Strategi JNE Menangkan Persaingan di Industri Logistik

Lebih dari 28 tahun, JNE telah melayani masyarakat Indonesia di bidang jasa pengiriman ekspres dan logistik. Perusahaan ini tercatat mengalami pertumbuhan jumlah pengiriman paket yang sangat baik, yaitu sebesar 30 sampai 40 persen setiap tahunnya mulai tahun 2010, dan terus konsisten sampai saat ini. Hal ini tidak lepas dari perkembangan industri e-commerce dan kepercayaan masyarakat yang besar terhadap JNE.

M. Feriadi, Presiden Direktur JNE, mengatakan, “Dalam menjalankan bisnis, JNE memiliki tagline 'Connecting Happiness' yang berarti mengantarkan kebahagiaan. Maknanya luas, sehingga jika bicara tentang JNE, maka bukan hanya tentang pengiriman paket, namun dalam berbagai aspek di tiap kehidupan masyarakat. Hal ini karena empat sektor, yaitu SDM, infrastruktur, teknologi informasi, dan lingkungan sekitar, menjadi perhatian utama perusahaan.”

Diawali dengan delapan orang karyawan, kini JNE sudah memiliki hingga sekitar 45 ribu karyawan di seluruh Indonesia, baik di kantor pusat, kantor cabang, serta mitra atau agen JNE. Sebagai perusahaan yang padat karya dimana banyak pekerjaan yang tidak dapat digantikan oleh mesin, maka bagi JNE para karyawan merupakan aset yang harus terus dijaga, diperhatikan, dan dikembangkan.

Feriadi mengungkapkan bahwa JNE membuat program Human Development yang kuat. “Secara rutin dilakukan beragam kegiatan fisik dan nonfisik untuk mendukung kinerja karyawan dari berbagai sisi, baik spiritual, emosional, dan intelektual. JNE menjalankan program internal yang ditujukan untuk karyawan, mulai dari pelatihan, penghargaan bagi yang telah bekerja selama 12 tahun yaitu pemberian hadiah umrah bagi muslim dan hadiah ke Holy Land bagi non-muslim, hingga hadiah rumah di setiap HUT JNE,” tuturnya.

Lebih lanjut, sebagai bentuk rasa syukur dan apresiasi JNE atas kepercayaan masyarakat selama ini, maka JNE juga terus melakukan langkah-langkah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan lingkungan sekitar. Salah satunya dengan memberikan dukungan untuk sektor ekonomi mikro, khususnya UMKM, melalui program-program atau acara.

Langkah konkret yang dilakukan, seperti membuka peluang kerja sama dengan menjadi mitra atau agen JNE untuk menciptakan wirausahawan yang membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat, serta menghadirkan Pesona (Pesanan Oleh-oleh Nusantara) yang menjadi wadah bagi para UMKM makanan mau pun produk khas daerah untuk mengembangkan usaha dengan memperluas pangsa pasarnya. Selain itu, JNE juga rutin menyelenggarakan secara mandiri maupun memberikan dukungan terhadap pihak lain dalam beragam pelatihan gratis di berbagai bidang yang bertujuan untuk mendongkrak daya saing pelaku UMKM.

Dalam hal  lainnya, sebagai bentuk kepedulian kepada Ibu menyusui JNE menyediakan produk layanan Antar Jemput ASI, yaitu JESIKA (Jemput ASI Seketika) dengan kurir khusus perempuan yang berlaku di Jabodetabek dimana terdapat banyak ibu menyusui yang bekerja atau berkarir. Begitu juga dengan program CSR yang rutin dilakukan, mulai dari santunan terhadap anak yatim-piatu di seluruh nusantara, sampai dengan bantuan terhadap korban bencana alam.

Tidak hanya program CSR, JNE pun mendukung program kegiatan di berbagai bidang, seperti bidang sosial, budaya, pendidikan, olahraga, dan yang lainnya. Feriadi mencontohkan, “Dalam bidang olahraga misalnya, JNE ditunjuk sebagai partner logistik resmi Pesta Bola dan Futbal Momentum Asia (FMA) di momen Piala Dunia 2018 lalu. Selama perhelatan akbar tersebut berlangsung, JNE mendukung seluruh kebutuhan distribusi materi promosi Piala Dunia 2018 ke seluruh Indonesia.”

Apresiasi yang tinggi juga diberikan kepada para pelanggan setia JNE dengan menyediakan fasilitas JLC (JNE Loyalty Card). Acara seremonial penghargaan bergengsi tahunan dengan beragam hadiah fantastis, yaitu JLC Awards, digelar untuk semua member-nya.

Dengan penyelenggaraan program pemberian apresiasi atas kerja keras member JLC di seluruh Indonesia, JNE berharap menjadi bagian dari kemajuan UKM. Bentuk apresiasinya diharapkan dapat bermanfaat agar memacu impian dan semangat para UKM untuk mengembangkan bisnis ke depannya,” ungkap Feriadi.

Dari segi kapabilitas perusahaan dalam menangani kapasitas pengiriman yang terus bertambah, JNE juga terus mengembangkan performa sektor IT dan infrastruktur. Kini, JNE yang telah memiliki lebih dari 7000 titik layanan yang tersebar, hingga ke pelosok nusantara dan juga lebih dari 10.000 armada, mulai sepeda motor sampai dengan truk berukuran besar, sedang membangun automation sorting center yaitu Mega Hub.

Feriadi menyampaikan bahwa pembangunan Mega hub yang berteknologi canggih ini targetnya selesai pada akhir 2019. “Tujuannya, agar JNE dapat menangani hingga 1 juta paket per hari. Kami percaya pengiriman e-commerce akan terus berkembang dan meningkat. Jika terjadi lonjakan karena pertumbuhan tersebut, maka JNE pada saat itu juga sudah siap dengan infrastruktur Mega Hub ini,” tambahnya.

Dalam bidang IT, JNE menggunakan Cloud Management agar seluruh kapabilitas JNE terkoneksi, sehingga ter-manage selama 24 x 7 x 365 non-stop secara real time, dan berjalan dengan selaras serta terintergrasi, baik bagi aktifitas perusahaan secara internal mau pun yang berkaitan dengan pihak eksternal. Dengan teknologi ini pula, maka JNE dapat terus memberikan pelayanan prima kepada pelanggan setia, salah satunya seperti Trace & Tracking yang detil.

Kini, JNE bisa dibilang tidak lagi hanya bergerak di bidang pengiriman paket dan logistik saja. Tetapi seiring berjalannya waktu, perusahaan ini telah menyentuh berbagai bidang yang dekat dengan masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, selama 2018 tercatat 21 penghargaan di berbagai bidang telah JNE dapatkan. Begitu juga di social media, salah satunya Instagram JNE yang telah memiliki lebih dari 100K follower.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)