknologi pangan. Alhasil, Pasar Modern BSD City dijadikan pasar tradisional percontohan oleh berbagai kalangan, termasuk pemerintah daerah maupun pusat dari sisi pengelolaan yang modern serta kenyamanan dan kebersihannya.

Semua keunggulan tersebut diedukaskan melalui promo dalam bentuk event festival, iklan,dan publikasi di media massa. ”Namun, lebih banyak melalui word of mouth oleh pengunjung maupun pedagang. Cara ini paling efektif, meski tanpa biaya,” kata Dhony.

Kendati begitu, upaya menyesuaikan perkembangan teknologi terkait dengan tren belanja online tak pelak dilakukan melalui rencana “GoOnline”yakni memfasilitasi pedagang untuk melakukan penjualan secara online. “Bagaimana pun, kami harus menyesuaikan dengan kondisi yang ada sekarang. Kalau sekarang banyak orang berbelanja di platform online, maka ke depanPasar Modern BSD bisa melayani belanja secara online,” imbuhnya.

Para pedagang diberi kesempatan untuk menjual produknya secaraonline.Persiapan kearah itu mulaidiwujudkandansaatinipihaknyatengahmencarikonsultanyang akanmemberipelatihanterkaitbrandingproduk, pengemasan, hinggastrategiaplikasinya. Tujuan program “Go Online ” untuk meningkatkan coverage pasar sehingga usaha pedagang makin berkembang. “Online merupakan channel baru untuk meluaskan pasar. Kami akan sinergikan agar PasarModern BSD makin dikenal dan konsumennya semakin banyak,” tandasDhony Rahajoe.

Mengacu pada keberhasilan Pasar Modern BSD, Sinar Mas Land akan menambah satu lagi pasar modern di kawasan Intermoda BSD City. Pasar yang dibangun di atas lahan luas 2,6 hektar, terdiridari 2 lantai dan diisi oleh 539 kios retail serta 220 lapak ini akan diresmikan pada Maret mendatang. *

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)