2012, Ekonomi Rumah Tangga Indonesia Membaik

Perusahaan riset pasar Ipsos mengumumkan hasil survei Asiabus pada Desember 2012 lalu terhadap 1046 orang Indonesia di usia 15-64 yang berdomisili di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Medan, mengenai gambaran keadaan ekonomi rumah tangga Indonesia saat ini. Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa 46% responden menyatakan keadaan ekonomi mereka lebih baik dibandingkan beberapa tahun terakhir. Sedangkan 18% menyatakan lebih menurun dibandingkan keadaan ekonomi beberapa tahun terakhir. Sisanya, sebanyak 36% reponden menyatakan keadaan ekonomi mereka sama saja atau tidak ada perubahan dibandingkan beberapa tahun terakhir.

Membaiknya kondisi ekonomi rumah tangga di Indonesia, salah satunya ditandai dengan tingginya daya beli masyarakat, terutama barang-barang elektronik, terutama gadget.

Beberapa perubahan konsumsi yang dialami ketika keadaan ekonomi membaik diantaranya mulai menggunakan atau mengkonsumsi beberapa produk yang sebelumnya tidak pernah digunakan. Hal ini diakui oleh 34% responden; 21% menambah jumlah ataupun frekuensi penggunaan beberapa produk dalam rumah tangga mereka; 16% berganti merek ke merek yang menurut mereka lebih berkelas; 14% menambah pos-pos pengeluaran lainnya dan 11% berganti ke kemasan yang lebih besar. Kota dengan persentase tertinggi, 52%, yang menyatakan keadaan ekonomi mereka lebih baik adalah kota Jakarta. Sedangkan Bandung menunjukkan persentase terendah, hanya 26% menyatakan keadaan ekonomi mereka lebih baik, sekaligus menjadi kota dengan persentase tertinggi yaitu 28% yang menyatakan bahwa keadaan ekonomi mereka saat ini lebih menurun dibandingkan beberapa tahun terakhir. Dua kota lainnya, Surabaya (50%) dan Medan (46%) menyatakan keadaan ekonomi rumah tangga mereka saat ini lebih baik dibandingkan beberapa tahun terakhir. Bila dilihat dari status sosial ekonomi, kelas A yang paling tinggi menyatakan bahwa keadaan ekonomi mereka saat ini lebih baik dari beberapa tahun terakhir, sebanyak 64%. Ketika dilihat dari kelompok usia, kelompok usia mudalah yang cenderung menyatakan keadaan ekonomi mereka saat ini lebih baik daripada beberapa tahun terakhir. Kelompok usia muda di antaranya usia 15-24 tahun sebanyak 51% dan usia 25-39 tahun sebanyak 50% dibandingkan dengan kelompok usia tua 40-54 tahun sebanyak 44% dan usia 55-64 tahun yang hanya 30%. Walaupun mereka mengakui bahwa keadaan ekonomi mereka membaik, namun ketika ditanya mengenai besarnya jumlah uang yang disisihkan atau dialokasikan untuk ditabung setiap bulan, hanya 33% responden menyatakan lebih banyak menabung dibandingkan sebelum keadaan ekonomi mereka membaik. Sebanyak 21% menyatakan tidak ada perubahan dalam besarnya jumlah yang ditabung saat keadaan ekonomi membaik ataupun saat sebelumnya; 31% menyatakan tidak mengalokasikan uang untuk ditabung. Herannya sebanyak 14% malah menyatakan bahwa besarnya jumlah uang yang mereka tabung saat ini lebih sedikit bila dibandingkan dengan keadaan sebelum ekonomi membaik. Menurut Managing Director Ipsos Indonesia Iwan Murty, kondisi ekonomi masyarakat Indonesia memang cenderung lebih baik dibandingkan tahun-tahun terakhir. Hal tersebut juga terbukti dari daya beli mereka yang semakin tinggi, misalnya dengan membeli barang-barang elektronik, seperti gadget, televisi layar datar, ataupun produk-produk yang lebih bermerek bahkan untuk produk perawatan pribadi mereka. “Sehingga saya menilai bahwa perusahaan yang akan mendapat keuntungan dari situasi ini adalah perusahaan yang dapat menangkap aspirasi kebutuhan mereka serta memberikan pilihan merek untuk tampil lebih gaya dan berkelas akibat peningkatan ekonomi dan gaya hidup mereka,” tukasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)