Strategi Kalibrr Membidik Hati Perusahaan dan Pencari Kerja

Jumlah angkatan kerja di Indonesia, per Februari 2018 sudah mencapai 133,94 juta orang. Itu artinya, bertumbuh jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yang mencapai 131,55 juta orang. Demikian data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) nasional.

Tingginya jumlah angkatan kerja di Tanah Air membuat penyedia informasi lowongan pekerjaan, termasuk platform lowongan kerja online tumbuh subur. Saat ini, jumlah pemainnya pun makin banyak. Setelah dimulai oleh JobsDB maupun JobStreet di era 2000-an, kini brand-brand baru pun bermunculan. Sebut saja, Kalibrr, YesJob, Qerja, Zelos, KapanKerja, Kerjabilitas, JobSmart, Urbanhire, Rekruta, Karirpad, KerjaDulu, Jobs.id, Idtalent, Jojoba, Gawean, dan masih banyak lagi.

Persaingan yang makin ketat, tentu membuat para penyedia informasi lowongan pekerjaan atau platform lowongan pekerjaan online agresif menawarkan berbagai layanan yang mampu memenuhi kebutuhan para pencari kerja maupun perusahaan sebagai penyedia pekerjaan.

Kalibrr sebagai platform penyedia informasi lowongan pekerjaan asal Filipina dan baru hadir di Indonesia pada tahun 2016 lalu, perlu menawarkan nilai lebih sekaligus diferensiasi dibandingkan para incumbent. Sejatinya, nilai lebih sekaligus diferensiasi itu menjadi upaya Kalibrr dalam membangun brand engagement dengan klien (perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan) dan kandidat (pencari kerja).

Dikatakan Sanuk Tandon, Country Head Kalibrr, tantangan yang saat ini kerapkali dihadap oleh perusahaan adalah para pelamar sekaligus pilihan banyak, namun yang cocok sedikit. "Oleh karena itu, ketika hadir di Indonesia, Kalibrr bukan ingin menjadi yang terbesar atau terbanyak, tetapi ingin menjadi yang terbaik dan paling cocok," ucapnya.

Guna mencapai objektif itu, lanjut Sanuk, Kalibrr pun mengedepankan berbagai keunggulan yang menjadi diferensiasi Kalibrr dibandingkan yang lain. Pertama adalah sistem rekrutmen dengan database yang presisi. Sistem tersebut adalah Applicant Tracking System (ATS), yang merupakan aplikasi perangkat lunak yang memungkinkan mesin menangani kebutuhan perekrutan. ATS dapat diimplementasikan atau diakses secara online oleh suatu perusahaan besar atau perusahaan skala kecil, tergantung pada kebutuhan perusahaan.

"ATS sangat mirip dengan sistem Customer Relationship Management (CRM), tetapi dirancang untuk tujuan melacak perekrutan. Hal ini memungkinkan perekrut untuk menyaring aplikasi secara otomatis berdasarkan kriteria yang diberikan seperti kata kunci, keterampilan, perusahaan sebelumnya, pengalaman kerja, dan riwayat sekolah. Selain itu, ATS juga memungkinkan perekrut untuk mengelola proses lamaran kandidat serta berkolaborasi dengan rekruter lain dalam perusahaan dalam satu platform," ia menguraikan.

Keunggulan lainnya, lanjut Sanuk, Employer Branding yang merupakan layanan spesial Kalibrr yang telah membantu perusahaan-perusahaan Indonesia dalam menampilkan dan memproyeksikan nilai-nilai mereka yang sebenarnya sebagai perusahaan. Perusahaan yang pernah memanfaatkan layanan ini antara lain perusahaan real estate besar seperti Ciputra hingga bank-bank terkemuka seperti Bank Mandiri dan BCA.

Keunggulan ketiga adalah Talent Portal. Sebagai perusahaan global, Kalibrr telah memfasilitasi hampir 6 juta interaksi antara 24.000 perekrut dan hampir 1,5 juta pencari kerja. Dari jumlah tersebut, Kalibrr Indonesia telah membantu 600.000 pencari kerja untuk terhubung dengan perusahaan-perusahaan terkemuka.

