Strategi Endless Computers Menyasar Segmen Pendidikan

Kendati para pemain besar sudah menggarap pasar komputer di Indonesia, namun sampai saat ini pasar tersebut dinilai masih sangat menggiurkan. Terbukti, pada tahun 2017 lalu, Endless memutuskan untuk memasuki pasar Indonesia dengan mengusung positioning sebagai komputer pendidikan.

Dikatakan Matt Dalio, CEO dan Founder Endless Computers, prospek pasar komputer di Indonesia masih luas, mengingat 88% masyarakat Indonesia tidak mampu mempunyai komputer karena alasan keterjangkauan harga. Selain itu, belum ada komputer yang memang mengkhususkan dirinya pada konten pendidikan.

Oleh karena itu, Endless hadir untuk menyasar segmen kelas menengah hingga bawah, 40% populasi dewasa Indonesia (67 juta populasi orang), dan anak-anak berusia 8 hingga 18 tahun atau mereka yang sedang berada dalam masa pendidikan sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. “Kami ingin memberikan akses komputer ke masyarakat Indonesia yang belum pernah mempunyai atau menggunakan komputer sebelumnya,” ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa Endless ingin membangun komputer pendidikan terbaik dengan membangun ekosistem informasi dan sumber daya pengetahuan serta membangun permainan (game) edukasi yang fokus pada pembelajaran coding dan bahasa Inggris.

Diakui Matt, ada dua hambatan bagi seseorang dalam mempunyai komputer. Pertama adalah harga, karena 88% masyarakat Indonesia tidak mampu mempunyai komputer lantaran alasan harga. Kedua adalah kompleksitas penggunaan.

“Menjawab hambatan tersebut, maka Sistem operasi Endless dibuat sederhana seperti halnya ponsel pintar (smartphone). Sebab, target kami adalah para pembeli pertama, yang tahu lebih dahulu tentang ponsel dan ponsel pintar, namun belum familiar dengan komputer. Selain itu, harga yang kami tawarkan pun terjangkau untuk komputer berkonten pendidikan,” ia menegaskan.

Lantas, keunggulan serta diferensiasi seperti apa yang ditawarkan Endless? Dijawab Matt, ada empat keunggulan yang dimiliki Endless. Pertama, Endless telah dilengkapi dengan lebih dari 100 aplikasi, konten, dan permainan (games) edukasi yang dapat langsung digunakan tanpa koneksi internet.

Kedua, Endless dirancang untuk mudah digunakan walaupun pengguna hanya memiliki sedikit pengalaman atau belum pernah menggunakan komputer. “Endless mengadopsi antarmuka pengguna (user interface/UI) ponsel untuk memastikan familiaritas dalam pengalaman penggunaan dan navigasi,” paparnya.

Ketiga, Endless bebas untuk diunduh dan semua pembaruan sistem juga disertakan dengan gratis. Endless juga tahan virus dan dapat membantu menghemat biaya.

Keempat, Endless terhubung ke seluruh dunia. Artinya, ketika terhubung ke internet, Endless berfungsi seperti komputer pada umumnya yang dapat digunakan untuk mencari informasi apapun atau menghubungi kerabat di manapun.

Lima Tantangan dan Strategi Endless Di tengah sengitnya persaingan pasar komputer, sebagai pendatang baru, Endless membutuhkan strategi jitu guna menggarap pasar. Diungkapkan Matt, strategi Endless dalam menggarap pasar Indonesia dapat dikatakan dilandasi pada lima hal yang menjadi tantangan yang harus dipecahkan oleh Endless untuk memungkinkan penetrasi komputer dan akses ke 40% dari pasar Indonesia. “Kelima tantangan tersebut adalah keterjangkauan harga, infrastruktur internet, kompleksitas dan alasan penggunaan komputer, serta distribusi,” ujarnya.

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, komputer masih dinilai terlampau mahal, sementara skema pembiayaan belum banyak tersedia. Oleh karena itu, Endless Indonesia bekerja sama dengan institusi pembiayaan skala mikro (microfinance), seperti Adira Finance, Aeon & Aldira, dan sebagainya, untuk membantu masyarakat dalam memiliki komputer dengan harga terjangkau.

Sementara itu, terkait infrastruktur internet, kompleksitas dan alasan penggunaan komputer, lebih dari 50% masyarakat Indonesia tidak mempunyai akses Internet dan membeli komputer dapat menjadi pengalaman yang mengintimidasi. Untuk itu, Endless telah dilengkapi dengan konten pendidikan yang lengkap sehingga tidak membutuhkan koneksi internet setiap saat. “User interface Endless dibuat sesederhana mungkin seperti halnya ponsel sehingga dapat dengan mudah digunakan,” klaimnya.

Selanjutnya, dalam mendistribusikan komputer, jaringan toko biasanya hanya menjangkau kota-kota besar (second tier cities). Matt menegaskan, “Endless ingin fokus menjangkau seluruh lapisan masyarakat Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).”

Untuk tahun pertama, Endless fokus untuk menjangkau pasar di Jogjakarta, Bali, Surabaya, Bogor, Bandung, dan Jakarta. “Kami secara langsung mendatangi target utama Endless, seperti para murid, orang tua murid, dan guru di sekolah dasar dan menengah. Kami bekerja sama dengan sekolah-sekolah melakukan edukasi tentang komputer Endless kepada para guru, murid, dan orang tua. Mereka juga dapat langsung mencoba operating system Endless dan merasakan kelebihan serta kemudahan dalam menggunakan Endless,” papar Matt.

“Ke depan, kami berencana terus mengembangkan software Endless dengan memasukkan konten ke dalam aplikasi serta permainan (game) yang berfokus pada coding. Kami juga berencana untuk membangun aplikasi pendidikan untuk anak-anak yang dapat mengajarkan coding dan bahasa Inggris,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)