Transformasi Human Capital Jasa Raharja di Era Digital

Revolusi Industri 4.0 sejatinya menjadi tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan. Tanpa terkecuali, perusahaan plat merah seperti Jasa Raharja. Menyadari bahwa pentingnya perusahaan beradaptasi di era digital seperti sekarang, maka Jasa Raharja pun memutuskan bertransformasi. Mulai dari mendigitalisasi proses dan layanan, hingga pengelolaan human capital.

Direktur SDM dan Umum Jasa Raharja Dewi Aryani Suzana menegaskan, era digital membuat perusahaan juga harus berubah dalam mengelola human resouces-nya. Mengingat, 76% karyawan Jasa Raharja adalah millennials, yang melek digital dan memiliki karakteristik berbeda dengan karyawan dari generasi X maupun baby boomers.

“Saat ini, Jasa Raharja didukung sekitar 2.000 orang karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia. Keseluruhan total karyawan tersebut ditempatkan di Kantor Pusat, 29 Kantor Cabang, 63 kantor perwakilan, 67 Kantor Pelayanan Jasa Raharja (KPJR), dan 1.560 Kantor Bersama SAMSAT,” paparnya.

Lebih lanjut ia meyakini bahwa dibutuhkan strategi dan langkah yang tepat agar setiap karyawan dapat memberikan kontribusi maksimal dmi meningkatkan kinerja perusahaan di Era Revolusi Industri 4.0. “Setidaknya, ada tiga tantangan yang kini dihadapi Jasa Raharja dalam pengelolaan Human Capital,” ujar Dewi.

Pertama, gap yang besar antara jumlah karyawan millennials dan generasi sebelumnya. Kedua, menyelaraskan antara keinginan millennials yang mendominasi porsi karyawan di Jasa Raharja dengan penempatan karyawan di Kantor Jasa Raharja yang harus menjangkau seluruh pelosok Indonesia. Ketiga, menjembatani keinginan millenials untuk work life balance dan waktu bekerja yang lebih fleksibel dengan budaya dan aturan sebagai karyawan BUMN .

Untuk menjawab tantangan tersebut, dikatakan Dewi, Jasa Raharja telah menyusun Human Capital Transformation Framework untuk mengoptimalkan peran Human Capital dalam mendukung tercapainya tujuan jangka panjang perusahaan, Great People dan Great Leader. “Ada sejumlah proses transformasi pengelolaan Human Capital yang saat ini telah kami lakukan untuk menjawab tantangan di era Revolusi Industri 4.0,” ucapnya.

Pertama, Jasa Raharja telah melakukan penelitian Organization Culture Health Index (OCHI) untuk mengetahui kondisi budaya yang saat ini berkembang dalam kehidupan perusahaan dan memberikan gambaran aksi yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan budaya sebagai “intangible asset”.

“Dari hasil penelitian tersebut, perlu adanya rejuvinasi terhadap budaya 3T dan menciptakan budaya baru, sehingga dapat mendukung perusahaan dalam beradaptasi terhadap era digital,” urainya.

Kedua, melakukan pembaharuan mekanisme rekruitmen untuk menemukan calon karyawan yang lebih inovatif dan dapat diandalkan untuk menjadi pemimpin Jasa Raharja di masa depan. “Untuk itu, Jasa Raharja juga memberikan kesempatan bagi lulusan D3 dan lulusan SMA untuk mengikuti program 'Langkah Bakti' guna memberikan pengalaman bekerja di Jasa Raharja. Untuk misi sosial, Jasa Raharja juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa dan lulusan SMA untuk mengikuti program magang bersertifikat yang merupakan Program Kementerian BUMN,” ia memaparkan.

Ketiga, menerapkan Human Capital Information System (HCIS) yang melibatkan peran serta karyawan secara aktif melalui mekanisme Employee Self Service (ESS) dengan mengintegrasi sistem struktur organisasi SDM, payroll, benefit, leaving, learning and development, talent management, succession planning, performance management, dan knowledge management.

Keempat, mengimplementasikan pendekatan work life balance kepada seluruh karyawan melalui program “JR Energizer”, yang terdiri dari body energizer, soul energizer, social energizer, dan main energizer. “Salah satu bentuknya adalah perusahaan menyediakan berbagai fasilitas olahraga, musik, social activity, kegiatan kerohanian, dan training untuk mendukung terlaksananya work life balance. Work life balance tidak hanya bertujuan untuk menjaga kesehatan karyawan, namun juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi kinerja karyawan,” jelasnya.

Kelima, Jasa Raharja juga telah mendesain ruang kerja dengan konsep open working space & clean desk untuk menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan untuk setiap pegawai. “Tahun ini, akan ada tiga divisi yang menjadi pilot project untuk konsep ruang kerja yang baru. Tahun depan, seluruh desain kantor pusat Jasa Raharja sudah berkonsep baru,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)