Diakui Sanuk, sebagai perusahaan teknologi yang bertekad untuk merevolusi cara perusahaan mendapatkan karyawan dan cara kandidat mencari pekerjaan, Kalibrr membantu meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses rekrutmen kandidat. Salah satunya melalui fitur unik, mesin AI (Artificial Intelligence) yang terus-menerus merekomendasikan kandidat terbaik dari database pencari kerja

"Teknologi AI mampu mem-filter kandidat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Bayangkan perusahaan memiliki headhunter yang bekerja selama 24 jam untuk mencarikan kandidat yang tepat melalui database kami. Dan fitur ini mampu merekomendasi sekaligus mencocokkan profil kandidat dengan preferensi perekrut," paparnya.

Tak hanya pengalaman klien yang diperhatikan, Kalibrr juga fokus memenuhi kebutuhan kandidat. Sebab, menurut Sanuk, saat ini telah terjadi pergeseran fokus industri rekrutmen yang awalnya lebih employer-driven menjadi candidate-driven. Artinya, perusahaan bukan lagi pihak yang memilih kandidat. Akan tetapi, kandidatlah yang memilih perusahaan.

Pengalaman kandidat mencakup setiap kontak antara pencari kerja dengan perusahaan selama proses perekrutan, mulai dari menemukan lowongan pekerjaan hingga menerima tawaran (atau penolakan). "Sekarang, lebih penting untuk memahami apa yang dipikirkan oleh para kandidat, mulai dari apa yang mereka cari dalam hidup mereka sebagai seorang profesional dan proses seperti apa yang perlu mereka ikuti untuk mencapainya," ujarnya.

Oleh karena itu, memberikan rasa hormat adalah unsur utama untuk menciptakan pengalaman kandidat yang positif. Sejatinya, memberikan harapan yang jelas dan membiarkan para kandidat tahu mereka ada di tahapan mana dalam proses rekrutmen, akan membuat pelamar memberikan rasa hormat dan kepercayaan kepada perusahaan, terlepas dari bagaimanapun sulitnya proses penyaringan kandidat. "Oleh karena itu, Kalibrr juga memberikan pengalaman terbaik bagi para kandidat," imbuhnya.

 

Pendekatan B2B dan B2C Sebagai pendatang baru, Kalibrr tentu perlu melancarkan berbagai upaya marketing dan komunikasi yang massif kepada klien selaku perusahaan yang menyediakan lapangan pekerjaan serta kandidat yang merupakan para pencari kerja.

Untuk membangun engagement dengan klien, Kalibrr memanfaatkan pendekatan Business to Business melalui program "Kalibrr Exclusive Gathering" yang membahas bagaimana perusahaan membangun budaya yang bagus.

Sementara itu, untuk membangun engagement dengan para kandidat, Kalibrr menggunakan pendekatan B2C (Business to Consumer). Di antaranya, Kalibrr memiliki program "Scale Up Your Career" yang dapat mendorong individu agar sukses dalam hidup mereka.

Hasilnya, hanya dalam tempo dua tahun terakhir, Kalibrr sudah dipercaya sejumlah perusahaan di Indonesia. Mulai dari perusahaan yang berbasis teknologi berstatus “unicorn” seperti Go-Jek, Bukalapak, dan Lazada, hingga bank-bank terkemuka di Indonesia seperti Bank Central Asia (BCA) dan Bank Mandiri. Selain itu, ada juga perusahaan FMCG (Fast Moving Consumer Goods) terbesar seperti Unilever, hingga perusahaan konsultan terbesar seperti PwC, dan perusahaan-perusahaan jajaran Fortune 500 seperti Accenture.

Sukses di Filipina dan Indonesia, diakui Sanuk, tahun depan Kalibrr akan bersiap ekspansi ke Thailand dan Vietnam. Dalam melancarkan ekspansi, Kalibrr akan mengedepankan layanan dan inovasi berdasarkan kebutuhan emerging market. Selain itu, Kalibrr juga akan menggunakan tim lokal di masing-masing negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)