Tembus 700 Gerai dalam Setahun, Janji Jiwa Siap Ekspansi ke Mancanegara

Nilai bisnis kedai kopi di Indonesia diprediksi mencapai Rp 4,8 triliun per tahun. Demikian studi "2020 Brewing in Indonesia: Insights for Successful Coffee Shop Business" yang dirilis Toffin bersama Majalah Mix pada Desember 2019 ini. Dan, Janji Jiwa tercatat sebagai salah satu pemain lokal yang sangat agresif menggarap pasar kedai kopi di Indonesia.

Mau bukti? Dalam setahun, sejak diluncurkan pada Mei 2018 lalu, Janji Jiwa berhasil memperluas gerainya hingga 700 outlet di 50 kota di Indonesia. Alhasil, Janji Jiwa pun sukses mendapatkan penghargaan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas Rekor “Pertumbuhan Kedai Kopi Tercepat Dalam Satu Tahun”.

Penghargaan tersebut diberikan di Jakarta, pada hari ini (23/12), oleh Andre Purwandono, S.S selaku Senior Manajer MURI kepada CEO & Founder Kopi Janji Jiwa Billy Kurniawan.

Diakui Billy, mengguritanya gerai Janji Jiwa karena konsep franchise (waralaba) yang diusung Janji Jiwa. "Kami menggunakan konsep waralaba, bukan pendanaan dari venture capital. Nilai waralaba Janji Jiwa sebesar Rp 85 juta, di luar biaya sewa tempat. Dari 75% yang franchise ini, ROI (Return of Investment)-nya di bawah enam bulan. Dan, dari 700 outlet Janji Jiwa, yang merupakan milik Janji Jiwa (non waralaba) hanya 10%," paparnya pada hari inumi (23/12), di Jakarta.

Tak hanya mampu menggenjot jumlah gerainya, produk kopi Janji Jiwa pun terhitung laris manis. Dalam sebulan, Janji Jiwa berhasil menjual 5 juta cup per bulan. "Kami juga berhasil menggunakan 32 ton kopi per bulan untuk konsumsi kopi di seluruh gerai Janji Jiwa," ucapnya.

Tak heran, jika Billy mematok target optimistik di tahun depan, yakni 1.000 outlet Janji Jiwa. Bahkan, di 2020 juga, Janji Jiwa telah berencana melakukan ekspansi ke pasar mancanegara, terutama Asia Tenggara. "Target kami, kuartal pertama 2020, rencana ekspansi ke Asia Tenggara sudah terlaksana," ia menargetkan.

Guna mencapai target tersebut, sejumlah upaya dilakukan Janji Jiwa. Antara lain, dengan menghadirkan gerai Janji Jiwa X, yang kini berjumlah 8 gerai. "Untuk Janji Jiwa X memang tidak diwaralabakan, karena konsepnya yang memang bukan Grab to Go, melainkan kedai kopi yang nyaman dengan berbagai fasilitas, yang notabene investasinya cukup besar. Janji Jiwa X diharapkan dapat memperkuat merek dan reputasi Janji Jiwa," urai Billy.

Selain itu, Janji Jiwa juga menghadirkan konsep baru, Jiwa Toast. Diterangkan Billy, Jiwa Toast memberikan inspirasi gaya baru dalam menikmati toast bread dengan berbagai varian rasa. Seperti Kopi Janji Jiwa, Jiwa Toast juga dipersiapkan dengan berbagai bahan dasar berkualitas terbaik secara fresh oleh juru masak yang sudah berpengalaman. Dengan hadirnya Jiwa Toast, cita rasa dari Kopi Janji Jiwa akan semakin lengkap. "Untuk gerai Jiwa Toast, kami menargetkan 170 outlet pada 2020 mendatang. Sampai 2019 ini, Jiwa Toast sudah memiliki 30 gerai," ucapnya.

Strategi lain yang dilancarkan Janji Jiwa adalah menggelar berbagai kampanye digital melalui instagram serta melibatkan KOL (Key Opinion Leader) dan influencer. “Kami juga memilih strategi partnership dengan berkolaboarasi dengan berbagai brand besar,” lanjutnya.

Billy mencontohkan sejumlah brand yang telah digandeng untuk berkolaborasi, antara lain kosmetik Benefit saat memperingati Hari Kartini, Sasa Santan yang berhasil mengkolaborasikan menu Coco Latte (kopi, gula aren, dan santan), kolaborasi dengan Muhammad Aga yang dikenal sebagai barista yang menjadi wakil Indonesia dalam kompetisi World Barista Championship 2018 yang kemudian menjadi brand ambassador Janji Jiwa, Official Coffee Partner film Gundala, market place sneakers Kick Avenue, hingga berkolaborasi dengan global brand LOCK&LOCK featuring Darbotz.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)